Sosok Penuh Guratan

Emilia Reiliasanti

 

Pagi  ini terasa begitu dingin, karena semalaman hujan turun  deras.  Langit juga masih pekat dan agak berkabut…Kubawa langkahku ke balkon depan kamar, berdiri bersandar di railing besi pagar balkon, memandangi  sisa sisa hujan semalam …  Sepertinya hari ini langit akan  terus berwarna abu abu…. Kudongakkan kepala  ke langit…ya, mungkin hujan bakal turun kembali…. Hatiku berucap.

Secangkir coklat panas menemaniku  menikmati pagi berkabut. Ku sruput perlahan beberapa teguk….

 Ahhh…. Lega rasanya….. Coklat panas memang seringkali membantuku  sedikit rileks, terlebih saat pikiranku gundah gulana.

Sejenak kuhirup udara pagi perlahan dan menghembuskannya kembali. Sembari kupejamkan mata, terlintas  kembali sosok itu… Sosok yang kerap mengganggu pikiranku di beberapa hari belakangan ini. Hadirnya kembali mengusik sisi bathinku yang dilema, meski hanya sebatas ilusi.

Kupandangi bunga kamboja di taman kecil di bawah sana….serumpun kamboja berwarna putih…

Indah … namun penuh misteri… seperti sosok penuh guratan itu….

Kembali ingatanku menerawang ke masa itu…. Saat pertama kali pertemuanku dengannya di boulevard depan  kampus biru… saat itu aku sedang menunggu bus antar jemput mahasiswa menuju fakultas teknik.  Aku berdiri di trotoar  depan halte persis dekat belokan arah boulevard. Dari arah berlawanan tiba2 datang dengan kencang sebuah motor, dan sesaat saat membelok ke arah boulevard di depanku, ia menabrak pinggir  trotoar dekat aku berdiri…. Gubbraakkkk…. Ia jatuh bersama dengan motor yang ditumpanginya  dan  semua diktat diktat kuliah yang ia bawa….

Segera saja orang-orang yang ada di dekat sana berhamburan untuk menolongnya….terlebih karena aku paling dekat, aku mencoba mengumpulkan kertas kertas  yang tercecer itu…

Saat akan kukembalikan, si pemilik kumpulan diktat  itu rupanya sudah berdiri  mematung di depanku dengan tatapan misterius … Sosok penuh guratan, kata guratan tiba-tiba terlintas begitu saja dalam pikiranku karena kulihat wajah keras itu begitu penuh makna… ntah makna apa… tapi yang jelas kutangkap  saat itu adalah guratan kerapuhan…

Huhhff…. Lega hatiku melihatnya baik baik saja.. untunglah tidak terjadi yang serius …

Kuangsurkan kertas2 itu …. Ia meraihnya dengan cepat dan kembali ke motornya tanpa berkata kata… kemudian dia hidupkan motor dan sesaat sebelum pergi, ia menoleh ke arahku dan “thanks….”  Sebuah kata terucap untuk ku…

Pertemuan kedua dengan dia tiga bulan setelahnya  di sebuah RS swasta di tengah kota pelajar itu.  Siang itu sahabat dekatku  Rheiny menelponku, memintaku supaya aku bisa menemaninya ke RS menjenguk kerabatnya yang sedang di rawat. Segera  aku bergegas menuju lobby RS itu, berdiri dekat kursi tamu sebelah tanaman hias, mengikuti instruksi Rheiny untuk bertemu di sana. “Hei…Chrysant !” sebuah hentakan halus di pundakku menyadarkan lamunanku… kutoleh kebelakang,  “Lama sekali sih datangnya, kau pikir aku tak ada kerjaan  selain menunggumu di sini… “ celotehku  merengut. Rheiny tertawa kecil dan meraih tanganku… “Yuuukk.. cepat, kita ke ruang perawatan, ada seseorang yang harus kita temui” . Segera  aku mengikuti langkah Rheiny, berjalan setengah berlari menyusuri lorong bangsal tanpa bicara.

Kenapa  kita yang harus menemui seseorang itu, batinku…kenapa bukan sahabatku itu saja… Kenapa  aku penting untuk ikut… Pikirku terus bertanya tanya…

Sesampainya di depan pintu ruang  Anggrek 3, segera Reiny meraih handle dan membuka nya…

Mendekati sosok laki-laki  yang berada diujung  ruang dekat kaca jendela dengan gorden biru muda… berdiri  memandang keluar jendela berbackground taman yang  teduh.

“Don…. Gimana keadaanmu… sudah membaik? Apa kata dokter? Dan kapan orangtuamu datang”, terlontar bertubi tubi pertanyaan Rheiny kepadanya, laki laki itu  hanya diam  membelakangi kami.

Hei… rasanya aku kenal laki laki ini… apakah aku mengenalnya atau mungkin aku pernah bertemu… ? Tanyaku pada diri sendiri. Ah.., mungkin ia anak kampus biru juga…batinku.

“Kau tak perlu khawatirlah… aku baik baik saja… dokter sudah menanganiku dengan cukup baik”  jawabnya seketika dengan suara berat dan serak dan terkesan dingin tak bersahabat… “ Kau ini Don, selalu saja begitu… suka sekali bikin orang orang di sekelilingmu cemas.” Sergap Rheiny dengan nada cepat sembari berjalan mendekat.

“Oh ya Don, aku sengaja membawa sahabatku kemari….. dan aku yakin kalian berdua sudah saling mengenal ” Aku yang sedang duduk di kursi tamu spontan mendongak ke arah mereka berdua…

Tubuh jangkung  itu membalik ke arah ku… dan, wajahnya kini dapat kulihat dengan jelas.

“Chrysant, kenalkan sepupuku Dony dari Fakultas Sipil kampus biru”

Aku tidak lagi mendengarkan Rheiny, aku sibuk dengan pikiranku sendiri, mengumpulkan segenap ingatanku.

Ya…aku ingat!, aku tidak tahu siapa dia…tapi aku pernah bertemu dengannya….ya…., ingatanku muncul sempurna, laki laki itu…sosok bergurat itu…Aku ingat sekali…

Setelah pertemuan kedua itu, Dony sering menemuiku di perpustakaan fakultas, banyak bercerita tentang dirinya, tentang keluarganya, adik adiknya juga orangtuanya yang kala itu di ambang perceraian.

Dari banyak pertemuan itu, satu yang dapat ku simpulkan bahwa Dony adalah sosok yang hangat, namun menjadi dingin karena keadaan.  Kedekatan kami tumbuh begitu saja…

Tidak ada yang istimewa…namun tidak juga biasa biasa saja… Kami berteman sangat dekat dan saling mensupport.

Kala itu di penghujung  th 2000, saat kami merayakan kelulusan  Tugas Akhir dan wisudaku  .. Kami merayakannya dengan makan malam bersama di salah satu rumah makan di jalan Kaliurang.

Setelahnya,  kami habiskan malam itu dg menyusuri jalan malioboro berjalan kaki, bercerita apa saja yang lucu…berdua saja…. Lalu duduk  di depan benteng VENDERBURG hinggai tengah malam. Dan…Dia antarkan aku pulang, tentu dengan membawa banyak kenangan  tentangnya di hatiku…

Esok paginya, aku terbang ke Jakarta  memenuhi panggilan interview  di salah satu perusahaan swasta. Semalam aku lupa memberitahunya, bahwa pagi ini aku akan terbang ke Jakarta menjemput impianku. Tapi… ah, tak perlu lah… toh hanya sehari dua hari…setelah interview aku akan kembali lagi ke Yogya  untuk mengurus ijasah, pikirku… Masih ada waktu untuk bercerita nanti …

Namun setelah interview selesai dan dinyatakan  lulus, aku diminta untuk  mulai bekerja . Maka aku tetap di Jakarta, dan meminta Fakultas untuk mengirimkan ijasah melalui kurir.

Sibuk dengan pekerjaan baruku, menjadi karyawan baru banyak sekali yang harus aku pelajari. Aku lupa dengan janjiku sendiri untuk menghubungi Dony….

Tempat baru, pengalaman baru dan tentu teman teman baru…. Sudah membuat aku melupakannya..

Kini sudah 9 tahun berlalu…. Dan aku masih mengingatnya… terlebih saat ini…. saat kuingat guratan kerapuhan  yang mengental dari wajahnya…Sungguh, aku merasa makin  terbawa dalam arus lingkaran kesalahan yang dalam. Dimanakah kini  kau Dony…. Sosok penuh guratan itu… guratan kerapuhan…

Mungkinkah guratan kerapuhan itu sudah berganti…… atau bahkan semakin nyata… dan membatu…

Mengingatnya membuatku menangis tertahan, Aku merasa berdosa …. Mengkhianati dan Menyakiti…

“Bundaaa……  Main game yuuk… aku punya game baru  Bundaa…. Hadiah dari ayah, kemarin aku dapet nilai 100 di kelas, Bun….” Suara kecil melengking  sontak membuyarkan lamunan pagiku….

Hampir saja cangkir yang ku pegang yang sudah tak berisi  itu terjatuh….

Sesaat kulihat mata kecil nan jernih itu…”ayookkk… kita tanding ya, nak….kalau adek  menang,  bunda kasih hadiah pelukan yang hangaat…” sahutku dengan senyuman lebar…. Kemudian aku berlari kecil mengikuti  langkah kecil riangnya menuju ke dalam rumah .. Langkah kecil jagoan kecilku, mata hatiku…….yang ku miliki kini….. Ada dan nyata…

Lalu, tentang dia…tentang sosok bergurat misteri…..apapun itu… akan tetap jadi bagian tersendiri di tempat yang tak terlihat di suatu sudut hatiku….  Hanya aku yang tahu…..

Ntah kapan aku bisa menemukanmu…..

 

Cimanggis, 10 November 2012

 

7 Comments to "Sosok Penuh Guratan"

  1. Handoko Widagdo  1 December, 2012 at 08:26

    Jika digarap serius bisa jadi novel bagus. Sebagus Cintaku di Kampus Biru.

  2. Mastok  1 December, 2012 at 00:16

    @ Mas JC….

    CINTA-LEBAY.. BALIK KAMPUNG…

  3. J C  30 November, 2012 at 20:49

    CLBK rupanya (Cinta Lama Bablas Kanginan, Cinta Lama Bablas Kemana-mana, dst)

  4. Anastasia Yuliantari  30 November, 2012 at 17:01

    Ilang nang endi yo? Apa msh di kampus biru?????

  5. [email protected]  30 November, 2012 at 11:29

    UHUK…… cinta terpendam….

  6. ah  30 November, 2012 at 10:55

    ga tau kenapa.. suka, bau2 kampus biru

  7. James  30 November, 2012 at 10:22

    SATOE, Guratan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.