Kuliner Medan

Handoko Widagdo – Solo

 

Kota Medan adalah salah satu kota yang memiliki kekayaan kuliner. Kuliner Kota Medan selaras dengan penghuninya yang multi etnis. Berbagai jenis masakan siap memanjakan para pelancong. Demikian pula dengan buah-buahan, khususnya rambutan Binjai dan berbagai jenis durian.

Dalam kunjungan selama 5 hari, saya mencoba berbagai kuliner di Kota Medan. Beberapa di antaranya adalah Restoran Padang Sidempuan, Warung Makan Sipirok, Sop Sapi Sipirok dan Restoran Roma yang menyajikan makanan Tapanuli. Tak lupa saya menyambangi cafe yang sekarang ini sedang menjamur di Kota Medan. Tidak lengkap kiranya jika saya tidak sampaikan kelegitan durian.

 

Restoran Padang Sidempuan

Restoran Padang Sidempuan terletak di Simpang  Jalan Darusalam. Menu utamanya adalah Ikan Sale masak bumbu merah. Resto ini menyajikan makanan seperti restoran Padang. Semua menu diatur dalam piring-piring kecil disajikan kepada pengunjung. Pengunjung tinggal memilih menu yang disukainya. Selain ikan sale, tersaji juga ikan nila bakar, kering teri Medan yang dicampur kacang, daun ubi tumbuk dan lain-lain.

Kita juga bisa memesan sop sapi untuk mengawali makan malam di resto ini. Tersedia juga berbagai macam juice, termasuk yang khas Medan, yaitu juice terong belanda dan juice markisa.

 

Warung Makan Sipirok

Warung Makan Sipirok adalah warung kecil saja. Namun ikan salenya luar biasa. Warung yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Makam Pahwalan ini sungguh spesial. Jika anda ke sana setelah mahgrib, jangan harap akan mendapatkan menu yang lengkap.

 

Restoran Sup Sapi Sipirok

Restoran Sup Sapi Sipirok terletak di Medan Sunggal. Restoran ini menyajikan sup sapi, sup sum-sum dan daging bakar. Setiap jam makan siang selalu ramai.

Menyantap sup sapi ditemani sambal teri medan sungguh membuat puas.

Jika anda menyukai sum-sum sapi, anda bisa memesan sup sum-sum sapi yang masih berada di tulang kaki. Sum-sum tersebut bisa dinikmati dengan cara disedot langsung dari tulangnya.

Setelah puas, sang pemilik restoran akan menghampiri anda supaya anda bisa membayar tanpa repot ke kasir.

Yang unik, para pelayan di restoran ini berseragam kaos dipadu dengan celana jeans dan berjilbab. Sungguh kombinasi seragam yang Islami tapi casual.

 

Restoran Roma

Restoran Roma yang terletak di jalan Sei Belutu menyajikan masakan Tapanuli. Menu utamanya tentu saja babi. Ada berbagai menu babi. Ada saksang, babi panggang, babi goreng dan sebagainya.

Untuk menghindari  tekanan darah tinggi akibat menyantap daging babi, disediakan secara gratis juice mentimun. Namun jika anda memerlukan minuman lainnya, tersedia juga juice terong belanda, es jeruk, es teh manis dan tentu saja beer.

 

Durian Medan

Sangat mudah untuk mencari durian di Medan. Meski tidak sedang musim durian sekalipun, anda tetap bisa menikmati durian di kota Medan. Datanglah di kedai durian Ucok. Kedai yang buka di dua tempat ini selalu menyediakan durian bagi durian maniac.

Jika sedang musim durian seperti saat ini, anda bisa menemukan berbagai kedai durian. Salah satu yang terkenal, selain dari Ucok Durian adalah Durian Pelawi. Di kedai durian Pelawi anda bisa menikmati durian dari berbagai daerah sekitar Sumatra Utara dan Aceh.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

65 Comments to "Kuliner Medan"

  1. Handoko Widagdo  7 December, 2012 at 21:07

    Mas Ilhampst, sempatkan jalan-jalan dua minggu. Niscaya dikau akan mengenal kuliner Medan dengan baik. Apalagi kalau ada Henny Triana.

  2. ilhampst  7 December, 2012 at 13:06

    Sayangnya saya cuma 2 hari di Medan, jadi gak sempat jalan2

  3. Handoko Widagdo  1 December, 2012 at 08:14

    Lani, dikau belum coba masakan babi ala Tapanuli/Karo. Jika sudah coba, maka dikau akan tergila-gila dengan masakan babi.

  4. Handoko Widagdo  27 November, 2012 at 06:36

    Halah aku tidak ke BPK kok. Tapi ke resto Tapanuli.

  5. Lani  27 November, 2012 at 00:17

    CB : emoh babi……ora doyan…….pek-en kowe kabeh yooooooo…………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *