Kesan Selama Liburan 2012

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA…..

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini. Mungkin anda berpikir, kapan ini selesainya….??? Tapi ada juga yang mengeluh, kok sudah pulang ke Mainz…??? Berarti sudah selesai….. hahahahahaha….!!!! Terimakasih, baik yang sudah bosan, tapi juga untuk yang masih menanti. Jujur, ini kali yang terakhir, mengenai liburan (mudik) 2012, jadi anda setelah ini sudah bisa “sedikit” relax.

Ini sedikit feedback saja, sedikit mengenang apa saja yang kami alami, yang belum Dj. ceritakan. Hanya secara singkat saja. Jelas, semua liburan, pasti menyenangkan, mungkin ada orang, kalau liburan malah sedikit stress, tapi yang jelas, liburan selalu cepat berakhir.

Apakah liburan selama 3, 4, 5, 6 minggu, atau lebih, toch akhirnya harus pulang kandang lagi…. hahahahahaha….!!! Berbahagialah anda yang boleh menikmati hidup di tempat, dimana orang lain harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Seperti yu Lani yang hidup di Paradise, setiap orang ingin satu kali bisa sampai sana.

Tapi kalau ada gangguan seperti Tsunami…..??? Ngeri juga ya yu, seperti pada Tgl. 28 Oktober yang lalu. Atau seperti mbak Kornelya yang di New York, duluuuuu Dj. pernah mimpi bisa ikut lari marathon di New York. Tapi kalau dilihat seperti Tgl. 30 Oktober, dimana Badai “ SANDY “ datang, ngeri juga… Nah ya, mending tinggal di Mainz, walau kota kecil (kampoeng), tapi hidup tenang.

Puji TUHAN….!!!

Setiap kali akan berlibur, harus menyiapkan segalanya, malah kadang belum liburan sudah sedikit stress duluan… (kasihan). Paspor… ??? okay… !!! Ticket… ??? Siap…!!! Semua kartu asuransi…??? okay…!!! obat-obatan…?? juga siap…!!! Ready to take off…??? Belum juga sih, masih harus ke airport, hahahahahaha….!!!

Sampai di airport, masih harus antri, baik saat ceck in, juga di bagian paspor, harus sedikit sabar… sabar….dan sabar….Sampai di dalam pesawatpun, masih cari tempat duduk dan juga tempat untuk menaruh barang-barang yang dibawa. Sekarang semua okay dan Reaady to take off…!!! Dan mulai sedikit tenang, saat pesawat sudah di udara…

Puji TUHAN….!!! Akhirnya, setelah menempuh perjalanan, Singapura dan Jakarta, sampai juga kami di tempat tujuan. Pulau nyiur nan indah, yang boleh setiap hari kami nikmati (walau hanya 9 hari…) hahahaha….!!

Pantai nan elok, bersih dan tidak ada ombak besar, semua tenang …

Bungalow yang juga okay…

Kamar yang setiap hari kami pulang dari jalan-jalan, sudah bersih dan rapi kembali.

Hampir setiap hari bermalas-malas dan tidak mikir yang aneh-aneh, yang ada hanya santai, berjemur biar tambah item… hahahahaha….!!!

Keinginan untuk boleh memegang penyu, naik parasut, juga snorkling, semua terkabul.

Penyu yang Dj. pegang ini nakal, dia kencingi kamera Dj., tapi ini salah Dj., pegang penyu di atas camera….Untung hanya Tele objektivnya saja yang dia basahi….Mungkin dia pikir Dj. = mas Bagong yang mau therapi air seni… hahahahahaha….!!! Ada yang bilang, kalau dikencingi penyu, bisa umur panjang, kan penyu umurnya sampai seratus tahun lebih….

Kadang nekat, tidak mau kalah dengan profi, sok berani…

Banyak pemandangan yang sangat indah yang boleh kami nikmati, yang mana di Mainz, jelas tidak ada.

Kalau soal makan…??? Jangan ditanya, Itu memang hobby kami berdua…Dj. hanya ingin sarankan, anda tidak perlu ke Jimbaran untuk makan seafood, karena 2008 kami pernah kaget. Makan berdua, harus bayar di atas Rp. 3,- juta. Tapi apa boleh buat, makanan sudah dalam perut, ya harus dibayar. Memang asyik, makan malam di tepi pantai dengan iringan “live musik” dan suara deburan ombak., sangat romatis.

Kalau anda tokh ingin makan di sana, silahkan tanyakan dulu harganya, atau paling tidak lihat harga di “menu card”, kalau ada. Jangan asal pesan atau milih, saat itu kami hanya makan 1 Lobster, 10 kerang dan 1 ekor ikan, tidak banyak sih. Malah dikasi tau, nasi dan cha kangkung (bukan mbak DA punya lho ya), semua gratis. Ini photo 2008 saat makan malam di Jimbaran mBali.

Lain lagi dengan di Bali Collection di Nusa Dua / Benoa , banyak rumah makan yang enak-enak dan jelas bersih. Bahkan harganyapun okay, ingin makan sea food…??? Kami sudah mencobanya dan jauh lebih murah…….!!!

BBQ…??? Juga ada, malah sangat okay… Apa saja yang anda ingin makan di sana, semua ada.

Kalau tokh anda ingin makan BBQ di Naughty Nuri´s, lebih baik yang disarankan oleh Lembayung, di Jln. Batu Belig 41 Kuta. Kelihatan dari photonya Lembayung, suasana lebih indah dan bersih. Kalau yang di Ubud, tempatnya kurang nyaman dan sangat rame, sempit, tidak bisa menikmati makanan dengan relax.

Juga untuk oleh-oleh, lebih baik anda langsung ke pusat perbelanjaan oleh-oleh di toko Krisna. Kami sedikit menyesal, karena di malam terakhir baru berbalanja di sana. Ternyata banyak barang yang jauh lebih murah dan bagus-bagus daripada yang dijual di tempat lain. Pusat perbelanjaan Krisna juga sangat okay, bersih, rapi dan hampir semua yang anda cari untuk oleh-oleh, ada di sana (banyak pilihan). Jelas kalau mas Anoew cari pramugari, ya tidak ada….. hahahahaha….!!!!

Dan yang jelas, dengan hanya 5 ribu rupiah, barang anda bisa di pack dalam kardus dengan rapi. Sayang Dj. tidak ambil photo, karena takut dimarah pegawai toko… hahahahahaha…!!!

Mengenai tukar uang, usahakan anda sedikit bersabar dan harus hati-hati, karena sudah banyak orang nakal. Untung saat itu adik Dj. datang dari Jakarta nengok kami di mBali, jadi kami ditemaninya untuk menukarkan uang kami. Walau demikian, kami ada pengalaman yang sangat aneh dan lucu… saat kami pikir, kami menemukan tempat tukar uang di jalan Legian, yang ditulis “Authorized” dan cukup besar nilai Euronya.

Setelah terjadi tersetujuan, maka kamipun cukup senang, Dj. serahkan uang Euro, karena semua kelihatan okay….Tidak disangka, saat dia sudah selesai hitung uang rupiah, kami tidak boleh ambil, sedang uang kami sudah masuk dalam laci dia. Kemudian…

Dia serahkan uang rupiah kepada kami dan kelihatan semuanya beres, tapi saat kami ambil uang dan akan hitung lagi, e… dia marah. Adik Dj. segera mengenali gelagat tidak baik dan tegur itu orang dan berkata, jangan main-main, tidak baik Bli…Langsung orang tersebut kaget dan pura-pura lupa, dia minta komisi 10%, jelas adik Dj. tidak kasi, karena sudah transaksi dan uang sudah dihitung, kok sekarang baru minta komisi 10%.

Akhirnya itu orang membatalkan dan uang Dj. dia kembalikan, tapi adik Dj. sedikit mengingatkan Dj. agar uang Euronya dihitung lagi. Benar, ternyata kurang 1 lembar dan setelah ditanya, sedikit bingung dan pura-pura cari-cari….Dj. sedikit senyum, setelah itu orang bilang…. ini ada yang jatuh (di tempat dia berdiri…..) hahahahahahahaha….!!!

Dj. melihatnya sangat lucu, orang mau cari makan, ada saja akalnya, Dj. yang malah kasihan dan bilang ke adik Dj. yang kelihatan mau marah…. Janganlah, kasihan….

Dj. yakin, tidak semua penukaran uang di mBali, seperti yang Dj. ceritakan di atas. Namun demikian, anda perlu berhati-hati, jangan sampai dikadali….Orang mBali biasanya sangat jujur, tapi dijaman sekarang ini, banyak juga orang nakal, yang ingin mendapat keuntungan dengan mudah.

