Foto Bunga Hibiskus

Djoko Paisan

 

HALLO BALTYRAER YANG BUDIMAN . . . 

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. Mudah-mudahan belum bosan ya…Dj. sering berpikir, kalau Dj. bikin oret-oretan, kok selalu panjang dan lebar. Bagaimana ya, caranya membuat oret-oretan yang singkat….???

Nah Dj. pernah bikin oret-oretan tentang bunga Hibiskus, ingat kan…??? Kalau sudah lupa, maka ini Link nya, silahkan buka lagi…. hahahaha….!!! http://baltyra.com/2012/07/24/bunga-sepatu-hibiskus/

Okay…Kalau masih mau, maka ini Dj. pamerkan kembali beberapa jepretan Dj. dari Bonsai Hibiskus. Yang mana akhir-akhir ini sangat sering dan banyak bunganya. Jadi sekarang hanya ingin pamer jepretan bunganya saja, sedikit membagi kegembiraan melihat bunga Hibiskus yang setiap hari menemani kami di apartment.

Pagi sebelum 100% mekar

Setelah mekar

Entah apa nama dalam bahasa Indonesianya “puting bunga ???” Benar mas Anoew…???

Dj. harap anda mau menilai hasil jepretan Dj. di atas…. Tapi kalau tidak suka, ya lewati saja ya…Silahkan melihat bentuk dan warna bunga Hibiskus yang lain dari biasa anda lihat. Terimakasih dan mudah-mudahan kali ini cukup pendek. Semoga kehidupan kita setiap hari bisa seindah bunga Hibiskus di atas, dimata orang di sekitar kita.

Hidup ini sangat singkat, walau tidak sesingkat bunga Hibiskus yang hanya 2 hari saja. Tapi rela membagikan keindahannya kepada kita semuanya.

Berkat dan Kasih TUHAN, kiranya menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

100 Comments to "Foto Bunga Hibiskus"

  1. Dj. 813  22 February, 2013 at 22:44

    Hallo mbal Hana…
    Terimakasih sudah mamüir disini.
    Juga terimakasih untuk pujiannya….
    Nah ya, sekedar hobby tanaman dan hobby photo…
    Salm manis dari Mainz.

  2. Hanna  22 February, 2013 at 21:55

    Hasil jepretannya keren-keren pak D J…

  3. Dj. 813  10 December, 2012 at 04:01

    Okay yu….
    Namanya juga manusia kan….???
    Lha iya lah, mana Dj. punya anak di Indonesia…..???
    Tapi siapa taunya…??? Hahahahahaha….!!!
    Kalau yang papnggil Dj. opa, itu banyakk yu.
    Karena Dj. dari 10 bersaudara, Dj. nr. 8 , jadi keponakan ada banyak, lebih dari 30 orang yu…
    Bahkan ada keponakan yang jauh lebih tuda daripada Dj. dan ada yang seumur Dj. juga.
    Lha kalau keponakakn Dj. sudah ada beberapa yang punya cucu.
    Anak keponakan sudah panggil Dj. opa, nah apalagi anaknya…… hahahahahaha….!!!
    Tapi cucu yang benar ya, hanya David dan nanti bulan Maret 2013 akan datang yang kedua ( adiknya
    David ).

    Benar yu, kadang teman, malah bisa jadi saudara.
    Walau jarak yang memisahkan dengan jauhnya.

  4. Lani  10 December, 2012 at 02:40

    MAS DJ : weleh2 iki yg pikun aku hahaha…..yg dimaksud biaya, yg diketik visa……..mahalo mas atas koreksinya……..namanya msh menungso salah2 itu biasa……….asal jgn disengaja.

    mas DJ keluarga, cucu semua di Jerman……….yg di indo cm sodara2 saja………jd maklum klu mas lbh dekat dgn family yg di Jerman……..

    klu aku ndak ada famili ya wis dewean………….tp teman2 muter di sel bumi ini mas…………wlu dipisahkan jarak yg jauh msk bs kontak………..wlu tdk sec ketemu gathuk

  5. Dj. 813  10 December, 2012 at 01:54

    Maaf yu, bukan bebas visa, visa tetap harus punya, kalau tidak, ya tidak bisa masuk.
    Tapi bebas BIAYA untuk visa.
    Kalau soalmakanan, sudah banyak yang bisa didapat di Eropa, terutama di belanda yu.
    Saudara, sudah tua-tua semuanya dan hampir setiap hari bisa chatting dengan Face Book.
    Kalau dulu, saat ibu Dj. masih hidup, itu memang, satu keharusan.
    Tapi kalau saudara, dari yang di Medan, sampai yang di Jayapura, bahkan di Hawaii bisa dengan Skype.
    Hahahahahahahahaha…..!!!
    Entah untuk orang lain, tapi makin lama, untuk Dj. sangat terasa keterikatan dengan anak-anak dan cucu.
    Sepperti tadi sore, David datang, karena memang sudah janjian makan siang dirumah,karena Dewo pesan
    Sooto dan rendang.
    Tapi mereka datang 2 jam lebih pagi dan David ngajak Dj. untuk main slorodan di salju.
    kebetulan, 200 meter dari rumah ada taman dan ada bukit kecil.
    Dimana anak-anak banyak juga yang ngumpul untuk slorodan ( meluncur ) dari atas kebawah.
    Dia ingin meluncur sendiri, tapi sedikit takut, kalau tidakbisa berhenti.
    setalah kami kasi tau, dia langsung berani sendiri…..
    Nah inilah salah satu kebahagiaan dalam keluarga kami.
    Dan setelah dari bermain, kami makan siang bersama.
    David masih aleman dan kalau dia libur lagi ( maksudnya ) week end depan, dia mau diajak ke
    Burger Kings… hahahahahahaha….!!
    Dan dia sangat menyenangkan, karena tidak pernah rewel dan sekarang sudah bisa diajak guyonan.

    Semoga pembangunan Gerejanya sukses dan cepat selesai, ya yu.
    Salam manis dari Mainz.

  6. Lani  10 December, 2012 at 01:27

    MAS DJ : nah, skrg baru mudenk…..setelah dijelaskan oleh mas, jd klu keluarga wlu salah satu msh pegang paspor ijo bebas visa? Spt aturan di Jerman? Dan mungkin bbrp neg eropa lainnya?
    Mmg begitulah mas, klu pegang paspor ijo kemana-mana kudu pakai visa, wlu pemegang visa lainnya ada jg yg msh hrs pakai visa, tp ndak sebanyak dgn paspor ijo.
    Oleh krn nya spt yg mas tuliskan, lbh baik berlibur ke neg lainnya, ndak usah pakai visa dan lbh murah, lbh nyaman…….dan mungkin lebih2 lainnya.
    Ke Indonesia krn ada family, sahabat, dan jg krn kangen makanan/jajanannya yg di LN tdk pernah ada.
    Baru saja balik soko gereja mas, krn sement gereja menggunakan tenda, dan ini ada projek utk dipasang karpet biar tdk berdebu.
    Gereja baru akan mulai dibangun jan’ 2013

  7. Dj. 813  10 December, 2012 at 00:37

    Benar yu…Setiap orang yang tidak memegang paspor hijau, harus bayar.
    Hanya bedannya, kalau kami orang Indonesia yang nikah dengan kewarganegaraan Jerman ( misalnya ).
    Kalau ke Inggris atau ke Denmark, memang perlu visa, tapi tidak bayar, karena kami dianggap keluarga.
    Tapi kalau mereka yang tidak ada hubungan keluarga, ya harus bayar.
    Seperti yang Dj. beri contoh, teman yang suami-istri, masih pegang paspor Indonesia, kalau mereka
    mau ke London ( misalanya ), untuk visa tersebut, mereka harus bayar.
    sedang untuk Dj. cukup kasi lihat surat nikah, maka bebas dari biaya visa.

    Nah ya, itulah…
    Nah yu Lani bisa lihat daftar yang ibu Matahari cantumkan…
    Indonesia termasuk negara yang “mungkin” bermasalah, jadi kemana-mana
    harus bayar visa. Atau “mungkin” belum memenuhi standart International.
    Nah ya….
    Selama masih bisa bayar, malah bangga kan yu.
    Tapi kalau dirasa mahal, ya pergi ke negara lain saja.
    Dan ini banyak dari teman Indonesia yang nikah dengan Jerman.
    Mereka juga merasa malas, mending ke Mallorca, Ebiza, Turki, atau yang lain.
    masih banyak kok negara yang indah untuk dikunjungi.
    Hahahahahaha….!!!
    Sedang seperti Malaysia, mereka bebas.

  8. Dj. 813  10 December, 2012 at 00:25

    Ibu Matahari…
    Dj. kira sudah kena virusnya….
    Hahahahahahaha….!!!!
    Virus sehat kok, jadi tidak ada masalah….
    Malah bisa bikin orang tertawa….

  9. Lani  9 December, 2012 at 23:24

    MAS DJ : mas, yg aku maksudkan klu bukan pemegang paspor ijo (ada bbrp yg bukan pemegang) mmg kudu bayar visa, baik ambil di neg masing2/on arrival. tp yg memang bikin sebel mrk kdg bertele-tele…….mmg maksudnya “klu bs dipersulit mengapa dipergampang”??????

    ini mo ke gereja mas mengko sambung lagi

  10. matahari  9 December, 2012 at 23:10

    Pak Djoko saya mau komen lagi tapi saya takut saya benar benar sudah terkena syndrom Dj hahahaha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.