Mudik 2012 (12): Semarang – Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA YANG BERBAHAGIA….

Semoga anda semua dalam keadaan sehat dan belum bosan dengan oret-oretan Dj. Kali ini Dj. akan sedikit cerita, perjalanan mudik, dari kota kelahiran Dj. (Semarang) , hingga pulang ke Mainz…Benar, memang sangat panjang, olehnya sengaja Dj. singkat, agar yang sudah bosan tidak tambah angooop ya…..

Hahahahahahaha….!!!! (Maaf, hanya kelakar saja)

Okay, jelas kami pun akhirnya harus meninggalkan kota Semarang juga dan menuju ke mBandung. Saat di ruang tunggu Bandara di Semarang (Kali Banteng) , jadwal keberangkatan selalu diundur , maka kesempatan untuk menikmati tempe Medoan dan tahu pong goreng (kesuakaan mPek Dul wong Semarang. Anda mungkin tidak percaya, kalau Dj. katakan, selama menunggu, kami habiskan 3 piring tempe medoan dan 3 piring tahu goreng.

Tetangga sebelah meja sudah melirik, ini bule apaan, kok senang makan tempe dan tahu….??? Jadi, setiap piring kosong, kami pesan lagi, Mantaaab…!!! Kapan lagi makan tahu pong, kalau tidak di Semarang, benar mPek Dul…???

Akhirnya kami dipersilahkan menuju ke pesawat, sudah duduk manis (seperti kata dimas Josh Chen) . Kira-kira 10 menit, taunya diberitau lagi, kami harus keluar dari pesawat, turun dan kembali ke ruang tunggu…. Semua penumpang serentak… Aaaahhh…!!! Kami kembali ke ruang tunggu dan pesan lagi tempe dan tahu goreng …. Kapan lagi kan…??? hahahahahaha….!!!

Puji TUHAN….!!!

Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di Bandung dan Linda bersama Edwin (keponakannya) sudah menunggu kami. Hebat memang, seperti menjemput ….. hahahahaha….!!!

Kami diantar oleh Linda dan Edwin ke Hotel dimana kami sudah pesan kamar, di Ardjuna Boutiq Hotel di Jln. Ciumbuleuit atas. Salut untuk Linda yang begitu sampai di Hotel, dia langsung seduh obat dari China, dengan air mendidih dan madu. Dia masih berkata, Oom… ini dari mama dan Oom harus minum segera, agar perut Oom cepat sembuh.

Memang kami sudah saling telpon dan juga sms, Dj. cerita kalau perut Dj. mual dan sakit. Karena dari mamanya Linda, Dj. minum obat yang Linda seduh dengan air panas dan madu, rasanya pahit, tapi ada sedikit manis madu. Seperti disulap, setelah minum itu obat, maka hanya beberapa menit saja, maka perut Dj. tidak terasa mual lagi, maka kami sepakat untuk ke Paris van Java.

Kerena Dj. sudah janji akan ajak Linda makan malam disana di Paduka Raja Bebek.

Nah ini makanan yang Linda pesan, karena dia yang lebih tau makanan apa saja yang enak untuk dimakan malam itu. Kalau anda ingin tau lebih banyak, silahkan tanya Linda, kami hanya menikmatinya saja…. Bebek panggang, dimana dagingnya sangat lunak dan rasanya sangat uenaaaak….!!! Hhhhhmmmm….!!!

Iyeu si neneng anu geulis pisan, sedang bungkus (gulung) kulit bebek dengan apa entah, yang jelas uenak…!!! Mas Anoew… lihat tuh, kulitpun bisa dibungkus dengan kulit….

Senang melihat Linda yang selalu semangat, sambil makan masih bisa cerita ini dan itu. Sayang setelah itu, Dj. juga sudah lupa lagi apa yang Linda ceritakan…. Maaf ya Lind…Maklum, konsentrasi pada makanan…. hahahahahaha….!!!

Untuk cuci mulut, keluar bakpao hitam dan putih, kalau yang putih mah sering lihat, tapi bakpao hitam…???

Yang di bawah ini, entah apa namanya, tapi yang jelas juga sangat enak.

Ini ada isinya yang enak, ini untuk koko Josh Chen (kata Linda) , e…taunya setelah diphoto, dia makan sendiri… hahahahahaha…!!! Nggak ding, separo Linda berikan ke Dj.

