David Masuk Sekolah

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO . . . HALLO . . . HALLO . . .

Sebenarnya oret-oretan ini sudah akan Dj. kirim akhir bulan Maret tahun ini, namun karena satu dan lain hal, maka jadi terlambat. Maaf, semoga oret-oretan ini juga masih berguna… Walau sudah 8 bulan.

Ini sedikit cerita tentang ajak David beli tas ransel, karena dia akan masuk sekolah (kelas 1 SD). Dia sudah sangat gembira, bahkan tidak sabar menanti….Menanti sekolah…??? Bukan juga sih, tapi menanti dapat tas ransel yang baru yang kami sudah lama janjikan.

Nah ya, demikianlah kira-kira, kalau anak akan masuk sekolah, oma dan opa sudah janji akan membelikan tas ransel (untuk sekolah).

Maka pada hari yang sudah kami janjikan, kami berangkat kekota dengan Bus mengajak dia untuk mencari tas yang dia suka. Puji TUHAN….!!! Yu Lani, bus yang benar dan tidak salah jurusan…. hahahahahahaha….!!!

Benar memang di toko yang kami tuju juga sangat rame, banyak orang tua yang akan membeli tas sekolah untuk anak-anak mereka. Syukur kami sebelumnya sudah lihat-lihat di katalog bersama David dan dia sudah ada incar-incar, tas mana yang dia inginkan. Banyak orang tua yang bersama anak atau cucu mereka untuk membeli ransel untuk sekolah. Walau sudah lihat di Katalog, tapi David masih mau lihat pilih kiri-kanan, siapa tau masih ada yang lebih bagus.

Dj.jadi ingat saat sekolah SR di kampoeng dulu, jangankan ransel, malah hanya tas dari kain yang dijahit sendiri oleh kaka Dj. Dari sisa-sisa kain, karena kaka Dj. dulu sorang penjahit. Jadi tas bukan satu warna, tapi belang-blonteng….

Coraknya dia sudah senang, lalu dia coba, apa nyaman di punggung, atau tidak. Omanya perhatikan, kalau-kalau kebesaran atau kekecilan.

Karena dia tau, bahwa dia kecil, Tidak mampu lihat ke atas untuk lihat semuanya, maka dia masih lihat-lihat di Katalog juga.

Tapi dia akhirnya tokh tetap dengan pilihan pertamanya.

Dan kami menuju ke Kassir untuk membayar dan jelas dia sudah happy…

Kami sedikit heran, karena saat mau bayar, kok lebih murah dari yang kami lihat di katalog. Ternyata ransel yang David pilih, malah ada discount. Dan tidak hanya itu saja, untuk pembelian itu Ransel, si anak mendapatkan mainan yang cukup berharga.

Cucu dan oma happy

David sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah, bukan karena ranselnya, tapi hadiah mainan yang dia dapat, agar bisa segera dimainkan di rumah. Karena kami masih harus mengurus Layanan HP yang tidak beres. Kami minta agar dia sabar sebentar, tapi namanya anak-anak, jadi tingkahnya ada saja. Dj. yang saat itu memperhatikan dia, jadi ingin tertawa sendiri.

Akhirnya hari yang David tunggu tiba dan dia sudah siap untuk hari pertama ke sekolah…Dia diantar oleh orang tuanya, Daniel dan omanya, dia sangat gembira.

Setiap anak yang baru mulai sekolah, dari TK sudah dibekali corong yang berisi mainan dan permen.

Setelah diberkati di Gereja, maka langsung menuju ke sekolah dan dia juga sedikit penasaran, karena suasana atau lingkungan yang baru, juga teman-teman yang baru. Mereka, juga David, belum tau apa yang akan terjadi berikutnya….

David bersama dengan gurunya yang baru dia kenal.

Nah inilah cucu kami David Nathanael Paisan. Semoga oret-oretan ini tidak membikin anda menjadi bosan seperti David saat harus menunggu. Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan….

Okay…

Terima kasih untuk kesabaran anda semuanya, juga untuk pengasuh Baltyra yang baik hati. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN , selalu menyertai kita semuanya.

Salam manis juga dari kami dan David di Mainz.

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

151 Comments to "David Masuk Sekolah"

  1. Dj.  27 November, 2012 at 04:53

    O… maaf yu, Dj. sallah baca…
    Dj. kira mPek Dul…
    Hahahahahahaha…… Sorry…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.