Bercintalah Denganku (2)

Anoew

 

Artikel sebelumnya: Bercintalah Denganku

 

Laki-laki itu tak tahu berapa lama berada dalam kegelapannya. Mati atau apa, ia tak mengerti, yang ada hanyalah kegelapan pekat. Paling tidak itulah yang dirasakan. Lalu pelan-pelan ia melihat cahaya terang berkilau di kejauhan. Entah cahaya apa dan dari manakah itu ia tak perduli karena, semangatnya mulai timbul. Lantas laki-laki itu mengangkat tangannya dengan susah payah, berusaha menggapai cahaya itu tetapi belumlah ia sampai, cahaya itu memudar. Aneh, gumamnya dalam hati sambil terus merangkak, mengapa terasa makin dekat cahaya itu justru semakin pudar?

Tiba-tiba terdengar suara, “Kenapa..?

Eeeh..?” Laki-laki itu tergagap ketika tiba-tiba muncul sosok di depannya berdiri menjulang dengan sinar kemilaunya, yang disadarinya kemudian bahwa itu adalah betis seorang gadis. Gadis berambut sebahu, bermuka oval dengan sebaris kumis halus di atas bibirnya yang berlekuk indah, dan sepertinya selalu basah.

Iiih….,” jerit lirih gadis itu sambil menarik roknya ke bawah begitu disadarinya tatap mata si lelaki mengarah ke pahanya.

Nggak pa-pa.. nggak pa-pa..” laki-laki itu berusaha bangkit sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling dan takjub, betapa tak masuk akal saat disadarinya bahwa ia berada di tempat parkir armada belakang base camp, dekat sumur tua itu.

Kok aku ada di sini? Sejak kapan?

Wah nggak tau, Pak. Mungkin dari kemarin sore.” Windy menjawab, masih dengan tatapan mata ingin tahu. “Tadi kucari ke ruangan Bapak belum datang, trus kucari ke mess juga nggak ada, padahal jam delapan nanti kan mau toolbox meeting.

Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepala, mengusir desah hantu gadis  yang masih terngiang di kupingnya itu. Lalu ditatapnya Windy yang masih terus memperhatikan tingkahnya dengan alis berkerut. “Kenapa?” Tanyanya, agak gusar.

Gadis itu menggeleng sambil tersenyum, lantas mengulurkan tangannya dan merangkul bahu si lelaki sambil berujar “Sini, aku bantu.

Laki-laki itu menurut, membiarkan tangan mulus itu merengkuh bahunya dan mengalirkan rasa hangat ketika buah dada si gadis lembut menempel. “Aku baik-baik saja, Wind..” setengah mengeluh ia berujar.

Masak, sih? Padahal tadi kulihat…

Sssst…!” Tiba-tiba lelaki itu membungkam kata-katanya dengan meletakkan jarinya ke bibir si gadis, lalu menoleh ke arah sumur. Kembali ia mendengar desah hantu gadis yang membangkitkan rasa birahi aneh yang tak dimengertinya. Laki-laki itu seolah merasakan suatu kekuatan gaib menariknya, agar ia berbalik arah ke tempat parkir armada di mana sumur tua itu terletak di belakangnya.

Sesampai di sana dengan mengendap, ia melongokkan kepala ke dasar sumur yang gelap dan berusaha menajamkan pendengarannya, menggapai ke dasar sumur.

Jangan tinggalkan aku…, bercintalah denganku…” suara itu sayup terdengar, separuh merintih.  

Lalu sekejap, sepasang tangan terjulur ke arah lehernya dengan cepat. Laki-laki itu tak sempat menghindar dan sempat tercium olehnya bau cendana yang sepertinya keluar dari tangan itu. Dia panik, nafasnya tercekik dan dengan kedua tangannya bertumpu di bibir sumur, ia berusaha menahan tubuhnya dari tarikan tangan yang berusaha menariknya ke bawah.

Sungguh sial.

Paak…..?” Suara desah lain terdengar.

Laki-laki itu semakin panik.

Bapaaaak..?!” Kembali suara itu terdengar, kali ini disertai dengan tarikan kedua tangan di pundaknya yang menarik ke atas.

Laki-laki itu terhenyak, dan menoleh. “Eh Wind? Syukurlah..!” Desahnya lega saat disadari yang menariknya itu adalah tangan mulus si Windy. Dan itu sungguh menenangkan hatinya, juga membuatnya kembali hangat.

“Bapak lihat apa? Kenapa ke sini lagi?”

Laki-laki itu hanya menggeleng-gelengkan kepala tak menjawab, ia sendiri juga tak mengerti kenapa.

Ayo Pak kuantar pulang ke mess, Bapak kusut sekali..” ujarnya sambil menepiskan-nepiskan debu yang melekat di baju laki-laki itu “dan bau,” lanjutnya tersenyum lebar.

