Pedati (Ossenkar) Riwayatmu Telah Berakhir

Joko Prayitno

 

Mungkin kita akan menghirup udara yang lebih bersih seandainya kendaraan bermotor tidak terus bertambah dari tahun ke tahun. Ya, semenjak teknologi mesin ditemukan dan mobil sebagai alat pengangkutan barang dan manusia diciptakan masyarakat mulai mencoba alat baru tersebut sebagai alat angkutan baru maupun sebagai simbol status sosial. Imbasnya yang sangat mencolok adalah berbagai kendaraan tradisional semakin terpinggirkan dan lama-lama menghilang. Selain itu juga menghilangkan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan tradisional tersebut. Salah satu yang sangat sulit ditemukan adalah pedati yang ditarik baik oleh sapi, kerbau maupun kuda.

Pengangkutan Tebu menggunakan Pedati Tahun 1920 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Foto-foto masa kolonial Belanda dulu memberikan gambaran bahwa pedati (ossenkar) menjadi alat pengangkutan yang vital bagi masyarakat untuk mengangkut barang-barang hasil produksi mereka ke pasar maupun ke tempat lain. Pedati juga banyak digunakan untuk mengangkut hasil produksi onderneming (perkebunan) milik pemerintah kolonial Belanda. Sebagai gambaran, pabrik-pabrik gula di Jawa banyak menggunakan pedati yang ditarik sapi untuk mengangkut tebu, begitu juga dengan hasil perkebunan kapuk, kopi, tembakau serta beras. Terkadang pedati merupakan kendaraan perantara antara pedalaman dengan stasiun kereta. Barang dari pedalaman dibawa ke gudang stasiun untuk diangkut dengan kereta api ke tempat lain.

Pedati di Jawa Timur Tahun 1880 (www.kitlv.nl)

Pedati juga berfungsi sebagai alat pengangkutan manusia yang digunakan diwilayah pedesaan, bahkan di wilayah batavia dan kota-kota besar Jawa pada masa kolonial pedati terlihat banyak berlalu-lalang bersama dengan kendaraan tradisional lainnya. Bila kita tilik lebih jauh lagi bahwa pedati juga memberikan berbagai lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat, mulai dari peternak sapi, kerbau, kuda, hingga tukang pencari rumput, penggembala hewan, hingga kerajinan pembuatan pedati tersebut.

Pedati Terjebak banjir di Batavia 1925 (www.kitlv.nl)

Hilangnya pedati akibat kemajuan jaman dan pergeseran penggunaan transportasi yang lebih cepat telah pula mengurangi bahkan lambat laun mulai hilang lapangan-lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan sektor transportasi tradisional ini.

 

17 Comments to "Pedati (Ossenkar) Riwayatmu Telah Berakhir"

  1. Dewi Aichi  20 November, 2012 at 09:37

    woo…hobby kok njengatke…

  2. probo  20 November, 2012 at 09:35

    ayo njengatke grobag!

  3. Dewi Aichi  20 November, 2012 at 09:33

    Bu gucan…apikkkkkkkkkkkkkkkkkk….ha ha sopir grobag e sudah dikarungi LANI wakakakak…

  4. probo  20 November, 2012 at 09:15

    sama yang mestinya di komen 12

    yang khas dari gerobag

  5. probo  20 November, 2012 at 09:12

    kok ra katut grobage

  6. probo  20 November, 2012 at 09:08

    kirim foto grobag lagi ah….
    ini yang saya suka …khas grobag

  7. probo  18 November, 2012 at 09:34

    weh…grobagku ilang…kari sopir e , sapa mbak Dewi sopire grobag mau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.