Keluarga Paisan di Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA…..!!!

Sebelumnya Dj. mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini oret-oretan sejujurnya, sudah Dj. tulis pertengahan tahun ini, sebelum liburan ke Indonesia. Jadi bukan oret-oretan baru, tapi beritanya jelas belum pernah Dj., ceritakan di BalTyRa.

Semoga anda masih mau membaca dan mengenal keluarga Dj. Dan putri Dj. (si Dewi), sudah tidak lagi seperti di dalam photo di bawah. Karena saat itu Dewi masih 124 Kg dan sekarang hanya 88 Kg. dia sudah banyak menurunkan berat badannya. Okay, selamat membaca….

Kali ini Dj. ingin berbagi oret-oretan kebahagiaan bersama anda semua, bolehkan…???

Kami sekeluarga sangat bersyukur kepada TUHAN ALLAH YANG MAHA PENGASIH, yang telah membuat kami sedemikian, sehingga kami boleh menikmati kegembiraan dalam kehidupan ini. Mungkin ada di antara anda yang akan menganggap Dj. “sombong”, juga tidak jadi masalah, tapi untuk kami, adalah salah satu ungkapan rasa syukur kami, akan keberhasilan putri kami dalam belajar.

Sekarang dia sudah sah menjadi guru SMP, ngajar untuk kelas 5 sampai dengan kelas 10. Eva Saridewi Paisan, itu nama putri kami yang baru saja lulus. Kami memanggilnya dengan nama “EVA” kadang “DEWI” atau si “NDUT”, karena dia memang sejak kecil sudah ndut.

Walau saat kecil, dia banyak belajar menari tarian Jawa, seperti tari kuda lumping, tari merak dan yang lainnya, dengan penuh semangat. Dewi cukup cerdas, kalau temannya belajar beberapa kali baru bisa, maka Dewi hanya latihan 2X dan sudah bisa. Hanya saja, harus sering beli pakaiannya, karena tidak lama dan sudah tidak muat lagi. Jelas pakaian tari yang kami pesan dari Jogja dulupun tidak murah, tapi ya yang namanya demi anak… Ini Dewi saat berumur 7 tahun dengan pakaian Bali, dia sangat suka pakaian adat di Indonesia.

Sampai tamat SMA, nilainya selalu bagus, bahkan dia sering nangis, kalau sampai dapat nilai 3 (8 di Indonesia), dia selalu mau nilai 1 (mungkin 10 di Indonesia), baru dia puas. Saat itu dia ingin jadi dokter hewan, dia sudah ikuti praktek, hanya sayang dia ada alergi dan disarankan ambil jurusan yang lain. Nah ya, yang namanya anak guru, akhirnya dia ingin jadi guru, dia kuliah ambil jurusan Kimia, Biology dan Agama.

Sayang, setelah dewasa dan mulai pacaran, maka nilainyapun mulai turun dan bahkan jurusan Kimia dia tinggalkan, jadi hanya Biology dan Agama. Tapai dia berjanji, kalau keuangannya nanti cukup, dia akan kembali kuliah di jurusan Kimia lagi. Menurut Dj. , Biology dan agama adalah dua jurusan yang saling bertentangan.

Puji TUHAN….!!! Dengan mempelajari Biology, maka dia semakin dekat dengan TUHAN. Saat tunangannya ajak dia nikah, dia belum mau, karena kuliahnya belum selesai. sehingga tunangannyapun pergi dengan wanita lain. Dia tidak sakit hati, malah sampai sekarang menjadi seperti teman, masih sering ngumpul dengan dia dan teman-teman lamanya. Dewipun kuliah sambil kerja di toko sebagai kasir, karena dia ingin mencukupi kebutuhannya sendiri.

Maaf ini photonya sedikit kecil, tapi cukup kelihatan jelas bukan…???

