Diam Tak Selalu Emas

Suaedi Esha

 

Saya ingin mengajak Anda mengingat sebuah dialog yang ada dalam film The Matrix Revolution. Terlepas dari segala kontroversi isu di balik film ini, tidak ada salahnya saya kutip dialog dari salah satu tokohnya. Dalam film tersebut, ada seorang tokoh utama bernama Morpheus. Dia mengatakan, ” There is difference between knowing the path and walking the path.” Sangatlah berbeda, antara orang mengetahui sebuah jalan dengan seseorang yang menapaki jalan tersebut. Tidaklah sama derajatnya, antara orang yang mengetahui sebuah ilmu dengan seorang hamba yang mengamalkan ilmu pengetahuan.

Mengetahui saja, sama sekali tak cukup. Kita harus merealisasikan apa yang kita ketahui. Kita mengetahui apa itu definisi tentang kehidupan yang baik. Tapi pengetahuan tersebut tidak serta merta membuat kualitas hidup kita menjadi baik. Kita mengetahui apa itu kebenaran, tapi sekali lagi, tak cukup hanya dengan mengetahui. Kita wajib, mengetahui, mengikuti, menegakkan dan bergabung bersama kebenaran itu sendiri.

Di dunia ini, tak kurang jumlahnya orang-orang yang memiliki pengetahuan. Tapi apakah dunia berubah menjadi lebih baik, hanya dengan itu ? Dunia berubah, ketika orang-orang berpengetahuan melakukan sesuatu berdasarkan pengetahuan. Dunia berubah karena orang-orang yang bergerak. Semesta pun terus bergerak, untuk menjaga stabilitasnya. Bayangkan bila semesta tiba-tiba berhenti bergerak ? Akan terjadi kehancuran tak terperi.

Karenanya, diam tak selalu emas. Diam juga bisa berubah menjadi dosa. Karena dengan diamnya, sesuatu menjadi rusak. Saat itulah kita menyebutnya sebagai the sin of inaction. Dosa karena tidak berbuat apa-apa…

 

9 Comments to "Diam Tak Selalu Emas"

  1. anoew  12 November, 2012 at 20:37

    Saya kok jadi keingetan salah satu mantan presiden RI yang amat sangat suka sekali diam. Entah itu diamnya emas atau dosa.

  2. Mega Vristian  12 November, 2012 at 14:59

    Tidak banyak bicara tapi pikiran, hati dan jemari yang bicara, itu jika yang suka menulis ya.

  3. J C  12 November, 2012 at 10:08

    Tetep silence is golden…

  4. Sumonggo  12 November, 2012 at 06:59

    Terdapat peribahasa “Diam-diam menghanyutkan”, ternyata yang sering menjadi berita sekarang adalah “Diam-diam menghanyutkan ….. uang negara …”

  5. Dj.  11 November, 2012 at 21:11

    SE…
    Terimakasih….
    Jadi jangan coba cari pengetahuan, kalau tidak digunakan.
    Begitu ya, kira-kira….
    Jadi tidak usah banyak teori, tapi langsung saja berbuat.
    Memang ada benarnya, Teori ditulis dari perbuatan ( pengalaman seseorang )

    Sama dengan yang ada di Kitab Suci kami.
    Iman, tanpa perbuatan, adalah mati…!!!
    Salam,

  6. Dewi Aichi  11 November, 2012 at 20:01

    Duch tape artinya apa ya?

  7. Dewi Aichi  11 November, 2012 at 20:01

    Mana nih yang punya semboyan silence is golden….( nyariin Jc di kolong meja)

  8. Bagong Julianto  11 November, 2012 at 19:12

    Diam tubuh (=mulut-bicara-suara), nggak selalu diikuti diamnya rasa-pikir-niat….
    Mulut boleh diam nir suara, tapi hati dan perasaan demikian menggelora…. bak magma menunggu saat erupsi…

  9. Handoko Widagdo  11 November, 2012 at 12:23

    Bagaimana dengan diamnya Yudhistira?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.