Menggambar Mimpi

Galuh Chrysanti

 

Pernah menggambar mimpi?  Aku pernah melakukannya sekitar lima tahun yang lalu dalam sebuah workshop kepenulisan di TK Alam tempat aku menjadi kepala sekolah.

Workshop  kecil-kecilan, pesertanya mungkin hanya lima atau enam, tapi kenangan tentangnya terjangkar kuat di dasar hatiku hingga kini.

Kami diberikan secarik kertas dan sebatang pinsil, lalu diminta oleh sang trainer menggambar rumah impian kami secara spontan. Home, bukan house :)

Lalu aku menggambar sebuah rumah yang terang dan lapang, di depannya ada halaman yang luas. Anak lelakiku bermain bola. Anak perempuanku sedang menggambar. Dari dapur tercium aroma kue yang sedang dipanggang. Aku sendiri asyik bekerja di depan laptop, sebagai penulis, di ruang kerjaku yang penuh buku-buku sambil sesekali mengawasi anak-anak dari jendela kaca.

Saat itu, aku belum punya anak. Bahkan didiagnosa infertilitas dalam usia pernikahan yang sudah lima tahun.

Saat itu, yang kutulis ‘hanyalah’ rencana pembelajaran sehari-hari dan raport narasi murid-murid.

Yang kugambar benar-benar ‘hanya’ mimpi.

Teman-teman, kini aku ingin berbagi bahagia. Baru saja Budeku menelepon, ia bertemu Asma Nadia dan mbak Asma mengatakan padanya bahwa Galuh Chrysanti harus terus menulis, karena tulisannya baguuus :) Alhamdulillaaaah.

Lima tahun yang lalu, mana kutahu bahwa aku bisa menulis? Yang aku tahu hanyalah aku senang berbagi. Dan menulis adalah sebuah cara termudah untuk berbagi. Tahukah teman-teman, lima tahun lalu, buku yang rencananya akan kutulis adalah : Cara Mudah Membuat Sekolah Taman Kanak-kanak.

Karena kala itu satu-satunya hidupku di luar pernikahan adalah dunia pendidikan anak usia dini.

Kalau sekarang mungkin buku yang akan kutulis adalah : Cara Mudah Menjadi Penulis Sambil Menjaga Anak-anak  dan Jualan Lewat FB… #Bercandaaaaa  ^_*

Infertil selama lima tahun pernikahan, dan kini Alhamdulillah aku punya seorang anak adopsi yang manis dan dua anak kandung laki-laki. Alhamdulillaaah.

Jangan lupa bahwa Hani Sakinaah sangat sukaaa menggambar dan Fatih Zuhdi tergila-gila main bola. Persis seperti gambarku, lima tahun lalu.

Mengenai rumah yang lapang dan terang? Bismillaah, semoga Allah mudahkan kami untuk memilikinya. Yang jelas, gambar rumah indah itu masih melekat erat di hatiku.

Dan tahukah teman-teman, siapakah trainer yang memintaku menggambar mimpi kami lalu menempelkan gambar-gambar mimpi kami itu di dinding kelas TK B?

AFIANI INTAN REJEKI GOBEL  ^^  #Peluk Deeeeek :)

Note ini tanda cinta untuknya, dan untuk teman-teman semua ^_^

Peluklah mimpi-mimpimu, peluk erat dan jangan lepaskan yaaa …

 

8 Comments to "Menggambar Mimpi"

  1. Bagong Julianto  6 November, 2012 at 08:22

    Dream come true, 3 patah suku kata…..
    Mimpi jadi nyata, 6 patah suku kata….

    Penutur bahasa Indonesia harus berusaha (effort) 2 kali lebih banyak dibanding penutur bahasa Inggris….

    Wis jan nasibmu Indonesia…!!

  2. J C  5 November, 2012 at 21:56

    Berani bermimpi, memvisualisasikannya dan mewujudkannya…mantaaappp…

  3. anoew  4 November, 2012 at 16:35

    Semua berawal dari mimpi. Manusia bisa ke bulan awalnya juga mimpi, terbang dengan pesawat supersonic juga berawal dari mimpi. Itulah gunanya mimpi, membantu kita mewujudkannnya menjadi nyata.

    Salam hangat, Galuh.

  4. Christiana Budi  4 November, 2012 at 10:32

    kalimat ” Peluklah mimpi-mimpimu, peluk erat dan jangan lepaskan yaaa ”
    ini aku suka sekali… yups harus terus bermimpi dan mewujudkannya …

  5. Evi Irons  4 November, 2012 at 05:06

    TERUSKanlah mencapai mimpi, bisa menambah semangat dan arahnya jelas.

  6. Dj.  3 November, 2012 at 16:34

    Menggambar mimpi, memotivasi seseorang untuk menyatakan mimpinya.
    Dengan adanya mimpi, maka muncul juga harapan.
    dengan adanya harapan, maka orang akan berjuang untuk mewujutkannya.
    Selamat berkarya, semoga sukses selalu.
    Salam dan selamat berakhir pekan.

  7. Dewi Aichi  3 November, 2012 at 08:50

    Galuh..aduhhhhhhh..sudah berapa tahun ngga ada tulisanmu…sepakat dengan pak Handoko…

    Apa kabar Galuh? Makin sibuk yaaaa….gimana cerita anak-anak lagi dong…

  8. Handoko Widagdo  3 November, 2012 at 07:45

    Luar biasa Galuh Chrysanti. Sebuah kekuatan iman melalui visualisasi mimpi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.