Beberapa kenangan indah yang dia pernah ceritakan, saat kerja sambilan, sebagai kasir di toko. Dia selalu cerita, dari para pembeli, dia sering dapat hadiah, baik dari laki-laki, maupun perempuan, bahkan juga dari nenek-nenek. Orang beli barang di toko dimana dia kerja, setelah bayar, taunya ada yang untuk dia, kadang coklat, post Card, bahkan bunga.

Dan ada pimpinannya yang baru, pernah menawarkan untuk kerja tetap dan akan dipindah ke toko yang baru, agar ada kesempatan untuk jadi pimpinan. Tapi Dewi cerita, bahwa dia sedang kuliah, sehingga pimpinannya kaget dan bilang… pantas kamu lain dari teman-temanmu….

Dan setelah Dewi lulus dengan kuliahnya, pernah kami bertiga berbelanja di toko dimana dia pernah kerja, sambil say Hi…ke bekas teman-temannya, taunya ada temannya yang asal nyeplos….. Eva, tolong dong… kamu kan lebih tau tentang ini….Si Dewi hanya senyum dan berkata… Hi…. aku sudah tidak kerja di sini lagi… hahahahahaha….!!!

Dan yang aneh… kalau kami jalan di kota…sering ada yang menyapa dan Dewi selalu bilang, bekas pembeli di toko dan kadang malah ada yang ngajak ngobrol dan Dewi juga layani…. Dan juga dia banyak kenal pekerja-pekerja di toko sebelah dan kadang dia makan pizza atau salad di resto sebelah dan yang punya toko tidak mau dibayar. Yu Lani pasti bisa tau, kalau sama-sama kerja di toko.

Dan juga terasa aneh…. Saat Dewi selesai kuliahnya, dia masih harus sekolah pendidikan mengajar selama 2 tahun dan sering dia ikut dalam pertemuan orang tua murid dan dirumah dia cerita. Ada orang tua murid dan bahkan muridnya yang mengenalinya sebagai kasir di toko, tapi dia jawab dengan bangga, dia hanya kerja sambilan saja, selama kuliah.

Dan kepada muridnya, dia berkata….Walau sudah kuliah, masih harus kerja untuk mencukupi biaya hidup, bagaimana dengan kalian, kalau malas belajar, mau jadi apa nantinya….???  Puji TUHAN….!!!

Sekarang dia sudah menyelesaikan kuliah dan sekolah pendidikan gurunya dengan baik. Untuk kami sekeluarga, merupakan hadiah yang luar biasa yang TUHAN berikan kepada kami sekeluarga. Mengingat saat-saat dia sekolah pendidikan guru, dia sering stress dan kadang menangis, takut kalau tidak lulus atau patah di tengah jalan. Dia ingin selalu perfect dan selalu kurang puas dengan apa yang dia sudah dapatkan.

Kadang diskusi dengan Susi dan kakak, serta adiknya cukup keras, sehingga Dj. kadang berpikir, ini anak maunya apa…??? Tapi setelah dia lulus, maka seperti ada batu pengganjal yang jatuh keluar dari dalam hati kami, beban berat yang sudah hilang. Seluruh keluarga turut bergembira, bahkan teman-teman kerjanya sering berkata, kami tau, kamu mampu….!!! Bahkan di acount nya di FB, banyak dari murid-muridnya yang memberi kata selamat (dia menjadi guru kesayangan).

Hari minggu sore kemarin, saat kami ngumpul, taunya dia berkata, aku harus ke kota, mau ngajar. Kami tertawa semuanya dan berkata… Eva…. ini hari minggu….!!! Ngajar..????

Tapi dia berkata, dia sudah janji kepada murid-muridnya, kalau dia lulus, maka dia akan menolong memberikan les gratis dan waktu bersama murid- muridnya (yang kurang pintar) belajar di pinggir sungai Rhein, karena mereka akan menghadapi test. Jadi Dj. antar ke pinggiran sungai Rhein dan benar, ternyata banyak sekali muridnya, sudah menungu Dewi.

Dj. sampai heran dan haru, ternyata murid kelas 9, sudah banyak kelihatan dewasa, bahkan sudah ada yang berjenggot… hahahahaha…!!!

Hari Sabtu sebelumnya, kami jemput adiknya di Trier, karena computernya rusak dan harus dibawa ke bengkel. Adiknya merasa sangat gembira mendengar Dewi sudah lulus dan saat kami kembali ke Mainz, maka idee dari adiknya, agar dibikin sedikit pesta kecil di salah satu Restaurant. Adiknya (si Daniel) akan ikutan andil dalam hal tersebut (maksudnya soal biaya), jelas kami tidak ijinkan.

Maaf photo di bawah, Dj. bikin sedikit buram, agar tidak jelas. Burem ya tidak jelas…..!!! Hahahahahaha….

Sedikit kagetan untuk Dewi, akhirnya kami ke Restaurant “MEXICO LINDO “. Di bawah ini sedikit dekorasi di dalam restaurant…

Sebelum kami sempat memesan makanan, maka datang sebagai cemilan ala Mexico yang dicelup ke dalam sambal ala Mexico. Dan kami mulai memilah-milih di Menu Card, apa yang ingin dimakan, maklum baru 3X ini ke Mexico Resto, jadi belum banyak kenal.

Yang jelas, minuman sudah bisa kami pesan dan kami dengan gembira, memberi Dewi satu ucapan selamat akan keberhasilannya. Dengan mengankat gelas, tanda saluute…!! Dan berharap dalam doa, agar masa depannya lebih cemerlang…!!!

Sambil menanti makanan yang kami pesan, maka kami ngobrol kiri-kanan dan mendengarkan akan pengalaman si Dewi.

Haleluya…..!!! Pesanan makananpun datang, hanya ada yang ganjil, karena appetizer nya kok tidak datang duluan…??? Haaach…??? Dj. lansung tanya ke pelayannya, mana appetizernya…??? Ya ampun….!!! Pelayannya minta maaf, dia lupa…!!! Apa boleh buat, karena dia sudah minta maaf, ya kami maafkan…Ini pesanan Susi, Daniel dan Dewo… Big Rib dengan BBQ saus dan kentang goreng.

Ini yang dipesan Dewi, entah apa namanya, tapi daging sapi, mungkin mbak DA lebih tau…

Ini yang dipesan Jana, juga tidak tau namanya, yang kami tau, ini daging ayam.

Dan ini yang Dj. pesan iga babi bakar dengan BBQ saus dan kentang.

Semua asyik makan dan puas

Hanya David yang berjuang melawan jagung rebus.

Setelah semua kenyang dan puas, maka kami meninggalkan Restaurant Mexico Lindo dan menuju ke arah mobil.

Keesokan harinya, jam 11:00 kami semua ngumpul di rumah, untuk sarapan bersama seperti biasa setiap week end…

Tak lupa kami awali dengan pujian dan doa, atas kemurahanNya yang selalu ada di tengah-tengah kami sekeluarga.

Dan setelah mengucap syukur dengan pujian-pujian yang Dj. iringi dengan gitar, maka…

Prossssst….!!!

Saat David ditanya mamanya, apa dia tau yang terjadi dengan tante Eva…??? Dia angkat dua jempolnya…!!!

Nah inilah keluarga Paisan di Mainz….

Keluarga kecil, namun kami sangat gembira, karena sayap kasih TUHAN, selalu menaungi kami sekeluarga dimanapun kami berada dan itulah iman kami.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semuanya yang dengan sabar telah menayangkan oret-oretan ini. Dan bahkan anda semuanya yang selalu setia, memberi komentar yang menyenangkan hati kami. Mohon maaf, bila oret-oretan di atas banyak salah tulis atau bahkan tidak berkenan di hati anda. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semua, sekarang… sampai… maranatha TUHAN datang.

