Kuliner Serang

Handoko Widagdo – Solo

 

Dalam sejarah yang kita pelajari, Serang-Banten dikenal sebagai sebuah kota pelabuhan yang pernah berjaya, sebelum Batavia mengambil alih. Artinya Serang adalah sebuah kota yang berbasis pinggir laut.

Dalam kunjungan selama seminggu di kota Sultan Ageng Tirtayasa ini, saya berkesempatan mencicipi kuliner yang berbasis pantai, tepatnya tambak. Tambak-tambak yang ada di Banten masih diusahakan oleh penduduk setempat secara tradisional. Jika biasanya kampung nelayan kelihatan miskin dan kumuh, di Serang-Banten, perkampungan nelayan kelihatan sejahtera. Rumah-rumah tembok, pasar dan sekolah terpelihara dengan baik.

Berikut adalah beberapa menu yang saya dapatkan selama saya berkunjung ke Serang-Banten. Pertama-tama kami diajak makan oleh seorang kawan yang memiliki tambak. Udang, bandeng dan mujahir diambil langsung dari tambak dan segera diolah dengan berbagai menu berikut ini.

Saya agak heran ketika ada mujahir disajikan. Sebab setahu saya mujahir adalah jenis ikan air tawar, bukan ikan air payau/asin. “Mujahir ada di tambak. Kami tidak memeliharanya. Ada begitu saja,” demikian penjelasan teman saya yang mengelola tambak.

Pada kesempatan lain, saya makan di sebuah resto di tepi tambak. Menu utama dari restoran lesehan ini juga ikan dan udang yang berasal dari tambak.

Menu yang tersaji diantaranya adalah udang bakar dengan sambal bawang merah, bandeng bakar sambal tomat yang disajikan dengan lalapan daun sultan, kemangi dan mentimun muda dan sup kakap putih yang konon berkhasiat untuk meningkatkan stamina.

Selain menikmati ikan dan udang dari tambak, kami juga sempat mencicipi cemilan yang menjadi bagian hidup sehari-hari masyarakat Serang, yaitu tapi ketan dan serabi. Jika serabi di Solo dan Jogja disajikan dengan gula merah cair atau santan, di Serang serabi disajikan dengan sambal cair yang rasa bawang merah dan tomatnya terasa.

kuliner-serang (14)

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

73 Comments to "Kuliner Serang"

  1. Handoko Widagdo  29 January, 2013 at 11:29

    Memang indah ya Kang Edy

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.