******

Meeting koordinasi pagi itu seperti yang sudah-sudah, terasa membosankan karena menurutnya hanya membahas tentang safety working dan peningkatan produksi yang harus dikejar. Sepertinya tak ada hal lain lagi yang lebih menarik untuk dibicarakan selain itu seperti misalnya, kapan para karyawan mendapat kenaikan gaji. Sejenak terbersit pikiran itu membuatnya tersenyum geli, lantas ia segera merenungi MOM di tangannya dan mencoba mencerna point-point yang akan disampaikan olehparty chief. Nah ini dia.., gumamnya sambil membolak-balik beberapa lembaran kertas itu. Ada sesuatu yang aneh dan tak dimengertinya karena, lintasan survey berikutnya akan melintasi sebuah sumur tua yang seharusnya tak boleh dilakukan kegiatan di sana. Lalu dia mengangkat tangannya hendak bertanya tetapi…

Ssst Pak.., jangan bersuara dulu.

Laki-laki itu terkejut, dan menatap Windy yang duduk di sebelahnya. Gadis berkumis tipis itu mendesis seperti berbisik tapi suaranya terdengar tegas.

Kenapa?” Tanyanya bingung. Juga dengan berbisik.

Gadis itu hanya diam, alisnya mengerut dan bibirnya mengerucut.

Kenapa nggak boleh?” Tanyanya lagi, kali ini dengan cubitan kecil ke paha gadis di sebelahnya itu.

Si gadis terpekik, lantas balas mencubit perutnya dan berbisik “nanti kukasih tau, kalian membuatku bingung,” matanya mengerling galak.

Kalian? Siapa yang ia maksud dengan kalian? Gumam laki-laki itu tak mengerti lalu membuka mulutnya ingin bertanya lagi tapi ditahannya karena meeting mulai berjalan makin serius, dan ia tak ingin terlihat sebagai si pembuat onar. Tapi rasa gelisah yang menyergap hatinya membuat tersiksa dan tak nyaman untuk duduk. Lalu samar-samar, tercium bau cendana dan ruangan meeting itu seperti kabur. Orang-orang di sekelilingnya juga tampak kabur, seperti segumpalan asap berbentuk manusia. Dan kembali ia mendengar desahan itu…

******

Wind, apa maksudmu di ruang meeting tadi itu?” Setengah mendesak laki-laki itu meminta penjelasannya, sesaat setelah meeting berakhir dan mereka berdua ke luar dari ruangan.

Kemarin Bapak pingsan” gadis itu melipat tangannya ke dada lalu melanjutkan, “di dekat sumur tua halaman belakang base camp. Dan kulihat dari dalam sumur ada sepasang tangan mau menarik Bapak masuk ke dalam.

Laki-laki itu terkesiap. “Lalu, apa yang terjadi setelah itu?” Ia mengeluarkan rokoknya, menghisap dengan gelisah.

Bapak nggak merasa ada yang aneh? Bapak nggak lihat ada sesuatu yang janggal?

I  iya., iya..” Dia menelan ludah dengan susah payah. “Lalu apa hubungannya dengan laranganmu tadi?

Bapak nggak sadar, kalau dari kemarin itu sebenarnya sudah di alam lain?” Windy mengangkat alisnya, lalu sambil mendekatkan wajah ke laki-laki itu ia menegaskan “di depanku sekarang ini ada dua jiwa.

Aku kemasukan??” Laki-laki itu heran.

Windy  hanya menatap matanya, tanpa menjawab.

Si lelaki terdiam, teringat dengan pengalamannya masuk merambah hutan mengikuti arwah seorang gadis yang membutuhkan pertolongannya lantas, ia terjerumus ke dasar goa yang ia sendiri pun tak mengerti.

Jadi di tubuhku sekarang ada jiwa lain yang merasuk dan, kamu bisa mendengar jiwa itu berbicara?” Laki-laki itu melongo.  

Gadis itu menyipitkan matanya lalu menyahut, “begitulah.. di tubuh Bapak sekarang ini ada jiwa orang lain, jiwa orang yang sudah mati.”

Siapa dia., atau, seperti apa wujudnya?” Kejar si lelaki.

“Perempuan, masih muda dan.. cantik.” Windy memberi penekanan pada kata ‘cantik’. 

Laki-laki itu menggelengkan kepala berulang kali. Tidak, ini tak mungkin terjadi, ujarnya dalam hati. Goa bawah tanah, gadis dengan perut berlubang, tangan yang nyaris terpisah, ajakan bercinta keroyokan, dan sekarang jiwa lain yang merasuk.. hmm.. Lelaki itu menghisap rokoknya dengan gundah sambil matanya menerawang jauh.

Ayo..” Sergahnya kemudian sambil menyeret tangan Si Windy.

Mau ke mana?

Ke Hutan tempat kemarin aku pergi. Di sana ada sebuah lobang seukuran tubuh manusia dan aku terperosok ke dalamnya, hingga akhirnya terdampar di sebuah goa.”Jawab si lelaki sambil membanting rokoknya, lantas melumat-lumatnya dengan gemas.

Windy mengangguk setelah sebelumnya mengatakan hendak ke mess terlebih dulu untuk berganti pakaian, karena dirasanya kurang nyaman bila harus ke hutan dengan mengenakan rok mini. Laki-laki itu setuju, lantas keduanya beranjak ke tempat parkir.

Dan sayup-sayup terdengar tawa mengikik di kejauhan, panjang seolah tiada henti.

Hiiii hihihi… Hiiiii hihihi… Hiiiii hihihi…Hiiii..

******

Dengan diantar Windy, selama perjalanan laki-laki itu kembali mengingat-ingat apa yang telah terjadi di goa itu, setelah segalanya menjadi gelap akibat dicekam rasa takut dan pengaruh mistis yang tak dimengertinya. Hutan, gadis yang melayang, lobang yang tersamar hingga akhirnya empat sosok gadis di dalamnya yang membuatnya tak habis pikir karena, mengajak bercinta. Itu semua membuatnya pening kepala.

Boleh aku merokok, Wind?” Dia bertanya sambil menoleh, memperhatikan gadis di sampingnya yang mengemudikan kendaraannya dengan penuh konsentrasi, mengingat jalan yang ditempuh bukanlah mulus, melainkan terjal dan berkelok.

Boleh aja, Pak. Aku buka jendelanya, nggak usah pakai AC kalau begitu.” Jawabnya tanpa berpaling.

Selama perjalanan yang diselingi dengan obrolan sesekali karena gadis itu harus berkonsentrasi mengemudi, laki-laki itu baru tahu bahwa Si Windy ini ternyata bisa melihat arwah atau sesuatu yang gaib. Itu mengherankan si lelaki karena selama bergaul dengannya, penampilan gadis itu sungguh jauh dari kesan seseorang yang menyukai hal-hal mistis. Gadis berwajah manis, berkumis tipis dan selalu ceria dalam pembawaannya itu ternyata menyukai segala sesuatu tentang dunia gaib hmm… Dan rupanya dia mulai terbiasa melihat segala hal yang tak terlihat oleh mata biasa itu sejak kecil. Menurutnya, arwah yang meninggal dengan tidak wajar selalu mencari cara agar bisa hidup kembali, salah satunya dengan mencoba merasuk ke tubuh manusia saat pemiliknya lengah.

Satu lagi hal lain yang dipelajari oleh laki-laki itu adalah, ternyata dia tak bisa terpisah jauh dari Si Windy. Gadis itu memiliki aura yang kuat bersinar. Mungkin karena itulah dia bisa melihat arwah dan segala sesuatu gaib yang tak terlihat oleh mata biasa. Dekat dengannya, laki-laki itu bisa melihat dunia nyata dengan lebih jelas dibandingkan saat sebelumnya, ia tersesat dalam dunia arwah yang aneh seperti kemarin dan pagi tadi itu.

Apa Paaaaak…?” Merasa diperhatikan terus menerus oleh laki-laki itu, sekilas Windy menoleh.

Laki-laki itu menggeleng, lalu sambil tersenyum menjawab “ah, enggak..

“Sudahlah, ayo duduk manis dan diam” dia berkata sambil membasahi bibirnya. 

Lalu keduanya terdiam, sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri. Gadis itu berkonsentrasi mengemudi, sedangkan si lelaki menyandarkan kepala sambil menikmati rokoknya setelah sebelumnya memutar lagu dari pemutar musik di mobil itu.

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

24 Comments to "Bercintalah Denganku (2)"

  1. Fidelis R. Situmorang  12 December, 2012 at 01:08

    Hehehe… Ketawa terus aku baca ini, apalagi waktu si kumis tipis dicubit pahanya

  2. anoew  9 November, 2012 at 20:46

    Sudah Wik, malah kalau gk salah aku yang dikasih tau pas dia mau posting di blog-nya. Memang mantep ibu itu, cerpennya sangar dan sadis tapi, asik. Dan yang pasti, mereka yang bercinta itulah yang sangat tau memaknai hidup.

  3. Dewi Aichi  9 November, 2012 at 20:32

    Anoew….udah baca kan yang cerpennya Wesiati yang juga ngajak bercinta;;;?

    Begini nih:

    “Bercintalah denganku di sini. Di rerumputan, di Bawah sinar rembulan.”

    Mata perempuan itu berkilat-kilat, seperti mendengar ide nakal yang menyenangkan.

    “Siapapun yang menangkap basah kita, hanya akan mengatai kita , dasar gila!”

    Perempuan itu tertawa. Lalu mulai menciumi bibir lelaki di depannya. Bulan menyinari wajah mereka. Dua manusia bergumul d alam yang sepi di alam terbuka.

    “DI TEMPAT LAIN TERJADI KEGADUHAN KARENA DUA ORANG DILAPORKAN MENGHILANG DARI RUMAH SAKIT JIWA”

    He he he he he..Anoew…semoga salah satunya bukan dirimu…

  4. anoew  9 November, 2012 at 20:03

    Anehkah dengan wanita yang berkumis tipis atau, berbulu halus di kaki dan tangannya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.