Photo di bawah ini, ada cerita lain lagi yang cukup lucu…..Susi ingin membeli layang-layang khas mBali di mBali Collection untuk oleh-oleh David. Dj. tidak ikut-ikutan, malah ambil jarak (tidak ikut masuk toko), karena Susi tokh bisa berbahasa Indonesia. Tapi karena tidak jauh juga, maka Dj. masih bisa dengar percakapan mereka.

Saat Susi pegang layang-layang, yang punya toko langsung dengan bahasa Inggris, kasi tau harga itu layangan. Karena Susi belum berkomentar, maka si penjual masih juga berkata dengan harga yang sudah murah (katanya). Mendadak dia kaget, setelah dengar Susi dengan bahasa Indonesia menjelaskan, bahwa kamarin dia lihat harganya lebih murah. Orangnya langsung tertawa ngakak, kok ada bule bisa bahasa Indonesia dan bisa nawar, lagi… hahahahahaha….!!!

Beberapa saat kemudian, dia kasi layangan dengan harga yang Susi katakan, hanya dia bilang, jangan kasi tau ke orang lain. Kamudian ada orang bule juga mau beli, tapi harganya jauh lebih mahal dari yang Susi bayar. Setelah si bule beli dan pergi, maka si penjual dan Susi, sama-sama tertawa….Seolah mereka sudah lama kenal dan yang paling aneh, dia jualan Rok, dia malah mau jual ke Susi dengan harga yang Susi mau.

Dia bilang, coba dulu, kalau pas, boleh ambil….. Susi coba dan pas, bahkan Susi senang. Akhirnya mereka bukan baku tawar, Susi malah minta agar si penjual kasi harga. Sedang si penjual maksa agar Susi kasi berapa saja…. Aneh kan….??? Biasanya tawar-menawar, sekarang malah saling mau kasi….

Akhirnya Susi kasi uang, tapi sebahagian dia kembalikan, dia bilang terlalu banyak…. hahahaha…!!! Saat Dj. ambil photo ini, mereka masih tertawa seperti ketemu kawan lama. Puji TUHAN….!!! Kasih itu memang sungguh sangat indah….!!! Tanpa harus melihat dengan siapa kita berjumpa, bisa seperti teman lama.

Photo di bawah ini di tahun 2008, karena Susi nawar barang, sampai yang punya toko juga terkesan ramah. Bahkan sudah seperti teman dan minta photo bersama Susi. Sampai cucu Dj. lihat dengan heran, kok eyang mau photo dengan yang jualan….? Berteman dan bersahabat, jangan melihat wajah, jabatan atau kekayaan, maka kita akan banyak teman.

Dan ini bukan kali pertama dan terakhir yang terjadi, pernah kami di Surabaya 1987, ke Apotheke mau beli obat. Sesampai kami di Apotheke, pas mau tutup, tapi yang punya Apotheke masih bersedia melayani kami. Sambil melayani, kami ngobrol kiri kanan… Yang aneh, mereka malah mengajak kami besoknya sama-sama ke Gereja. Opo tumon…???  Ini Photo, Susi bersama suami istri yang punya Apotheke, sampai sekarang photo ini kami simpan.

Cerita lain lagi…. (sayang tidak ada photonya). Tahun 2008 , kami beli ticket di kantor Sriwijaya Air di Surabaya saat itu kami diantar oleh adik Dj. Mbak yang melayani kami, berkata Surabaya – Semarang masih ada ticket promo yang murah. Dj. serentak berkata… Puji TUHAN…!!! Kami beli 2 ticket, tapi ternyata harus dibayar dengan kartu kredit Bank Mandiri. Lha kami mana punya kartu Bank Mandiri ….??? (sama saja boong… hahahaha….)

Apakah kebetulan atau apa namanya, di sebelah kami juga ada pasangan (suami-istri) yang sedang beli ticket juga. Mendengar pecakapan kami, maka sang istri malah menawarkan kartunya, agar kami bisa membeli ticket dengan murah. Jadi kami hanya memberi uang kepada mereka seharga ticket yang kami terima, seolah kami beli ticket ke mereka. Hanya dengan mendengar kata “ Puji TUHAN….!!! “ kami sudah bisa menambah saudara.

