Saksi

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang Polisi di malam hari, dan dari pertemuan itu sempat sedikit berbincang-bincang dengannya. Sekedar informasi, pertemuan saya dengan Polisi itu berlangsung di sebuah Pos Polisi di daerah Probolinggo di tempat yang menurut saya agak terpencil, karena kiri kanan dan depan Pos itu gelap hanya tampak ladang tebu saja. Beberapa rumah tampak di bagian belakang Pos Polisi dan sebuah warung bakso.

Pertemuan yang singkat itu berlangsung sekitar 15 – 20 menit saja, dan perbincangan yang kami lakukan berkisar antara Peraturan dan Hukum di jalan raya. Meskipun perbincangan berlangsung dalam jangka waktu kurang lebih seperempat jam, ada pesan di menit-menit terakhir yang patut untuk di ingat, yaitu mengenai saksi. Menurut Polisi itu, jika seseorang di mintai bantuan untuk menjadi saksi untuk suatu peristiwa oleh polisi tidak sedikit yang menolak. Akan tetapi situasi akan berbalik 180 derajat saat suatu peristiwa itu berkaitan langsung dengan kepentingannya.

Hmm..logika awam saya mengatakan bahwa bukankah hal seperti itu sudah biasa dan lumrah di masyarakat, akan tetapi dalam hati kecil saya mengatakan memang ada nilai yang kurang pantas jika hal seperti itu di anggap “normal”.

Nilai yang kurang pantas yang saya maksud itu adalah saat seseorang mau bertindak hanya saat ada suatu peristiwa yang  berkaitan dengan kepentingannya saja, selebihnya tidak. Menurut saya berkaitan atau tidak berkaitan dengan kepentingan pribadi selama apa yang kita lakukan itu memang diperlukan dan benar, maka sebaiknya dilakukan.

Akan tetapi dalam hal ini saya mesti memahami psikologi orang-orang pada umumnya, terkadang orang merasa enggan menjadi saksi di karenakan kekhawatiran akan tersangkut-pautnya dirinya dalam kasus itu. Hal ini tak lepas juga dari wajah kepolisian yang tak lepas dari hukuman, tilang, sidang, penjara, yang mana hal-hal itu tidak diketahui oleh masyarakat secara umum.

***

Pada tulisan ini peristiwa perbincangan dengan polisi itu bukanlah hal utama yang ingin saya sampaikan, akan tetapi mengenai perilaku yang hanya mau bertindak saat berkaitan dengan kepentingannya saja. Hari ini saya mengalami peristiwa itu, aneh rasanya dan tidak perlu dibahas karena benar-benar pribadi :)

Intinya saat kita bertindak hanya atas kepentingan saja rasa-rasanya kurang lengkap dan kurang benar karena, perilaku seperti itu menunjukkan perilaku tidak mau tahu dan egois. Sebagai manusia yang setiap saat terus belajar maka semestinya hal seperti itu tidak layak untuk dilakukan.

Manusia yang baik dan berbudi luhur seharusny bertindak atas nama azas apa yang benar bukan hanya atas azas mana yang menguntungkan pribadi, jika azas mana yang benar didahulukan hidup pasti lebih indah karena tiap individu menjunjung tinggi kebenaran.

 

(Malang 6 Agustus 2011) Kehabisan ide (-_-)?

 

8 Comments to "Saksi"

  1. didik  9 April, 2014 at 22:22

    Saksi iso dadi tersangka lho paklik, kesaksian palsu, menghalangi proses penyidikan dll pasal karet, Hayo.., sopo sing gelem dadi saksi ?

  2. anoew  27 November, 2012 at 16:19

    Betapa pentingnya saksi ini, sama seperti halnya kejadian yang diklaim terjadi lantas jadi ‘patokan’ banyak orang padahal… Siapa yang tahu?

    Posisi ini kadang menyulitkan dan bikin susah. Maksud hati membantu aparat tapi, bisa-bisa malah terseret ke hal lain yang tidak jelas. Tak heran jarang orang ada yang mau jadi saksi suatu kejadian di sini.

  3. Yuli Duryat  26 November, 2012 at 17:42

    Hehehe, sudah bukan jadi rahasia lagi hal-hal semacam itu di negara kita.

  4. fikrul  25 November, 2012 at 08:11

    Bu Silvia : Iya bu, kaya Ying & Yang. Satu paket…
    Pak J.C : Bener Pak, kadang org males ke Polisi ya karena urusannya tambah mbulet ga karuan… -_-
    Bu Alvina : Iya Bu, saya juga ada pengalaman ruwet nan menjengkelkan dari instansi yang mestinya pengayom masyarakat…

  5. Alvina VB  23 November, 2012 at 23:43

    Jadi saksi di Ind? gak maulah ya….pengalaman banyak kenalan saya, jadi saksi malah terseret jadi tersangka, pokoknya UUD. Kepolisian di Indonesia gak bisa dipercaya/ diandalkan, kl masuk ke kantor polisi, bak masuk ke sarang penyamun, he..he….

  6. J C  23 November, 2012 at 18:00

    Lembaga yang bernama Kepolisian yaaaahhh gitu lah…

  7. Silvia U  23 November, 2012 at 16:45

    Mmg beginilah kehidupan. Akan selalu ada org2 spt dmkn. Sudah satu paket.

  8. James  23 November, 2012 at 12:05

    SATOE Saksi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.