[Senja di Biara Menyurai] Tempat Terindah

Angela Januarti Kwee

 

Sejak pagi aku sudah menyiapkan diri untuk melewati senja. Di sela waktu bekerja, aku berharap punya waktu seminggu sekali untuk bisa berkunjung ke sana. Untungnya tidak banyak pekerjaan yang mengharuskan aku pulang lebih lambat. Setelah menelepon pastor untuk memastikan ada misa, aku pun segera mengendarai kendaraan menuju biara.

Kali ini aku datang lebih awal. Anak-anak asrama terlihat berjalan kaki memasuki area biara. “Kakak ….” Mereka menyapaku dan aku pun membalasnya. Aku masuk ruang doa berserta mereka. Mereka terlihat tengah sibuk menyiapkan lagu, bacaan dan menyalakan lilin.

Aku memilih hening dan berbincang sejenak dengan Tuhan sebelum misa dimulai. Ada satu kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seorang anak kecil masuk ke ruang doa. Usianya kira-kira dua tahunan. Dia berjalan di sekeliling altar dan berbicara layaknya anak kecil. Anak itu sangat lucu. Sebelum misa dimulai, seorang laki-laki membawanya keluar. Saat misa tengah berjalan, anak itu kembali masuk. Mungkin saja dia ingin ikut misa.

*

Dalam misa, aku tertarik mendengarkan ayat dari bacaan Yesaya tentang Raja Damai yang akan datang. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan damai, tanpa ketakutan.

“Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.”

“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”

Mungkin awalnya ini hanya sebuah ketertarikan biasa. Tapi ada satu hal yang membuatku merenung dan merasa gembira dalam menghayati ayat tersebut.

Setelah misa usai, aku berniat untuk pamit pulang. Aku sempat dikenalkan dengan seorang bapak. Pastor memintaku untuk ikut makan malam. “Ada buah rambutan juga, Angel.” Pastor sangat tahu aku menyukai buah rambutan yang langsung dipetik dari pohon rambutan di taman biara. Ya, seperti biasa aku tidak bisa menolak tawaran ini.

Kami makan malam bersama seraya berbincang. Aku selalu kagum dengan kesederhanaan di biara ini. Mulai dari gaya hidup hingga menu makanan yang disantap. Terlebih perbicangan dengan banyak pribadi dalam senja selalu mengajari sesuatu yang baru bagiku.

Saat tengah berbincang, pastor mengucapkan satu kalimat yang membuatku sempat terharu. “Angel kan sudah menjadi bagian dari keluarga Montfort.” Kalimat ini terucap, ketika pastor menjelaskan tentang diriku pada bapak yang ikut makan malam bersama. Aku gembira dan bahagia mendengarnya. Aku jadi memikirkan ayat yang kudengarkan tadi, sebuah keadaan damai tanpa ketakutan. Aku merasakannya setiap kali berkunjung ke biara dan melewati senja. Ada rasa damai dalam hatiku yang terkadang tidak mampu kurangkai dalam kata-kata. Mungkin juga anak kecil yang tadi masuk ke ruang doa merasakan hal yang sama sepertiku. Semua ini selalu mengajakku untuk bersyukur dan berbahagia dalam menjalani hidup.

Jadi terpikir dengan kalimat yang temanku ucapkan beberapa jam yang lalu “Melihat kamu belum pulang jam segini, aku tahu kamu pasti ke biara.” Ah … ternyata dia sudah sangat mengerti diriku.

Senja kali ini  mengingatkanku bahwa ada satu dari tempat terindah di kota Sintang yang selalu mendamaikan dan membuat hatiku gembira di kala berkunjung ke sana. Tempat itu adalah biara Montfort. Biara yang membawaku dalam banyak cerita senja yang berkesan.

*

Sintang, 04 Desember 2012

SCA-AJ.020187

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

11 Comments to "[Senja di Biara Menyurai] Tempat Terindah"

  1. Angela Januarti  8 December, 2012 at 11:07

    Nur Mberok, juwandi ahmad : terima kasih juga sudah membaca tulisan saya.

    Pak JC, Linda Cheang, Alvina VB : itu sebabnya saya sangat menyukai senja di sana. ^_^

    Pak DJ : Akan angel sampaikan salamnya ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.