Charlie Chaplin

Suaedi Esha

 

Ingat sosok Charlie Chaplin? Iya, Charlie Chaplin yang itu, yang memiliki kumis mirip Hitler, topi tinggi hitam, jas sewarna dengan tongkat panjang. Plus gaya berjalan yang aneh dengan sepatu yang unik. Sekarang saya ingin bercerita tentang dia. Ia sangat populer. Sampai-sampai digelarlah sebuah lomba mirip Charlie Chaplin. Ratusan orang yang lulus audisi, yang mendaftar entah berapa banyaknya. Salah satu dari juri yang ditunjuk untuk menilai kemiripan peserta adalah adik kandung Charlie Chaplin sendiri.

Diam-diam, Charlie Chaplin ternyata ikut mendaftar dan ia berlomba dengan ratusan peserta lain. Beradu mirip dengan sosok Charlie Chaplin, dirinya sendiri. Lomba pun usai. Hasil diumumkan. Tapi, yang mengejutkan adalah, Charlie Chaplin yang asli tidak memenangkan perlombaan. Ironis. Ia hanya mampu duduk di urutan ketiga dalam lomba mirip dirinya sendiri.

Ternyata, tidak mudah menilai kebenaran. Dalam kasus Charlie Chaplin, para juri bahkan adik kandungnya sendiri, telah gagal mengidentifikasi keaslian. Bahkan lebih parah lagi, para juri telah memilih seseorang yang secara subyektif dianggap lebih dekat dengan sosok yang asli.

Dalam kasus ini, kesalahan mengidentifikasi kebenaran, mungkin tidak berdampak besar. Paling-paling hanya ketersinggungan personal. Itupun sepanjang saya ketahui, tidak ada laporan yang menyebutkan Charlie Chaplin marah besar. Sebaliknya, Charlie Chaplin adalah komedian brillian yang gemar mengekplorasi psikologi manusia dan respon sosial. Bagaima jika pada tataran yang lebih besar kita melakukan kesalahan identifikasi kebenaran..?

 

7 Comments to "Charlie Chaplin"

  1. anoew  19 November, 2012 at 11:17

    Hal yang sama sudah dan telah dilakukan banyak pejabat negeri ini yang tanpa sadar, melakukan seperti adik Charlie Chaplin. Tak mengenal lingkungan sendiri dan salah menilai. Lalu, melakukan hal yang disangkanya sudah benar.

  2. Lani  18 November, 2012 at 23:20

    MAS DJ : aku se777777 dgn NOBODY IS PERFECT……..tiada org yg sempurna…….tp usaha utk jd baik, semakin baik……sll diusahakan……..selamat malam di Mainz……..aku meh kegereja dl mas………hehhe sll OOT

  3. J C  18 November, 2012 at 21:36

    Nama ini adalah legenda. Walaupun aku tidak pernah lihat lawakannya secara tuntas. Sekilas sepertinya yah biasa-biasa saja…

  4. Handoko Widagdo  18 November, 2012 at 19:52

    Wah ikut lomba mirip diri sendiri?

  5. matahari  18 November, 2012 at 17:55

    Tulisan yang sangat bagus….

  6. Dj.  18 November, 2012 at 17:04

    Kesalahan, adalah manusiawi….
    Setiap orang bisa berbuat kesalahan.
    No Body is perfect…!!!
    Bahkan C.C. juga tidak perfect…!!!
    Salam,

  7. Lani  18 November, 2012 at 13:26

    Selamat datang di Baltyra………salam kenal

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.