Pesta Halloween Anak-anak

Evi Irons

 

Hari Halloween jatuh pada tanggal 31 Oktober, untuk perayaan Pesta Halloween Anak-anak di kota kami diadakan pada hari Sabtu sore jam 5.00 di Gilmer Square. Kota kami ini sangat kecil dan penduduknya cuma 5.000 menurut sensus tahun 1999-an, walaupun penduduknya sedikit tapi banyak juga yang mati terutama usia produktif yang bekerja dan menghasilkan uang, di samping itu juga banyak anak-anak yang lahir.

Walaupun kota ini kecil tapi banyak juga anak-anak dengan orangtuanya datang untuk merayakan Halloween, kemungkinan datang dari kota dan daerah lain. Mereka datang dengan kostum yang menarik, lucu, indah, bahkan menyeramkan, ada juga yang memakai kostum tokoh dan hewan kesayangannya atau kostum tokoh film yang sedang ‘in tahun ini, salah satu contohnya kostum Transformer. Kostum yang selalu dipakai setiap ada Halloween adalah Mario, Scream, Mermaid dan kostum hewan termasuk hama, seperti sapi, komodo, tawon, singa dan macan. Tidak cuma anak-anak yang pakai kostum, hewan kesayanganpun pakai kostum Halloween.

Untuk anak-anak yang masih bayi dan belum bisa memilih, orangtualah yang memilihkan kostumnya, untuk anak-anak yang sudah bisa memilih dan punya keinginan bisa memberitahukan kepada orangtuanya masing-masing. Kostum Halloween dapat dibeli Di Wallmart semacam hypermarket dan murah harganya. Untuk kostum spesial dan tidak dijual di toko bisa dibeli di toko online. Kalau mau lebih murah lagi bisa beli di garage sale.

Udaranya sangat dingin, tapi karena sangking senangnya dapat permen gratis, dapat hadiah-hadiah sederhana dan juga lihat pertunjukkan gratis anak-anak sampai lupa dinginnya udara. Kali ini banyak sekali yang datang sampai antrian panjang tapi permen yang dibagikan Cuma 1 buah permen di tiap-tiap counter dikarenakan krisi ekonomi, untuk counter gereja membagikan Alkitab dan minuman botol ke setiap orang yang datang tidak hanya untuk anak-anak, tapi kalau permen hanya untuk anak-anak.

Saya datang bersama temanku, temanku ini tidak mau ikutan antrian panjang, jadi kita cari yang sedikit antrian dan kalau beruntung bisa dapat tempat yang tidak antriannya. Saya cukup ribet untuk dapat photo anak-anak dengan kostumnya, disamping saya harus memegang botol minuman dan Alkitab dan tidak punya waktu lama juga sudah gelap, kalau gelap tidak dapat hasil gambar yang bagus dan agak sulit cari subyek yang akan diphoto.

Di acara ini adalah kesempatan untuk bertemu teman dan orang-orang yang saya kenal karena jarang sekali kita punya kesempatan bertemu, disamping tinggal disini kita jarang sekali punya waktu dan kesempatan bersosialisasi dan sudah menjadi budaya individual.

Saya bertemu tetangga seorang Hakim di kabupaten kota kami, saya sendiri kurang begitu mengenalnya kalau dia tidak panggil saya karena pada saat itu beliau memakai topeng. Saya juga bertemu beberapa rekan lainnya sambil melempar senyum.

Setelah acara ini kami makan murah meriah di Mc.Donald, ada terjual burger seharga $1, saya traktir teman saya dan anaknya. Teman saya ini yang menjemput saya di jalan untuk naik mobilnya.

Demikian tulisan saya, jika ada kesalahan dalam menulis atau kesalahan pribadi saya, silahkan memberitahukan supaya saya bisa memperbaikinya dan tidak terus menerus melakukannya. Terima kasih.

 

Evi Irons

 

Note Redaksi:

Evi Irons, “selamat datang dan selamat bergabung”. Di dalam tanda petik karena sebenarnya Evi Irons sudah lama datang dan bergabung di dalam diskusi komentar. Inilah artikel pertamanya…hehe…terima kasih sudah mengirimkan artikel, ditunggu artikel-artikel berikutnya ya…

 

About Evi Irons

Seorang wanita pemberani yang merantau ke Negeri Seberang meraih mimpi-mimpi masa kecilnya. Hidup berkeluarga di Tanah Impian - tanah yang banyak dibenci sekaligus dicintai oleh umat manusia di bumi ini. Artikel-artikelnya membuka wawasan pengunjung BALTYRA bahwa di sana layak jadi impian banyak orang.

My Facebook Arsip Artikel

21 Comments to "Pesta Halloween Anak-anak"

  1. HennieTriana Oberst  6 November, 2012 at 04:19

    Selamat bergabung Evi. Lama tak saling menyapa.
    Untung di tempatku Halloween tidak terlalu populer, jadi ngajak anak jalan dan mengetuk (menekan bel) hanya orang yang kita kenal baik saja. Dingin… di luar.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.