Tidak perlu kita bertanya… Agamamu apa…??? Kelakuan (tingkah laku) kita bisa dilihat orang, apakah kita anak-anak TUHAN yang memiliki cinta kasih atau tidak. TUHAN mempertemukan kami dengan orang-orang yang bermurah hati…. Banyak kejadian yang aneh, yang kami alami dalam hidup ini. Kami yakin, hanya karena kuasa Kasihnya yang selalu menaungi kami, dimana saja kami berada, Dia juga bersama kami.

Photo di bawah, saat kami ke Ground Zero di Jalan Legian mBali, sayang tidak sebagus 2008, yang mana saat itu masih sangat bersih. Sekarang dimana-mana tanaman dan kelihatan kurang terawat. Jadi seperti batu nisan yang sangat besar, hanya tidak ada pohon kambojanya…. (sudah diambil oleh mbak Pratiwi) hahahahaha…!!!

Tapi… di Hard Rock Cafe shop, Hard Rock Hotel Shop, masih tetap bagus, perlu dikunjungi untuk beli oleh-oleh yang tidak ada di toko Krisna. Mungkin sekedar mampir dan istirahat minum kopi, atau susu coklat panas di Starbucks Coffee…??? Walau Dj. tidak minum kopi, tapi senang hirup aroma kopi dan tidak ada salahnya antar istri minum kopi di tempat yang bersih dan nyaman, sambil istirahat sejenak.

Okay….Harapan kami, anda semua akan bisa menikmati liburan di mBali dengan senang dan relax. Sampai jumpa dengan oret-oretan yang akan datang.  Maaf bila cerita di atas kurang berkenan di hati anda.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang setia menayangkan dan anda semua yang menanti hari Selasa, juga untuk semua komentar yang menyenangkan….Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, senantiasa menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz (sambil angkat tangan…..)

Tschüüüüüß….!!!

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

90 Comments to "Kesan Selama Liburan 2012"

  1. Dj. 813  1 December, 2012 at 18:34

    Hallo Evy, bidadarai….
    Terimakasih sama-sama, sudah nengok disini….
    Terimakasih juga untuk pperhatiannya.
    Hahahahahaha…. jadi kita sama-sama orang kampoeng ya….???
    HALELUYA…. !!!
    Okay, salam manis untuk Texas kampoeng, atau Kampoeng Texas….!!!
    Sehat selalu ya….

  2. Evi Irons  1 December, 2012 at 08:43

    gak masalah lah mau Oom Dj tulis ribuan kali tapi saya tetap senang membacanya. Terima kasih atas infonya, gak tahu deh kapan bisa ke Bali lagi.., kita sama-sama orang dari Kampung nih..Oom!

  3. Dj.  8 November, 2012 at 19:58

    Ibu Matahari…..
    Tidak mau dipangil Djoko, maunya dipanggil ” Dj. ” saja….
    Biar lebih akrab lagi….
    Mumpung ada yang ngajakin akrab-akraban….
    Jadi nawar sedikit boleh kan…???
    Karena kalau Djoko, masih kebanyakan, kan ada “oko” nya….
    Jjadi dikurangi lagi, agar lebih ringan…Hahahahahahahahaha….!!!

    Well, mengenai pajak gereja, itu memang negara yang ambil, bukan gereja.
    Itu juga sebagian untuk mengaji para pendeta dari pemerintah.
    Olehnya, pendeta di Jerman gajinya besar…
    Banyak orang mau jadi pendeta, bukan karena panggilan iman, tapi karena melihat masa hidup mereka
    yang baik. Langsung ada rumah, ada penghasilan tetap dan ada libur yang 30 hari, atau lebih / tahunnya.

    Nah ya, jadi mereka tidak memungut dari jemaat dirumah-rumah

    O ya, mengenai strika, cuci piring, ngepel lantai, itu sudah kerjaan Dj. sejak kecil.
    Saat ikut kaka, setiap hari harus kerjakan hal itu, jadi tidak aneh untuk Dj,
    Olehnya dirumah, Dj. malah kerjakan dengan senang hati.
    Duluuuuuu…. karenan kaka Dj. kalau kerja masih harus pakai baju dinas.
    Jjadi dia hanya mau,kalau bajunya di strika oleh Dj., pasti licin.
    Walau waktu itu, kalau mau strika, mesti bakar arang dulu.
    Sekarang mah sangat mudah, tinggal nyolokin ke colokon strom, trunggu sebentar juga sudah panas.
    Karena Dj. suka strika, maka trika kami beli yang mahal sekalian,sebagai hobby… hahahahaha…!!!
    Tidak hanya baju Dj. dan baju Susi saja, tapi juga baju anak-anak, semua Dj. yang strika.

    Juga Dj. suka cuci piring dengan tangan, walau Susi sering bilang, dengan masin lebih mudah dan
    lebih irit air.
    Tapi kalau piring kotor dimasukan dalam masin dan nunggu sampai besok baru penuh…
    Waaah…Dj. sudah tidak sabar, Dj. ambil keluar lagi dan cuci dengan tangan, paling 5 menit selesai…
    Hhahahahahahahaha….!!!

    Tapi yang aneh, kalau nyuci pakaian dengan mesin, Dj. juga tidak mudeng.
    karena banyaknya program, harus ini dan itu.
    Nah kalau ini Dj. serahlan ke Susi…

    Kalau masak, ya gantian, kalau Dj. nganggur dirumah, ya masak.
    Tapi kemarin, Dj. beli ayam ppanggang saja yang muudah dan Daniel ( si Ragil )
    Bikin sambal terasi dan lalapan romana kohl.
    Hhhhhmmmm…. satu ayam panggang, habis untuk kami bertiga.
    Hahahahahahaha…..!!!

    Okay….
    Jadi banyak cerita, sorry…
    Salam manis untuk ibu Matahari sekeluarga dari kami di Mainz.

  4. matahari  8 November, 2012 at 16:00

    Mulai sekarang saya panggil Djoko saja….walau saya sebenarnya segan…tapi panggil nama memang lebih akrab…Terimakasih untuk penjelasan pajak gereja….kami juga bayar ada utusan gereja memasukkan giro ke kotak surat ..atau bayar cash dan mereka akan datang ambil di tanggal dan jam yang mereka tulis di surat itu…dan jemaat bebas mau bayar berapa…biasanya kami isi 50 euro…itu setahun…di beberapa tempat ditentukan minimal 35 euro/thn….saya kurang tahu apa ada pajak gereja dari gaji karena kami tidak pernah perhatikan…Dana dari jemaat itu sama seperti gereja gereja di Indonesia…kalau ada yang sakit…gereja akan menyediakan boeket bunga untuk diberikan….dan orang orang lanjut usia akan mendapatkan hadiah natal dari dana gereja…jemaat muda melakukan kerja sosial ke eropa timur juga dari dana gereja…dll…

    “Ada yang suka diskusi, ada yang suka ribut, walau bukan themanya….
    Mungkin kebanyakan waktu dan tidak ada kerjaan yang lain.
    Dari pada cari masalah. mending bantu istri masak kek, strika kek, ngepellantai kek…
    Atau mijetin istri yang cape kerja. Pergi bersama keluarga picknick.
    Kan ini malah bikin suasana keluarga tambah hangat dan tidak ribut dengan istri dan mungkin malah kalau kebayakan waktu, bisa-bisa bertengkar dengan keluarga…
    Hahahahahahahahaha…..!!!

    Djoko…suami saya harus baca komentar yang ini…agar dia juga bantu saya setrika baju baju nya yang selalu tangan panjang dan sangat repot..karena harus benar benar licin..unutk dipakai ke kantor…hehe

  5. Dj.  8 November, 2012 at 14:46

    Ibu Matahari…..
    Terimakaksih, sudah sangat perhatian…
    Setahu Dj. bagi mereka yang tidak dikenakan pajak gereja, dikenakan pajak lingkungan ( entah apa itu ).
    Jadi tidak ada pajak mesjit.
    Pajak pemerintah, pajak gereja, pajak lingkungan, dibayar oleh setiap orang yang punya upah.
    Bukan per keluarga, Dj.. bayar, Susi bayar dan anak-anak Dj. yang sudah kerja, juga harus bayar.
    Biasanya, mereka yang keberatan bayar pajak gereja, mereka keluar dari gereja.
    Tapi bukan berarti mereka tidak percaya lagi, hanya menghindari pajaknya saja.
    Mereka tidak terdaftar lagi disatu Jemaat.
    Mereka masih pergi kegereja, tapi tidak ada hak, misalnya ada acara-acara gereja.
    Dan yang kasihan, kalau sampai terjadi hal-hala yang tidak diinginkan, maka gereja lepas tangan.
    Pajak gereja, tepatnya Dj. tidak tau, hanya beberap % saja.