Susi pun penasaran mencicipi bakpao hitaam…

Linda dan Edwin. Kalau Dj. perhatikan, maka si Edwin ini ada mirip dengan dimas Josh Chen. Perawakan yang tinggi, besar, gagah dan ceria…

Keesokan hari, Linda datang dan menemani kami sarapan di Hotel, juga sekalian berpisah. Karena harus antar ayahnya ke dokter, benar kan Lind…???

Siang hari, setelah kami pulang dari menengok sekolahan dimana Dj. 50 tahun yang lalu belajar (SD Hidup Baru) di Jalan Ciumbuleuit, maka adik Dj. sekeluarga dengan 2 kendaraan dari Jakarta menjemput kami. Ini photo dimana kami masih sempat jalan-jalan dan makan siang di Paris van Java lagi.

Akhirnya sampai juga kami di Jakarta, sudah malam, kami sempat makan di Mal, kalau tidak salah dengan nama SMS. Entah dimana jangan tanya Dj., dimas Josh Chen atau mas Iwan mungkin lebih tau. Cucu Dj. (Bryan) di Jakarta yang nempel dan kasi tunjuk permainannya.

Siang ditengok oleh saudara-saudara GMDj. yang tinggal di Jakarta, paling kanan adalah Sierli, yang juga sering muncul di BalTyRa.

Dimas pun menyempatkan diri untuk menemui kami dirumah adik Dj. Terimakasih dimas, bahkan membawa oleh-oleh dari mbak Elnino (kodok) dan juga dari mbak Adhe…

Nah ini empat sekawan, sejak sama-sama sekolah di Oxford, selalu saja bersama. Sampai sekarang kalau sudah bertemu, lupa istri dan anak-cucu….Kelakuan masih sama dengan dulu, saling meledek, saling mentertawakan, tapi selalu ceria dan banyak humor dan saling ngangeni. Jelas hanya badan kami yang sudah banyak berbeda, semua makin gemuk… hahahaha…!!!

Sehingga istri-istri kami geleng-geleng kepala, kalau melihat kami berempat bertemu, kembali seperti kanak-kanak.

Photo di bawah ini, saat perjalanan pulang ke Mainz, kami Transit di Singapura, memang kelihatan seperti biasa. Harus ganti pesawat, maka kelihatan di ruang tunggu, barang kami yang cukup banyak.

Tapi ada satu kejadian yang tidak akan Dj. lupakan. Setelah ada penggilan masuk kepesawat, kami pun segera menuju ke pintu, antri masuk dengan santai, sedikitpun tidak ada pikiran yang aneh. Sehingga kamipun sampai ke tempat duduk, masih dengan tenang…. Bahkan sudah duduk manis…Malah kami memperhatikan orang yang baru masuk dan berkata, semoga lewat dan tidak duduk dibaris dimana kami duduk.

Puji TUHAN…..!!! Di baris kami yang 3 tempat duduk, hanya untuk kami berdua, jadi kami pikir Susi bisa tidur bebas. Kemudian…… Susi tanya, Yang…. dimana ransel kameramu…??? HAAAAACH….???!!! Jadi keget. Wadoooh, Dj. sedikit panik dan kebetulan ada pramugari yang lewat dan Dj. segera tanya, apa pintu pesawat sudah ditutup…??? Sambil sedikit lari ke depan, Dj. lihat pintu pas akan ditutup, Dj. langsung teriak, STOOOOP…!!! Dj. jelaskan, bahwa ransel isi kamera, kemungkinan ketinggalan di ruang tunggu.

Tanpa mendengarkan jawaban Pramugari, Dj. lari keluar, beberapa pegawai yang masih di luar pesawat ikut lari bersama Dj. Puji TUHAN….!!! Dj. lihat ransel kamera masih ada pada tempatnya, langsung Dj. ambil dan kembali lari masuk ke dalam pesawat. Dj. benar-benar bersyukur, pegawai yang turut lari bersama Dj. senyum dan gelang kepala bahkan Pramugari, dengan senyum masih berkata, anda masih sangat beruntung…!!!

Nah ya, akhirnya kamipun sampai di Mainz dengan selamat, anak-anak komplit menjemput di airport. Puji TUHAN…!! Bisa bertemu kembali dengan seluruh keluarga.

Walau liburan kali ini cukup singkat, hanya 3 minggu saja, tapi banyak kejadian yang menarik, menyenangkan, sekaligus juga ada yang memprihatinkan. Tapi adalah satu pengalaman yang sangat baik.

Okay…. terlalu banyak sudah apa yang Dj. pamerkan di atas….Banyak makanan, karena di oret-oretan yang lalu, tidak ada photo makanan sama sekali.

Mohon maaf, bila sangat banyak kata-kata yang tidak berkenan…Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan juga anda semuanya yang selalu setia menantikan oret-oretan Dj. di hari Selasa.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya, sekarang dan selamanya.

Salam manis untuk anda semuanya dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

226 Comments to "Mudik 2012 (12): Semarang – Mainz"

  1. Dj.  11 November, 2012 at 15:05

    MAS DJ : pete????? nikmati saja sendiri……….ora doyan/ora mangan pete, jengkol………bauuuuuuuu……….

    sewa sepeda setaon cm 24 euro????? murah nganggo bangeti……..asal pemakaian jgn lbh dr 30 menit???? hadoh klu gitu ndak bs bersepedaan santai, ato jarak jauh……..krn tiap kelebihan pemakaian dr 30 menit kena charge 0.50 cents……….

    ——————————————————————–

    Selamat Pagi yu….
    Benar Yu, karena Dj. ada Job Ticket dari sawah, olehnya bisa sewa sepeda dengan murah.
    Jjadi itu memang kemdaraan yang oleh pemerintah, dipikirkan agar didalam kota, orang tidak banyak menggunakan mobil, kan kalau kebanyakan mobil, bisa polosi.
    Nah speda itu, memang biiasanya untuk jarak dekat saja ( didalam kota ), atau kami yang tinggal dipinggiran kota. Dipinggiran kota juga disediakan tempat parkir mobil cukup besar. Ticket parkit, bisa untuk naik bis kkedalam kota dan pulang lagi ke tempat parkir. Atau naik speda tersebut.
    Benar, Daniel biasa pakai speda tersebut, sampai di kota yang di parkir kembali di tempat yang sudah disediakan dan ambil baru lagi, agar tiak lebih dari 30 menit. jadi estafet. Kalau tujuannya cukup jauh ya bisa begitu, di kembalikan dulu, baru ambil baru lagi. Karena dimana-mana dikota banyak tempat ambil dan taruh speda. Atau kalau malas kembalikan ke tempatnya, ya bayar € 0,30 Cent, tidak mahal juga.

    Okay yu, mau sarapan dulu, lalu ke gereja.
    Salam manis dari kami di Mainz.

  2. Lani  11 November, 2012 at 14:55

    MAS DJ : pete????? nikmati saja sendiri……….ora doyan/ora mangan pete, jengkol………bauuuuuuuu……….

    sewa sepeda setaon cm 24 euro????? murah nganggo bangeti……..asal pemakaian jgn lbh dr 30 menit???? hadoh klu gitu ndak bs bersepedaan santai, ato jarak jauh……..krn tiap kelebihan pemakaian dr 30 menit kena charge 0.50 cents……….

  3. Dj.  10 November, 2012 at 15:31

    Yu Lani…
    Selamat Pagi dari Mainz yu…
    Benar, Dj. juga suka makan oseng-oseng pare….
    Bikin badang tambah seger…
    Justru yang pahit itu kan sehat kan yu ( katanya ).
    Ini Dj. juga baru selesaai bikin nasi goreng ala Dj., untuk sarapan sebentara lagi.
    Dan dadar telur 8 butir, karena si Dewi, sebentar lagi juga akan datang dan dia senang
    makan nasi gorengnya Dj.
    Karena tidak macam-macam, hanya sambal terasi dan tomat saja.
    Kebetulan tidak punya pete, kalau ada pete, jelas tambah enak…. hahahahahaha…!!!

    Benar yu, Daniel kemarin ada sedikit kecelakaan dengan speda.
    Kasihan, walau hanya 2 Km dari rumah, dia harus jalan kaki piincang dan menahan rasa sakit.
    Itu speda pinjaman ( sewaan ), jadi kami sewa sepeda 1 tahun € 24,- bisa pakai kapan saja, tinggal
    masukan kartu dan ambil satu speda. 30 menit gratis, tapi diatas 30 menit, setiap 30 menit nambah € 0,50
    Jadi kalau dia mau ke kota, yang hanya 20 menit dari rumah, dia ke tempat dimana speda diparkir, ada sekita 15 speda, kalau full. Kebetulan didekat rumah ada itu. Nah sampai di kota dia kembalikan di tempat parkir speda yang sudah disediakan untu speda sewaan. Nah nanti pulang, dia ambil lagi. Jadi kalau pemakaian tidak lebih dari 30 memnit, ya tidak bayar extra, cukup yang setahun itu saja.

    Okay yu, salam manis dari Mainz dan selamat berakhir pekan ya….

  4. Lani  10 November, 2012 at 14:21

    MAS DJ : klalen……den bagus Daniel kecelakaan naik sepeda pedalnya prothol? lah kok yo ono2 wae…….moga2 cepat sembuh mas

  5. Lani  10 November, 2012 at 14:20

    MAS DJ : ndak semua org suka sayur pare krn paiiiiiiiiit! tp aku suka biar pait, cara mengolah utk mengurangi rasa pait setelah di iris2 kmd diremet-remet pakai garam, kmd dicuci. biasanya aku tumis pakai udang……..tp klu temanku dicampur ground beef……….

  6. Dj.  9 November, 2012 at 22:59

    Hallo Yu, selamat sore dari Mainz….
    Ini teman, sudah seperti saudara yu, dia orang Jogya dan suaminya orang Jerman.
    Dia masak macam-macan…
    Tapi yang paling enak untuk Dj. yaitu sayur pare dan udang goreng,mana udangnya jumbo ( sangat besar )…
    Manteb…!!!

    Barusan pulang antar Daniel dari dokter, karena tadi dia naik speda.
    Entah bagaimana kok kakinya lepas dari pedal dan kena jalan, sehingga jari kaki tengah bengjkak.
    Nah ya, mudah-mudahan capt sembuh….

  7. Lani  9 November, 2012 at 04:49

    MAS DJ : wah tentunya wareg-reg sampai mbledosssssss hahaha……..baru aja dpt undangan teman ultah………itu foto gado-gado ya mas?????

    apa itu tom-tom? aku rak mudenk……..lah wong ndeso mas hehehe

  8. Dj.  9 November, 2012 at 04:34

    Maaf yu, photonya ketinggalan, keburu klick post comment.

  9. Dj.  9 November, 2012 at 04:31

    Hallo Yu….
    Selamat Malam dari Mainz…
    Baru saja ( 1 jam yang lalu ), pulang dari kondangan.
    Ada teman yang merayakan Ultah.
    Kami sudah lama tidak bertemu dan memang rumahnya cukup jauh, jadi ya malah kesasar segala.
    Dulu tidak pakai Tom-Tom, selalun lancar, tapi sekarang pakai Tom-Tom, malah ngacau…
    Hahahahahahahaha….!!!
    Yang seharusnya 1 jam sampai, malah jadi 2 jam.
    Puji TUHAN….!!!
    Pulang hanya perlu waktu 1 jam saja…

    Jelas disana tadi, sangat banyak makanan…
    tapi ada yang sangat menarik perhatiain Dj. yaitu sambal goreng atau Cha Pare.
    banyak yang tidak mau makan, karena dibilang pahit.
    Tapi setelah Dj. coba, taunya enak sekali…. hahahahahahaha….!!!
    Jjadi tadi banyak makan udang goreng Jumbo ( besar ), dengan sayur pare…
    Hhhhhhmmmmm……

    Benar yu, kalau kami makan spageti, selalu pakai roti jerman ( bukan roti tawar ), atau keripik kentang.
    tapi kemarin itu, kami cona dengan tempe kripik malah enak sekali… hhahahahahahaha…!!!

    Pernah ada Baltyraer yang bertanya, kalau makan gado-gado dengan apa.
    Dj. jawab dengan steak… Dia tertawa…
    Lha memang kami makan gado-gado, selain dengan telur rebus, kentang dan teman-temannya.
    kami juga makan steak…. Ini yang namanya Jawa – Jerman.
    Hahahahahahahahaha….!!!

  10. Lani  9 November, 2012 at 03:46

    MAS DJ : spaghetti dimakan dgn tempe kripik ini namanya ITALI+INDONESIA……….gado2………jgn lupa pakai sambel mas…….nek ora pedes ora enak.

    jik opo mas? udah makan malam? aku mo tidur dl sebelum mangkat nggaru………saiki njepret diluar………selamat ngorok ya mas

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.