Malam Seorang Maling

F. Rahardi

 

malam adalah tembok tebal yang dicat
warna hitam
aku ingin di dalamnya terbalut semen
aku akan aman di sana
kau tak mungkin melihatku
polisi tak mungkin menembakku
dan hansip pasti akan kebingungan mencariku
waktu siskamling

dalam tembok itu aku leluasa bergerak
telentang, tidur, merangkak
lari-lari anjing atau melompat jauh
aku bebas untuk berak tanpa cebok
makan tanpa cuci tangan
boleh kentut sekeras-kerasnya
tanpa ada seorangpun yang akan
mendengarnya

malam adalah kain sarung yang sudah dua
minggu tak dicuci
orang pasti kegerahan terkurung di dalamnya
anak-anak kecil akan menangis berkepanjangan
nyamuk dan kecoak teler mabuk kentut
jam terus berdetak tanpa diawasi
isteri-isteri terus digauli suami sampai mati
sekali terkibas
sarung itu akan mengerudungi kampung
lalu seluruh isinya terlelap

pohon nangka akan menyelonjorkan batangnya
ayam berhenti berkokok
burung-burung menenggelamkan kepala mereka
dan ketua RT mendengkur memeluk
lampu senter
langit, tanah, daun-daun, atap rumah
semua terkurung kain sarung
mengantuk, pusing-pusing dan teler

malam adalah kain sarung yang membalut
seluruh kampung
dalam kerudung kain keramat itu aku melaju
kutikam pos kamling dengan linggis
aku terus melaju, mengendap, berjongkok dan
beol di selokan
kutumpahkan seluruh nasib sial itu
hanyut terbawa arus comberan
dicaplok lele dan kecebong
lalu kubasuh pantatku bersih-bersih
di pancuran yang jernih
sekarang aku suci sudah
rohku siap masuk
sandal jepitku kuseret
kain sarung keramat itu berkibaran
menyebarkan rasa kantuk
dan Tuhan tetap dengan sabar memutar jarum
jam
detik demi detik
dan menggeser bintang-bintang
ke langit baratdaya
seluruh kampung sempurna mendengkur
dan akupun siap mendongkel jendela surga
dan masuk ke dalamnya.


Jakarta, 1988

 

One Response to "Malam Seorang Maling"

  1. anoew  16 December, 2012 at 22:12

    Maling jaman sekarang tak perlu malam buat melancarkan aksinya, siang pun kalau ada kesempatan, hajar bleeeeh….

    Semakin ke sini seiring kemajuan jaman dan pola pikir maling, kejahatannya pun berkembang. Tak hanya nyolong duit dengan cara kasar tapi bisa juga main cantik dan modusnya pun beraneka cara.

    Yang susah sih maling hati. Maling hati bikin gadis-gadis yang kecurian bisa merana.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.