Nikmatnya Mie Janda, Segarnya Es Duda

Risma Purnama Aruan

 

Pertama kali saya mendengar istilah mie janda adalah di fesbukraya. Aneh juga nama makanan ini, sejenis apakah mie ini? Itu tanya yang ada di benak saya. Rasa penasaran membuat saya membaca beberapa testimoni tentang mie janda ini yang saya cari di fan page mie janda. Beruntungnya saya sudah berteman dengan pemiliknya yang kebetulan seorang penulis novel “Sahaja Cinta’. Tadinya saya tak mengetahuinya… Dari lapak beliaulah saya bisa membaca lebih banyak tentang mie janda ini. Sempat juga saya tanya alamatnya dimana, yang ternyata sangat jauh dari lokasi rumah saya, Karawaci-Citeureup! Duh, gimana mo ke sana, kalau hanya mau makan mie doang, berat di ongkos dong! Hehehe…itulah pikiran saya.

Tapi itu tak menyurutkan hasrat saya untuk bisa mencicipi mie janda dan es dudanya ini. Apalagi melihat sahabat saya uda Hazil Aulia, dari Yogya yang kebetulan ada acara keluarga di Citeureup sudah menikmati mie janda ini, keduluan dari saya yang masih relatif dekat sebenarnya. Selain itu juga saya sering melihat postingan tentang lokasi mie janda sering dipakai untuk pertemuan para blogger dan bedah buku bagi penulis yang meluncurkan bukunya. Apalagi katanya mie janda ini sering masuk tipi, wah makin saya penasaran. Cemana rupanya rasa mie janda ini sama es dudanya?

Mie Janda Es Duda

 

Rupanya takdir berpihak baik dengan saya. Kebetulan ada satu acara bedah buku dari sahabat saya Riyanto El Harrist dengan novel terbarunya “Kudekap Ibu di Sisi Baitullah” mengadakan soft launching novelnya berlokasi di warung mie janda ini. Pucuk dicinta ulam tiba, saya langsung meresponi undangan dari pemilik mie janda Kang Achoey untuk ikut hadir dalam peluncuran perdana novel tersebut. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui nih, pikir saya, hehehe…

Setelah janjian dengan sahabat saya yang lain mas Akung Krisna yang menunggu saya di Slipi, jadilah saya diangkut ke lokasi mie janda ini. Kami berangkat Minggu pagi dan tiba di lokasi sekitar jam 9. Lokasi masih tutup tapi sudah ada pelayan yang sudah beres-beres mau buka warung. Sementara lokasi bedah buku bersebelahan dengan warung mie janda ini. Selama acara bedah buku berlangsung, jujur saya sudah tak fokus dan ingin segera mencicipi mie janda dan es duda. Sudah lapar soale…hehehehe. Diam-diam di tengah acara saya keluar ruangan pindah ke warung sebelah, memesan mie janda dan es duda, disusul sahabat saya yang lain Siska Ferdiani dan Rahma Rivai, ternyata mereka juga sudah penasaran dengan rasa mie janda ini. Jadilah kami makan bertiga…

Daftar Menu

 

Rasa mie janda itu tak jauh dari testimoni yang saya baca dan saya bayangkan. Porsinya memang tidak terlalu besar, tapi cukup buat ukuran perut seperti saya ini. Rasa daging ayamnya nikmat sangat terasa di lidah. Es dudanya juga sangat terasa segar dengan paduan es kelapa muda dan nangka dengan campuran madu sebagai pemanisnya…slruppp gleg segar di kerongkongan. Bertiga kami asyik masyuk menikmati mie janda dan es duda, lupa kalau di sebelah sedang ada bedah buku.

Mie janda ini berasal dari paduan kata Jawa-Sunda, yang konon katanya diambil dari paduan suami sunda dan istri Jawa, dari pemilik mie janda itu sendiri. Jadilah racikan masakan mie ini selera Jawa dan Sunda. Mesipun saya kurang pinter mengurai racikan masakannya, tapi saya sangat merekomendasikan pembaca untuk menikmati kuliner yang satu ini, karena memang benar nikmat dan segar! Ga Bo’ong, suerr…

Lokasi Mie Janda sebagai tempat bedah buku

 

16 Comments to "Nikmatnya Mie Janda, Segarnya Es Duda"

  1. Bagong Julianto  7 November, 2012 at 12:52

    Janda, rupanya Jawa Sunda…. aya-aya wae…
    Duda?
    Kedu Padalarang?

    Mie Perawan Kriting?
    Mie kriting di perapatan (perempatan) Cawang selatan……
    Mie, pasti enak….
    Asal bukan yang instant lhoh!?

  2. Lani  4 November, 2012 at 03:13

    13 ISK : apakah ini satu pengakuan?????? pdhal ya mmg ini soal selera bukan?????

  3. Evi Irons  4 November, 2012 at 00:37

    enak juga ya kalau bisa makan mie janda dan es duda, kayaknya susah untuk kesampaiannya disamping lokasinya terlalu jauh dari Jkt, nanti bingung nyarinya.

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  1 November, 2012 at 20:40

    Seneng ama yg berbau janda.

  5. Lani  1 November, 2012 at 01:40

    KANG MONGGO : wakakakak………ono2 wae………

  6. Sumonggo  30 October, 2012 at 08:07

    Ini baru mie janda, kalau mie janda kembang kira-kira mie-nya kruwel-kruwel tidak ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.