    Dj. ini orangnya tidak mau banyak mikir hal-hal kecil, apalagi yang besar…. hahahahahaha…!!!
    Lha kadang teman sudah ribut, karena uang Natal dikurangi.
    Untuk Dj. , Dj. anggap itu uang sebagai hadiah saja, mau dikurangi, ya silahkan, ditambah ya syukur.
    Apalagi, kalau dengan pajak naik, emang bisa apa, mau merubah juga tidak mungkin.
    Ya terima saja apa adanya, daripada banyak pikiran.
    Dj. hanya lihat upah Dj. yang paling bawah, netto setelah dipotong ini dan itu.
    Itulah hak Dj. untuk kasi makan keluarga.
    Lha ngapain pusing-pusing,bikin kelompok mau protest ini dan itu…
    Mending waktunya digunakan untuk merawat bonsai atau melukis, malah tenang.

    Nah ya, memang setiap orang lain-lain…
    Ada yang suka diskusi, ada yang suka ribut, walau bukan themanya….
    Mungkin kebanyakan waktu dan tidak ada kerjaan yang lain.
    Dari pada cari masalah. mending bantu istri masak kek, strika kek, ngepellantai kek…
    Atau mijetin istri yang cape kerja. Pergi bersama keluarga picknick.
    Kan ini malah bikin suasana keluarga tambah hangat dan tidak ribut dengan istri dan mungkin malah kalau kebayakan waktu, bisa-bisa bertengkar dengan keluarga…
    Hahahahahahahahaha…..!!!

    Okay, mau mandi dulu, mau siap-siap pijet ( Rezept ) dan pootong rambut, lalu pitnes…
    Salam manis dari Mainz, untuk Ibu Matahari sekeluarga dirumah.
    Sayang di Mainz, mataharinya mendeleb.

  6. Dj.  8 November, 2012 at 14:26

    Dewi Aichi Says:
    November 8th, 2012 at 04:44

    Akhir bulan ini Pak….insyaallah …..mudah mudahan tidak ada halangan apapun…
    ——————————————————

    Mbak Dewi….
    barusan ada saudara yang chatting di FB, selalu panggil boss, Dj. tidak suka dengan panggilan itu.
    Juga tidak suka dipanggil “pak!”
    Karena Dj. masih muda, baru sebulan lalu umur 60.
    Jadi maaf, tolong panggil “mas”, “dik” atau “nyong”, ya, Dj. risi dipanggil “pak”
    Hahahahahahahaha….!!!

    Wah, kalau Dj. jjadi berangkat Tgl. 15 ini, bisa bertemu dong ya. Sayang gagal, padahal ticket sudah ditangan. Nah ya, siapa tau lain kesempatan ya mbak….
    Salam manis dari Mainz.

  7. matahari  8 November, 2012 at 05:45

    “Kalau di Jerman, saat molai kerja, baik full atau part time, sudah langsung diambil dari Haji,
    untuk bayar pajak negar, pajak gereja, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran, asuransi hari tua dan yang lainnya. Maka, sering apa yangf kami terima hanya sekitar 60 -70% dari gaji kita yang sebenarnya.
    Kecuali pepgawai negri, tidak bayar asuransi kesehatan yang diambil dari gaji.
    jadi privat.”

    Pak Djoko…mengenai pajak gereja…bagaimana kalau yang tidak nasrani? Apa di German mereka tahu agama setiap orang?Dan..kalau orang tersebut Nasrani apa wajib bayar pajak gereja dan kalau keberatan bagiamana ? berapa pajak gereja per tahun ..itu dihitung per orang yang punya income atau per keluarga ? Dan kalau muslim apa ada pajak untuk mesjid juga? Maaf yang ditanya banyak….

  8. Dewi Aichi  8 November, 2012 at 04:44

    Akhir bulan ini Pak….insyaallah …..mudah mudahan tidak ada halangan apapun…

  9. Dj.  8 November, 2012 at 04:34

    Waaaaaw….
    Ada 16 saudara yang memberikan jempolnya.
    TERIMAKASIH….!!!
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *