[Xixi Diary Sang Superstar] Rencana Busuk

Masopu

 

Artikel sebelumnya:

http://baltyra.com/2012/12/05/xixi-diary-sang-superstar-penyesalan/

 

 

Bumi terus berputar mengelilingi matahari. Guliran waktupun tiada pernah terhenti. Semakin hari Xixi semakin tenggelam dalam dekapan Ferdy. Aksi liar lelaki tersebut telah membuatnya terlupa akan sesal yang sempat datang menyapanya. Perlahan tapi pasti dia menikmati semua kelakuan binal Ferdy. Xixi semakin dalam terpuruk. Kini persenggamaan terlarang tersebut bukan lagi hal tabu baginya. Xixi dan Ferdy semakin keranjingan menikmati buah cinta yang setan-setan hidangkan untuk mereka.

Sementara Xixi terus menikmati keasyikan yang baru didapatnya itu, perlahan tapi pasti Ferdy segera menyiapkan jurus-jurus baru untuk menenggelamkan Xixi pada bujukannya. Setiap kali akan melakukan perbuatan terkutuknya, Ferdy selalu meminta Xixi untuk menenggak minuman yang telah disiapkannya beberapa saat sebelumnya. Setelah itu barulah mereka melakukan perbuatan terkutuk tersebut secara berulang-ulang.

Rencana Ferdy ternyata tidaklah berhenti sampai di situ saja. Ferdy telah menyiapkan sebuah skenario gila bersama salah seorang temannya. Mereka berdua ternyata telah bersepakat untuk menjual tubuh molek Xixi pada om-om yang membutuhkan kehangatan wanita muda seperti Xixi.

Trapped1

“Fer bagaimana rencana kita?” tanya suara di seberang.

Ferdy tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dengan tergopoh-gopoh dia segera beranjak dari tempatnya tidur. Sementara di sisi lain ranjang tersebut, Xixi sedang tertidur pulas. Tubuh putihnya tak lagi tertutup selembar benangpun, selain hanya selimut yang menutupinya. Sementara pakaiannya telah terserak di sisi ranjang.

Ferdy segera memakai celana boxer yang tadi tergeletak di lantai. Setelah itu dirinya segera beringsut menuju ke ruang tamu apartemen yang disewanya untuk tinggal bersama Xixi. Begitu masuk ruangan tersebut, Ferdy segera duduk menghadap ke arah pintu kamarnya tadi.

“Tenang saja Den. Pokoknya sebentar lagi kita akan dapat apa yang kita inginkan.” kata Ferdy sambil menghempaskan pantatnya ke kursi yang ditujunya.

“Segera kapan Fer?” tanya suara tersebut.

“Secepatnyalah Den. Dia sekarang sudah menikmati permainanku. Sebentar lagi dia akan ketagihan. Saat itulah kita akan menjadikan dia sebagai pelacur kita. Tambang uang kita Den. Pokoknya kamu harus bisa memasarkan dia dengan harga tinggi Den.” Sahut Ferdy.

“Apa kamu gak marah nantinya Fer?. Bukankah dia pacarmu?” Tanya suara di seberang mencoba meyakinkan.

“Hahahahahahaha. Loe seperti gak tahu aku saja Den. Aku hanya butuh kehangatannya saja Den. Aku tak pernah mau serius menjadikannya pacarku. Yang penting aku bisa menidurinya, itu sudah cukup Den.” potong Ferdy.

“Dasar gila Loe. Kalau begitu boleh dong gue sebagai orang pertama yang menikmati tubuhnya setelah kamu?” tanya Denny.

“Silahkan saja Den. Asal ada hitungannya saja kan.” sambung Ferdy.

“Dasar loe Fer. Kapan nih dia siap aku pasarkan.” tanya Denny.

“Sekitar seminggu lagi Den. Aku sekarang lagi mengajarkan kepadanya bagaimana cara memuaskan pasangannya Den.”

“Kamu yakin Fer?” tanya Denny.

“Yakinlah Den. Emang kenapa?” Ferdy balik bertanya.

“Gue sudah punya calon pembeli Fer. Dia seorang pengusaha asal Jakarta yang akan berkunjung ke sini. Kebetulan gue nanti yang menemaninya selama ada di sini.” terang Denny.

“Beneran nih Den. Berani berapa dia bayar cewek seseksi Xixi?” tanya Ferdy dengan muka berseri-seri.

“Yang jelas dia berani bayar mahal, asal cewek dan pelayanannya hebat Fer. Apa kamu sudah mengajarinya dengan baik?” tanya Denny.

“Pastilah Den. Aku saja kaget melihat cara dia memuaskanku Den. Baru beberapa saat yang lalu aku menikmati aksinya yang malu-malu, tapi kini aksinya sungguh liar dan binal Den.” terang ferdy.

“Hahahahahaha. Makin penasaran aku ingin tahu aksinya Fer.”

“Kamu coba saja dia sehari sebelum bosmu datang. pasti kamu dibuat kewalahan oleh aksinya.”

Ferdy kemudian menceritakan pengalamannya berhubungan dengan Xixi. Dalam tempo yang singkat wanita tersebut telah menjelma menjadi wanita lain. Xixi wanita berusia 21 tahun tersebut kini telah berubah drastis. Wanita yang seharusnya menyelesaikan kuliahnya tahun depan tersebut, kini semakin jarang terlihat di kampusnya. Dia lebih asyik menikmati ajakan dari Ferdy untuk jalan-jalan sambil menikmati gaya hidup mewah yang diajarkan Ferdy.

Kini wanita tersebut lebih suka berbaju mini. Baju-baju yang lebih menonjolkan lekuk tubuhnya tersebut, selain juga tubuh mulusnya. Padahal dulu Xixi lebih menyukai berpakaian yang sopan-sopan. Aksi binal Ferdy dan pencucian otak yang dilakukannya telah berhasil. Cara bicara Xixi-pun telah jauh berubah. Dia menjadi sesosok wanita yang cenderung vulgar dalam berbicara.

Denny yang mendengar cerita dari Ferdy hanya manggut-manggut saja. Terlukis senyum culas di wajah mereka berdua. Kini setelah vakum beberapa waktu lamanya, mereka telah menemukan komoditi baru untuk dipasarkan. Mereka berdua akan menjadikan Xixi sebagai dagangan baru mereka, setelah usaha mereka untuk menjerumuskan seorang mahasiswi asal luar pulau gagal. Wanita tersebut lebih memilih untuk hidup sederhana dan apa adanya, asal kuliahnya lancar.

trapped

Sementara Xixi, wanita asal luar kota Surabaya tersebut terpikat oleh permainan kata Ferdy. Setelah kehilangan mahkota yang dibanggakannya, Xixi makin dalam terpuruk dan menikmati semua rayuan gombal Ferdy. Xixi tidak menyadari jika dirinya saat ini hanya kana dijadikan wanita panggilan kelas atas.

 

Denpasar, 19102011.0256

Masopu

 

12 Comments to "[Xixi Diary Sang Superstar] Rencana Busuk"

  1. anoew  20 December, 2012 at 01:44

    Benar pakdhe Dj, saya paham maksudnya. Tapi ya, haha saya kan belajarnya dari pakdhe Dj haha

    *jadi inget lagi, waktu kita godain mbak receptionis di hotel mandarin haha*

  2. juwandi ahmad  19 December, 2012 at 23:27

    manuk makane anek’e, jenenge ngloloh….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.