Dan bagi yang belum puas, maka ini Susi, masih bikin kueh untuk tea time…

Maaf makan siang tidak Dj. sebut, karena sudah kebanyakan photo yang Dj. lampirkan.

Okay… okay….

Tapi hanya satu saja ya, ini daging bakar (Schwenkbraten), biasa dimakan dengan kentang bakar juga. Tapi karena yang makan orang Indonesia, jadi dimakan dengan nasi dan salad…. hahahahahaha….!!!

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

165 Comments to "Keluarga Paisan di Mainz"

  1. Dj. 813  9 May, 2013 at 17:06

    Bung Fajar ( di Jakarta )
    Terimakasih sudah mampir di oret-oretan Dj.
    Salam kenajuga dari Mainz, senang sekali, masih ada yang mau kenalan dangan
    Dj. dan keluarga.
    Ini hari kenaikan TUHAN YESUS, di Jerman dikenal sebagai hari bapak.
    Kamipun hari ini juga kumpul dirumah, seperti photo-photo diatas.
    Dengan perbedaan, bahwa hari ini, cucu kami sudah 2, tambah Sarah yan lahir 6 Minggu yang lalu

    Jadi bertambah kebahagiaan kami.
    Dan setelah sarapan tadi, kami masih ngobrolkiri-kanan dan sebentar lagi, untuk makan siang
    anak-anak akan bikin BBQ, sedang si Dewi, sudah bikinmihun goreng, kesukaan Dj.
    Okay, salam sejahtera dari Mainz, juga untuk seluruh keluarga bung Fajar di Jakarta.

  2. ignatius fajar  9 May, 2013 at 16:03

    Saya ikut senang dengan membaca tulisan dan foto2 Pak Dj, salam kenal dan salam hangat buat kelurga di Mainz.
    Fajar ( Jakarta ).

  3. Lani  25 November, 2012 at 13:49

    162 MAS DJ : malah komplit ada yg pakai mesin ada yg pake manual/tangan……..mmg betul klu mo belajar pasti bisa, tp yo kuwi mau kata mas malasssssssssss……..hahaha

  4. Dj.  22 November, 2012 at 02:00

    Benar yu….
    Sebenarnya soal kebiasaan saja….
    Kalau mau sih bisa, tapi sudah terlanjur mallas…. hahahahaha….!!!
    Pernah sekali nyuci pakaian, malah yang lain kelunturan…
    Susi tidakmarah, malah tertawa, lha yang putih, tainya Dj. tidaklihat ada yang berwarna ikut masuk mesin.
    Jadi semua pakaian yang putih ada sedikit kena warna ke biru-biiruan…
    Untung pakaian dalam, jadi masih bisa dipakai dirumah…. hahahahahaha….!!!

    Lha memang aneh-aneh…
    Ada yang putih saja, ada yang berwarna, ada yang hanya 40°C ada juga yang 60°C dan ada yang dimasak, 90°C atau entah apa lagi. Dan juga sabun cuci yang bermacam-macam, untuk wool, untuk berwarna, ada yang special untuk pakaian hitam…. wiiiis mmmbuh…!!! Hahahahahaha….!!!

    Jujur, kalau soal cuci piring, Dj. lebih senang cuci dengan tangan.
    Tapi kata Susi dengan mesin ngirit air dan bisa ditinggal kerjakan yang lainnya.
    Dj. senang cuci dengan tangan, langsung dikeringkan dengan lap dan masuk lemari. Beres…!!!

  5. Lani  22 November, 2012 at 01:21

    MAS DJ : huadoh biyung……..malah ora mudenk mengoperasikan laundry machine dan washing machine?????? weleh deleh……karo gedeg2…….nah iki yg dibilang katrok hehehe………..tp mmg sgl macam mesin itu skrng bikin mumet, banyak model baru yg keluar aku jg ora mudenk mas…………krn serba digital, banyak kenop tinggal pencet sana sini………..tp kok yo bikin bingung……….pdhal iso moco lo wakakak………..aku jian ndesit tenan……….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *