Untaian Puisi dari Hong Kong

Hanna Yohana

 

Kidung Serenande

 

 

 

 

penuh harap kupaksa melangkah
arungi samudra ke ujung dunia
jauh darimu bunda
kutahu itu berat
tapi lebih baik kupergi mengejar mimpi
dari pada kutelan air mata di perigi duka

berulang purnama menjelang
namun tak jua kulihat bahtera menuju petak sawah
yang dulu pernah kita tinggalkan

kusanjung angan dalam rintih rindu
sekedar mengucap takzim padamu bunda
tetap saja tak membuat jarak ini dekat ke pelukanmu
aku ingin kau usap rambutku
dan sebait kidung kau lantunkan hingga mataku terpejam
namun nyanyian bisu mendekap sepi
dan waktu merajam hatiku
menjadi air mata

duhai semesta raya
sebelah hatiku telah pergi
ke tempat asalku dilahirkan
dan separuhnya telah bias ditelan asmara dalam warna pelangi
kurengkuh cinta yang tak tahu kapan bermuara
seperti tebing kadang aku bertahan
menanti badai menerpa
agar semua mata melihatku tak lagi menangis
aku kan tetap tegar menyudahi
sepenggal kisah ini di tepi samudra hidup

 

 

 

 

 

Hong Kong, 2010

 

==================

 

Perempuan

 

 

 

Perempuan memintal senyum
di putik teratai berduri mawar
kala senyap merengkuh malam
perempuan merundung sendu

bukankah pagi dan memanggil mendung
kala anak-anak adam bercumbu buta
bukankah siang tak mewujud gelap
kala bulir-bulir gerimis menepi di tubuh pakis

perempuan bertanya hari
ditengah embun menari sunyi
malaikat menjawab senja
menggurat langit dijiwa jingga

Hong Kong, 02 Februari 2011

==================

 

 

Kado Rinduku Untuk Bunda

 

 

 

 

Bunda
ditirai pagi kubersandar
pada dinding kesedihan
disenandung alam
kuberbaring pada rajutan kerinduan

bunda
telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita
membentang kerinduan
di dalam anak-anak sungai di ujung mata kita

bunda
coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu
coba kupilah yang terbaik
untuk isi kerinduanku
tapi bunda
dunia tak kan mampu menggantikanmu
pilahan yang terbaik tak kan lagi
coba kuisi dalam rinduku
menopang sgala yang ada ditubuh
hati dan luangan
kasih sayangmu
hingga begitu indah lalu
kenapa hanya rindu
yang ananda punya untuk bunda

tidak bunda
rindu ini hadir dalam doa anandamu
agar surga selalu hadir untukmu

 

 

 

 

Hongkong, 22 Desember 2011

 

 

==================

 

 

Mencumbu Kenangan Kusam

 

 

 

Kupintal benang kasih dari remah rasa
rajut serat kenangan kusam
sulam kepercayaan dalam koyak
lalu…. bisakah kususun ornamen kehidupan

terpekur diri menengadah
menatap langit dan menadah
Tuhan, segenap jiwa aku berpasrah
sifat hati yang benci iri hapuslah

ornamen usang bertambal sulam
lusuh menancap dalam warna kelam
menapaki jejak langkah di tanah muram
terlihat jelas, jiwa-jiwa nestapa hiasi temaram

ranah ini telah musnah
tak lagi ada sisa peta yang terbaca
hangus, lebur terkubur
segala terendam terurug lumpur

nafasku nafas mereka
berebut oksigen diantara belerang
isi kepala sibuk meraba
menyeruak kepul memburu terang

 

 

 

 

Hongkong, 26 Oktober 2011

 

==================

 

 

 

Roman Picisan

 

 

Menjelang hadirmu
aku adalah keluasan jagad raya
isi dunia adalah darah yang mengaliri jantungku
mendekap nadimu adalah keniscayaan
yang mendekatkan segala jarak di ujung dunia

meluruhkan cinta di hatimu
aku merasa alam begitu hangat dan enggan kaki tuk melangkah
dulu telaga ini sunyi
dan hembus angin menjadi nyanyian jiwa di kala resah
seucap kata menjadi matahari yang menerangi cakrawala hati

dulu bukit ini begitu dingin
hadirmu menghangatkan huma di tengah padang ilalang
sentuhan cintamu menjadi tungku
yang memijar dilelah hariku
Kaulah keindahan yang utuh
ditengah perjalananku

mahligai cinta penuh warna
dari nirwana di tengah huma
ambillah hatiku duhai cinta
Kaulah kenyataan hidup yang terindah dari angan kelamku

 

 

 

Hongkong,13 November 2012

 

 

Empat dari lima puisi ini dimuat di Antoligi Puisi Perempuan Penyair Indonesia Mutakhir KARTINI 2012 (Kosa Kata Kita Jakarta, 2012)

 

4 Comments to "Untaian Puisi dari Hong Kong"

  1. Hanna  3 December, 2012 at 20:58

    DJ : selamat malam juga pak, terima kasih hadirnya

    Meme Mega Vristian : sik asik meme, makasih ya me

    IWAN SATYANEGARA KAMAH : hanya sekedar luapan rasa

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  3 December, 2012 at 06:16

    Ini pasti ditulis saat jiwa sedang termenung memikirkan antara dunia dan keinginan tidak selalu sejalan dan tidak mau senada.

  3. Mega Vristian  2 December, 2012 at 23:03

    Sahabat berpusi saya di Hong Kong, sekarang menemani saya di Baltyra. Uhuuuui asik

  4. Dj. 813  2 December, 2012 at 16:57

    Kemari, juga tidak ada orang…
    Selamat Pagi Hongkong…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.