Pemahaman Global…yang Mudah untuk Instropeksi

Mastok

 

Pemahaman yang beredar dalam khasanah sufistik, tasawuf atau mistik Islam bahwa perjalanan spiritual itu dimulai dari menjalankan syariat, memasuki jalan suluk tarekat dengan berdzikir, kemudian berolah pikir di aras hakekat, hingga berujung pada mengenal Tuhan setelah bermakrifat/ bertemu dengan-Nya.

Mohon maaf bila pemahaman tersebut perlu didekonstruksi dan didiskusikan ulang. sebab keyakinan kita atas hal itu bisa jadi salah, ini juga merupakan Koreksi  dan intropeksi Pribadi akan Perilaku saya yang  harus mencontoh Tauladan terdahulu…menurut saya, proses bahwa perjalanan spiritual itu justru tidak dimulai dari syari’at, tarekat, hakikat, hingga ma’rifat. Namun lihatlah perjalanan spiritual nabi Muhammad SAW dan Semua kita tidak bisa menakar bita kembalikan siapa Yang Punya?

Perjalanan spiritual justru dimulai dari ma’rifat, tarekat, hakikat dan akhirnya sampai pada syariat.

Makrifat adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad SAW bertemu jibril,

Hakikat saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk iqra,

Tarekat saat Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan jalannya

Syariat adalah saat Muhammad SAW mendapat perintah untuk sholat saat isra mikraj yang merupakan puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.

Itulah sebabnya, syariat sholat adalah puncak pendakian spiritual yang terkadang justru dilalaikan oleh kaum sufi dan para ahli spiritual. Padahal, nabi Muhammad SAW memberi tuntunan tidak seperti itu.

Sholat adalah komunikasi tertinggi serta pertemuan antara Tuhan dan manusia. Sholat juga merupakan pertemuan titik penyamaan frekuensi dimensi yang lahir dan batin antara Tuhan yang maha lahir dan maha batin dengan manusia yang merupakan makhluk satu-satunya yang memiliki sdm untuk mempertemukan titik temu dari dua dimensi tersebut dalam dirinya.                                                 

Titik temu ini yang akan menjadi kelangsungan hidup dari kehidupan.. Tuhan membuat hidup-alam dan lingkungan memberi hidup dan manusia menyempurnakan kehidupan (hablum minnallah- hablum ninalalam – dan hablum ninnas) juga ajaran tri hita karana-:“tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.

Ma’rifat, hakikat, tarekat diakses dengan alat epistemologis pancaindera akal-rasa-budi dan akhirnya pendakian spiritual sampai pada syariat, yaitu diakses dengan semua alat epistemologis manusia: pancaindera, akal, rasa, budi dan ini yang special yaitu hidayah wahyu untuk kemudian dimanifestasikan dalam perilaku…

Itu sebabnya, bila sholatnya bagus maka perilaku pasti baik, sehingga dari perilakulah kita bisa menakar apakah seseorang itu sudah bermanunggal dengan Tuhan. Perilaku adalah ibadah yang menjadi syahadat manusia yang sudah mencapai taraf insan kamil, yaitu bermanunggalnya makrokosmos dengan mikrokosmos, jagad alit dan jagad gede, manunggaling kawulo kelawan gusti.

Dalam kehidupan yang Lain…dan keyakinan HINDU

Tri hita karana berasal dari kata “tri” yang berarti tiga, “hita” yang berarti kebahagiaan dan “karana” yang berarti penyebab. dengan demikian tri hita karana berarti “tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.

Konsep kosmologi tri hita karana merupakan falsafah hidup tangguh. falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka-ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. ketiga hubungan itu meliputi:

hubungan dengan sesama manusiahubungan dengan alam sekitar,  hubungan dengan ke Tuhan

yang saling terkait satu sama lain. setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari dari pada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai.

Hakikat mendasar tri hita karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan nyamanusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan sesamanya. Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan tri hita karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.

3 penyebab kebahagiaan

Yang diketahui 3 penyebab kebahagiaan di antaranya, manusia dengan Tuhanmanusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan sesamanya.

Manusia dengan Tuhan

Manusia adalah ciptaan Tuhan, sedangkan atman yang ada dalam diri manusia merupakan percikan sinar suci kebesaran Tuhan yang menyebabkan manusia dapat hidup. dilihat dari segi ini sesungguhnya manusia itu berhutang nyawa terhadap Tuhan. Oleh karena itu setiap manusia wajib berterima kasih, berbhakti dan selalu sujud kepada Tuhan yang maha esa. rasa terima kasih dan sujud bhakti itu dapat dinyatakan dalam bentuk puja dan puji terhadap kebesaran Nya, yaitu :

  • dengan beribadah dan melaksanakan perintahNya.
  • dengan melaksanakan tirtha yatra atau dharma yatra, yaitu kunjungan ketempat-tempat suci.
  • dengan melaksanakan yoga samadhi.
  • dengan mempelajari, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama.

Manusia dengan alam lingkungan

Manusia hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Manusia memperoleh bahan keperluan hidup dari lingkungannya. Manusia dengan demikian sangat tergantung kepada lingkungannya. Oleh karena itu manusia harus selalu memperhatikan situasi dan kondisi lingkungannya. Lingkungan harus selalu dijaga dan dipelihara serta tidak dirusak. Lingkungan harus selalu bersih dan rapi. Lingkungan tidak boleh dikotori atau dirusak. Hutan tidak boleh ditebang semuanya, binatang-binatang tidak boleh diburu seenaknya, karena dapat menganggu keseimbangan alam. Lingkungan justu harus dijaga kerapiannya, keserasiannya dan kelestariannya. Lingkungan yang ditata dengan rapi dan bersih akan menciptakan keindahan. Keindahan lingkungan dapat menimbulkan rasa tenang dan tenteram dalam diri manusia.

Manusia dengan sesamanya

Sebagai mahluk sosial, manusia tidak dapat hidup menyendiri. Mereka memerlukan bantuan dan kerja sama dengan orang lain. Karena itu hubungan antara sesamanya harus selalu baik dan harmoni. Hubungan antar manusia harus diatur dengan dasar saling asahsaling asih dan saling asuh, yang artinya saling menghargaisaling mengasihi dan saling membimbing. Hubungan antar keluarga di rumah harus harmoni. Hubungan dengan masyarakat lainya juga harus harmoni. Hubungan baik ini akan menciptakan keamanan dan kedamaian lahir batin di masyarakat. Masyarakat yang aman dan damai akan menciptakan negara yang tenteram dan sejahtera.

Unsur-unsur tri hita karana

Unsur-unsur ini meliputi:

  • sang hyang jagatkarana
  • bhuana
  • manusia

Unsur- unsur tri hita karana itu terdapat dalam kitab suci bagawad gita (iii.10), berbunyi:

Sahayajnah prajah sristwa pura waca prajapatih anena prasawisya dhiwan esa wo’stiwistah kamadhuk

Yang artinya, pada jaman dahulu prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda: dengan ini engkau akan berkembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu.

Dalam sloka bhagavad-gita tersebut ada nampak unsur penting:

  • prajapati = Tuhan yang Maha Esa

praja = manusia

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

18 Comments to "Pemahaman Global…yang Mudah untuk Instropeksi"

  1. juwandi ahmad  2 December, 2012 at 21:07

    Mas Josc: 格物而后知至 知至而后意诚 意诚而后心正 心正而后身修 身修而后家齐 家齐而后国治 国治而后天下平
    (Ge wu er hou zhi zhi, er hou yi cheng, er hou xin zheng, er hou shen xiu, er hou jia qi, er hou guo zhi, er hou tian xia ping): kalu semua bini, adem betul hidup kita. salam damai,,,,,as josc.

  2. J C  2 December, 2012 at 05:51

    格物而后知至 知至而后意诚 意诚而后心正 心正而后身修 身修而后家齐 家齐而后国治 国治而后天下平
    (Ge wu er hou zhi zhi, er hou yi cheng, er hou xin zheng, er hou shen xiu, er hou jia qi, er hou guo zhi, er hou tian xia ping)

    Mas Juwandi, Mastok, “memerdekakan diri, keluarga, umat” tercatat jelas dalam ajaran Confucius (Gong Zi) yang aku kutip di atas. Terjemahan bebasnya memang seperti itu. Lebih lengkapnya: “Pelajari sesuatu dengan benar, mendatangkan pengertian, mendatangkan hati yang lurus, mendatangkan jiwa raga yang sehat, mendatangkan keluarga yang baik, akan jadi negara yang baik. Dan akhirnya perdamaian di muka bumi”

  3. juwandi ahmad  2 December, 2012 at 00:21

    Yap…! “Memerdekaan Diri ” lalu memerdekaan Keluarga dan selanjutnya memerdekaan Umat.” Wes intine disitu. Terimakasih saya belajar banyak dari tulisan sampean.

  4. Mastok  2 December, 2012 at 00:00

    @ Djuandi Ahcmad…

    Sejuk mas.. tidak usah Njlimet… sederhana- lugas Tapi ini yang membuat saya pribadi ” memerdekaan Diri ” lalu memerdekaan Keluarga dan selanjutnya memerdekaan Umat….”…semuanya sudah di jawab dengan alam dan lingkungan.. Memberi Hidup..

  5. juwandi ahmad  1 December, 2012 at 23:47

    Tulisan dan gagasan yang sungguh menarik, terimakasih. Kalau ditarik lebih sederhana barangkali bisa dikatakan, agama diajarkan, tapi tuhan dicari sampai dapat merasakan perjumpaan dengan tuhan. Bila sudah begitu, baiklah hubungan dengan tuhan, mesralah hubungan dengan manusia, dan rindulah dengan alam. Dan bila sudah begitu, muncullah kesadaran alam semesta…!

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  1 December, 2012 at 11:03

    Wah, berat sekali muatan tulisan ini.

  7. Mastok  1 December, 2012 at 09:24

    Mas Handoko widigdo….

    Kalu ini kurang pas saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karen saya harus meyakini dahulu… ( mohon pencerahannya.. )

    “Kami semakin percaya, bahwa apa yang disatukan oleh Allah tidak bisa diceraikan oleh manusia. Kecuali Maut Menjemput…

    TORAH (hukum Taurat, Pentateukh):
    1. Kejadian (yang juga disebut “Pada mulanya”
    2. Keluaran (: Inilah nama),
    3. Imamat (: Dan Ia (Tuhan) memanggil),
    4. Bilangan (: Di padang gurun),
    5. Ulangan (a: Inilah perkataan).

    Dari Alkitab sudah jelas semua “ Kejadian “

    Manusia pertama yang diciptakan-Nya itu bernama Adam. Setelah menciptakan Adam, Tuhan memandang tidak baik jika Adam sendirian, maka diciptakan-Nya-lah seorang penolong yang sepadan dengan Adam. Bagaimana penolong Adam itu diciptakan? Ketika Tuhan membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu dari rusuk Adam, kemudian menutup tempat itu dengan daging. Dari rusuk Adam itulah dibangun Allah seorang perempuan. Ia bernama Hawa. Kejadian 2:18-22; 3:20. Demikianlah kisah Tuhan menciptakan manusia.
    Semua ciptaan adalah berharga, cerminan keagungan Allah (Mazmur 104)
    Kebesaran Tuhan yang Maha Agung bagi karya cipataanNya (dalam artian lingkungan hidup) tampak dalam Mazmur 104. Perikop ini menggambarkan ketakjuban pemazmur yang telah menyaksikan bagaimana Tuhan yang tidak hanya mencipta tapi juga menumbuh-kembangkannya dan terus memelihara ciptaanNya. Ayat 13, 16, 18 dan 17 misalnya, menggambarkan pohon-pohon diberi makan oleh Tuhan, semua ciptaan menantikan makanan dari Tuhan. Yang menarik adalah bukan hanya manusia yang menanti kasih dan berkat Allah tapi seluruh ciptaan (unsur lingkungan hidup). Di samping itu penonjolan kedudukan dan kekuasaan manusia atas ciptaan lainnya di sini tidak tampak. Itu berarti bahwa baik manusia maupun ciptaan lainnya tunduk pada kemahakuasaan Allah. Dalam ayat 30, secara khusus dikatakan: “Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.” Kata “roh” seringkali dikaitkan dengan unsur kehidupan, atau hidup itu sendiri.[ Ini berarti seluruh makluk ciptaan di alam semesta ini diberikan unsur kehidupan oleh Tuhan. Ayat ini jelas menunjukan bahwa bukan hanya manusia yang diberi kehidupan tapi juga ciptaan lainnya. Betapa berharganya seluruh ciptaan di hadapan Tuhan. Roh Allah terus berkarya dan memberikan kehidupan
    Secara singkat dapat mengambil dan terpetik satu pelajaran untuk pribadi saya bahwa sebagai pencipta( ALLAH ), Allah sesuai rencanaNya yang agung telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud dan fungsinya masing-masing dalam hubungan harmonis yang terintegrasi dan saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya.

    “sikap eksploitatif terhadap alam merupakan bentuk penodaan dan perusakan terhadap karya Allah yang agung itu.”

    Kekuranganku adalah kelebihanmu saling berbagi dan mengasihi Tugas kita di Dunia

  8. Handoko Widagdo  1 December, 2012 at 08:28

    Kristen mengajarkan perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, Mas Tok. Semua ritual, kesalehan dan perbuatan baik adalah bukti dari manusia yang sudah berjumpa dengan Tuhannya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *