Hari Ibu 22 Desember 2012: Peran Wanita dalam Lingkungan

Mastok

 

Hancurnya ekosistem lingkungan di Indonesia. peran serta pelestarian lingkungan hidup harus dimulai dari rumah dengan memperhatikan permasalahan air, energi dan sumber daya alam lainnya yang berada di seputar lingkungan kita yang terdekat yaitu rumah tangga. Peran perempuan dan ibu rumah tangga sangat besar di sana.

lingkunganhidup

Dasar dari semua itu adalah kesehatan, lingkungan yang bersih, air yang bersih jauh dari limbah pencemaran, ventilasi, tumbuhan dan lain-lain. Peran perempuan dalam rumah tangga dalam masalah lingkungan di sekitar rumah dijelaskan oleh KTT Bumi Rio de Jeneiro dalam prinsip ke 20 deklarasi Rio; “Perempuan mempunyai peran penting dalam pengelola lingkungan dan pembangunan.Partisipasi penuh mereka sangat penting untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan”. Hal lain dalam deklarasi itu menjelaskan peran penting laki-laki dan peran perempuan yang bertuliskan “Kami bertekat untuk menjamin bahwa pemberdayaan dan emansipasi perempuan dan kesetaraan gender terintegrasi dalam segala aktivitas yang terdapat dalam Agenda 21, tujuan pembangunan berkelanjutan dan rencana pelaksanaan Johannesberg.

Posisi wanita yang masih selalu dipinggirkan di sebagian besar belahan dunia mungkin sama dengan yang dialami oleh bumi kita. Perlakuan yang kurang baik terhadap wanita merupakan gambaran bahwa baik bumi maupun perempuan mendapatkan perlakuan yang kurang baik sehingga mengakibatkan kerusakan dan penindasan. Di bumi, pembangunan yang dijalankan cenderung tidak memerhatikan faktor keberlangsungan lingkungan hidup yang baik. Sebagai akibatnya, kerusakan lingkungan yang terjadi semakin parah.

Meskipun mendapat perlakuan yang hampir sama, wanita harus diikutsertakan dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini perlu agar perempuan memahami betapa pentingnya lingkungan sehingga perempuan akan menjaga dan memelihara lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, perempuan akan memunyai andil besar untuk menjaga, memelihara lingkungan dengan baik dan juga dapat menjaga kebersihan lingkungan dari lingkup yang paling kecil.

Perempuan memiliki keterkaitan yang erat dengan lingkungan. Dalam perannya sebagai pengelola rumah tangga, mereka lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan dan sumber daya alam. Dampak kerusakan lingkungan pun lebih sering dirasakan oleh perempuan. Contoh sederhana adalah ketersediaan air. Berkurangnya ketersediaan air lebih dirasakan kaum perempuan karena mereka merupakan pemakai air terbesar dalam rumah tangga.

Save_Our_Earth_by_artdika

Apa yang dapat dilakukan perempuan untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan?

  1. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Secara aktif, perempuan dapat dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya. Sampah dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu sampah organik dan nonorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah diuraikan oleh alam (proses penguraiannya memerlukan waktu singkat). Contohnya adalah sisa makanan dan sayuran. Sampah nonorganik adalah sampah yang sulit teruraikan oleh alam (proses penguraiannya memerlukan waktu lama). Contoh sampah nonorganik adalah plastik. Penanganan yang paling sesuai bagi sampah nonorganik adalah daur ulang (recycle) dan pemakaian ulang (reuse)
  2. Produk Rumah Tangga Ramah Lingkungan Perempuan memiliki peran dengan menentukan produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Untuk memilih produk rumah tangga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, memilih produk pembersih yang menggunakan bahan aktif biodegradable. Bahan ini termasuk dalam kategori ramah lingkungan karena dapat terurai oleh pengolah limbah dan proses alamiah. Kedua, menghindari produk yang mengandung merkuri. Merkuri merupakan logam berbahaya yang sering ditambahkan dalam beberapa produk, seperti kosmetik, cat, dan baterai.Selain memilih produk rumah tangga ramah lingkungan, kepedulian perempuan dalam mengelola lingkungan juga dapat dilakukan dengan memilih alat-alat rumah tangga yang ramah lingkungan. Dalam memilih peralatan rumah tangga, utamakan untuk produk yang hemat energi. Sebaiknya, pilih juga alat pendingin (AC, kulkas) non-CFC karena bahan tersebut berpotensi merusak ozon.
  3. Pendidik Lingkungan Seorang perempuan atau ibu merupakan media edukasi pertama bagi anak-anak. Melalui ibu, pendidikan dan penyadaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Dari penerapan pola pengelolaan sampah dan pemilihan produk yang ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan ikut terbiasa dalam menjaga lingkunganya. Dan jika nantinya kebiasaan dan kesadaran ini mengakar dalam diri anak-anak, maka pada masa depan akan terbentuk generasi yang peduli pada lingkungan.

Kali ini penghargaan diberikan kepada 52 wanita mahadaya dari seluruh pelosok Nusantara yang telah membuktikan peran mereka dalam pemberdayaan lingkungan sekitarnya, sehingga turut memajukan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Penghargaan ini adalah yang kedua kalinya diberikan setelah tahun 2009 diberikan kepada 39 tokoh wanita.

Apresiasi yang diberikan kepada kaum wanita ini didasari bahwa kaum wanita berperan penting dalam kehidupan umat manusia. Sebagai sosok yang berjasa dalam melahirkan dan membesarkan generasi penerus yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan, karakter kaum wanita turut menentukan karakter suatu bangsa. Peranan wanita mahadaya Indonesia ini dinilai telah berhasil mencerahkan, mendidik, dan memberdayakan diri, sesama, maupun orang lain serta terus mendukung mereka untuk menjadi agen perubahan – menjadi sosok wanita masa depan.

green-energy

Ke-52 penerima anugerah ini memiliki latar belakang sosial, suku, usia dan profesi yang beragam. Dengan caranya masing-masing, setiap wanita menggunakan anugerah dan kesempatan masing-masing ataupun melampaui tantangan personal kehidupan mereka dalam misinya untuk menemukan makna hidup yang berarti dengan berbagai kepada orang lain.Penghargaan Tupperware SheCAN! Award 2011 ( Tahun Lalu) juga diberikan kepada public figure, antara lain: Elly Kasim (Penggiat Adat & Budaya Minang), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (Tokoh Peranan Wanita), Mooryati Soedibyo (Pengusaha Jamu dan Kosmetika), Pia Alisyahbana (Penggiat Pemberdaya Wanita), Ratih Sanggarwati (Seniman dan Penyair), Ratna Riantiarno (Aktivis Teater), Sinta Nuriyah Wahid (Aktivis Pemberdayaan Wanita), Ully Hary Rusady (Aktivis Lingkungan Hidup, Valerina Daniel (Duta Lingkungan Hidup, Ivana Lie (Mantan Atlet Bulutangkis Nasional), Mira Lesmana (Produser Film), dan masih banyak lagi. Untuk mendukung kegiatan sosial yang dilakukan oleh seluruh wanita Tupperware SheCAN! (totalnya berjumlah 91 orang), pada acara ini Tupperware Indonesia memberikan donasi sebesar Rp 832.500.000,-. Donasi yang diberikan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi mereka untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan selama ini hingga bermanfaat bagi lebih banyak orang lagi, demikian disampaikan Nining W. Permana, Managing Director PT Tupperware Indonesia.

Wanita yang berarti dalam kehidupan, Hadir dengan penuh makna  tanpa berharap apapun kecuali satu kebahagiaan….
 special Nur Shanti – Nur Rahmawati – Nurilla,…Trima kasih Dukungan Lahir bathin

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Hari Ibu 22 Desember 2012: Peran Wanita dalam Lingkungan"

  1. juwandi ahmad  22 December, 2012 at 00:00

    Hidup Mastok…! Hidup Emak ku…! Hidup Emak kita semua…! I love you Mbok,,,,

  2. Dj. 813  21 December, 2012 at 19:43

    Ooooo…. ibuku…
    Hatiku pilu… mengenang dikau…
    Ku teringat, masa yang… telah lalu….!!!
    Kudibesarkan… oleh ibuku…dikampoeng halaman ku…
    Kini hanya lah, kenangan yang kualami….
    ( benar ngga ya…??? )
    Salama dan selamat hari ibu…
    Kapan ada hari nenek ya…???

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  21 December, 2012 at 18:49

    Kalau lesbian bagaimana ya? Dua-duanya ibu soale…

  4. anoew  21 December, 2012 at 18:45

    Saya mau memasak ida-ida, alias ibu muda. Selamat hari ida.

  5. [email protected]P4mPr3s  21 December, 2012 at 10:48

    bagi yang merasa sudah jadi ibu ibu…. selamat hari ibu…
    bagi yang sudah bapak2… mari kita tunggu masakan ibu ibu…
    bagi yang belum cukup umur… ya sudah… jangan nakal…

    PEACE!!!…

  6. Linda Cheang  21 December, 2012 at 09:13

    22 Desember = Hari bikin onde-onde!

  7. Mega Vristian  21 December, 2012 at 08:06

    Selamat Hari Ibu, kepada seluruh Ibu-ibu anggota BALTYRA , Mastok tulisannya keren sekali, sampai saya baca 2 x , koyo Sinau pelajaran sekolah.thanks.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.