Jancuk dari Sudut Pandang Sejarah

Mastok

 

JANCUK dari sudut pandang sejarah….salah satu ciri khas Arek Surabaya yang terkenal suka blak-blakan istilah pengunaan kata kotor atau misuh. Konon bila mengaku sebagai Arek Suroboyo kalau tidak misuh belumlah betul-betul dikatakan arek Suroboyo, apalagi bagi kamu laki-laki.

Arti kata Jancok dalam kepastian sejarah masih simpang siur. Namun banyak pemerhati sejarah yang menyepakati bahwa kata umpatan atau pisuhan ini mulai kerap digunakan sejak jaman post kolonial. Salah satu pemerhati budaya Surabaya memaparkan satu dari sekian versi makna dan orisinalitas dari kata tersebut.

Menurut Edi Samson, tim 11 Cagar Budaya Surabaya, jancuk berasal dari bahasa Belanda, yakni ‘jantje ook’, yang berarti ‘kamu juga’. Kata tersebut seringkali diucapkan dan menjadi kata gaul oleh anak-anak Indo-Belanda sekitar tahun 1930an. Pergeseran pengucapan menjadi jancok itu dilakukan oleh arek Surabaya. Hal ini terjadi karena di Surabaya terdapat perbedaan kelas yang sangat menonjol antara anak-anak Indo-Belanda dengan anak-anak pribumi. Kata-kata yang sering diucapkan oleh anak-anak Indo-Belanda, salah satunya adalah jantje ook tersebut sering kali dipelesetkan sebagai bahan olokan oleh anak-anak pribumi.

Kata jantje ook sendiri oleh anak-anak pribumi dipelesetkan menjadi yanty-ok, yang secara lisan terdengar [yant-cuk]. Dalam perkembangannya menjadi kata tersebut menjadi jancuk dan disini mulai muncul pengistilahan yang berbeda-beda dari kata tersebut. Kendati demikian, tidak ada sumber tertulis yang membenarkan bahwa pernyataan tersebut adalah sebagai asal-usul dari jancuk sendiri…. anda punya sudut pandang lain….??? Monggo…

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

20 Comments to "Jancuk dari Sudut Pandang Sejarah"

  1. J C  7 December, 2012 at 16:07

    Bu Matahari, misuh = memaki.

    Justru aku ingin nanya ke bu Matahari, apakah ada kata “jantje ook” dalam bahasa Belanda? Seperti halnya kata-kata koeno dari bahasa Belanda yang sekarang justru jarang digunakan di sana, tapi masih digunakan di sini: DUIT dan PINTER, sepertinya demikian kah?

  2. juwandi ahmad  7 December, 2012 at 15:29

    Jancuk…! Dadi kelingan jancuk aku. ha ha ha. Setahu saya, penggunaan “Jancuk” beraneka ragam. Bisa dipakai untuk marah, untuk keakraban-kedekatan, dan mengungkapkan hal hal yang luar bisa: luar biasa apik, enak, lucu dan sebagainya. “Jancuk kowe” artinya bisa ngumpat, bisa marah, bisa pula bergurau, “Jancuk enak’e rek.” artinya mengungkapkan makanan yang sangat enak. Di dekat tempat saya tinggal, sono sewu jogja, ada soto khas jawa timur, diberi nama SOTO JANCUK. Barangkali berharap, begitu pembeli makan sotonya akan bilang” “janjuk, modiar… enak’e rek……! he he he. Mas Tok: salam jancukkk…!

  3. awesome  7 December, 2012 at 14:18

    oo ….. kalo gitu ya bukan misuh (memaki) toch
    lha khann artinya “kamu juga” :p

  4. matahari  7 December, 2012 at 13:13

    Misuh itu apa…

  5. matahari  7 December, 2012 at 13:12

    Jancuk….baru ini saya dengar kata kata itu….lengkap dengan asal usul kata itu…Jantje ook….

  6. nia  7 December, 2012 at 12:40

    kalo buat saya yang penting orang yang saya panggil cuk gak marah sy dan sahabat2 saya saling memanggil dengan ‘cuk’. buat kami itu adalah panggilan sayang. PALING BENCI kalo ada orang lain (biasanya temen si sahabat) yang gak seneng, ngomel, sampe marah karena saya panggil sahabat saya dng ‘cuk’.
    kalo memaki saya jarang pake ‘djancuk’

  7. ah  7 December, 2012 at 12:35

    misuh iku vitamin cuk cuk..

  8. Handoko Widagdo  7 December, 2012 at 09:35

    Lho lagi…lho lagi (begitu ya kira-kira anak sekarang bilang).

  9. [email protected]  7 December, 2012 at 09:15

    jancuk… wkkwkwkwk….saya masih memanggil teman saya dengan nama jancuk (nama aslinya jaya) hehehehe…

    yang bersangkutan nggak marah tuh… asik2 aja…

  10. Linda Cheang  7 December, 2012 at 08:51

    Mastok, masih lebih mending mana : jancuk atau kampret?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.