Pertemuan Empat Mata

Risma Purnama

 

Satu dari seni bersahabat di dunia maya yang saya sukai adalah pertemuan di dunia nyata atawa kopidarat. Beberapa kali saya sudah melakukannya secara berkelompok dari group yang memiliki visi yang sama. Sensasinya nyata, akrab bersahabat dan dekat satu sama lain. Itu terjadi  jika apa yang dilakukan di dunia maya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Tentunya beberapa pertemuan juga saya lakukan secara pribadi face to face empat mata. Salah satunya pertemuan kemarin Sabtu dengan salah satu sahabat maya saya yang sudah saya kenal hampir setahun ini. Setelah beberapa kali gagal rencana untuk kopidarat akhirnya kami bertemu juga di tempat yang telah kami sepakati berdua, eheem….:)

Sahabat saya ini adalah salah satu penulis pendatang baru yang telah berhasil menerbitkan dua buah buku  fiksi kumpulan cerpen dan puisi yang keduanya juga saya miliki. Selain itu juga beliau pernah menerbitkan buku antologi dan aktif di sebuah komunitas yang bergerak di dunia kepenulisan dan media cetak. Tulisan tulisannya yang manis dan lembut menyentuh hati juga romantis membuat saya berpikiran bahwa penulis ini tak jauh beda karakternya dengan tulisan tulisannya. Nyatanya memang begitu setelah saya bertemu langsung dan berbincang lama…hmmm. Siapa dia? Owh…

Entah apa yang membuat saya betah ngobrol berdua dengannya. Mungkin karena kami mempunyai minat yang sama. Kami membicarakan seputar dunia tulis menulis, kerohanian, seputar pertemanan di dunia maya, pekerjaan, sampai ke cerita cerita lucu yang tak berpangkal berujung. Seolah-olah saya sudah mengenalnya lama sekali. Pembicaraan ini memang sedikit di dominasi oleh saya, maklum perempuan otaknya lebih banyak TalK TalK and Shoes, hehehe. Walaupun dia mengaku pemalu dan pendiam, tak menyurutkan saya untuk terus mengajaknya  berbincang bincang, sampai pindah tempat tiga kali makan dua kali dan minum berkali-kali….qiqiqiqi. Serah terima cindera mata berupa buku di sebuah taman  merupakan sebuah kenangan yang tak terlupakan di senja yang semakin temaram. Sayangnya beliau tak ingin saya abadikan photonya.  Pertemuan kelar karena malam semakin larut dan saya harus pulang, meskipun masih banyak yang ingin saya bicarakan.

Usai pertemuan tertinggal pemikiran di kepala saya. Seringkali kita mungkin telah menghabiskan waktu kita hanya mengobrol, berbincang-bincang setelah itu melupakan apa yang telah kita bicarakan. Padahal jika mungkin kita mencatatnya menjadi tulisan yang bisa diingat lebih lama dan bisa dibagikan kepada orang lain, siapa tahu apa yang telah kita perbincangkan itu bermanfaat bagi orang lain. Sebab banyak tulisan tulisan sederhana yang dibagikan kepada orang lain bisa menimbulkan dampak yang luar biasa kepada orang lain bahkan bisa mempengaruhi kehidupan orang lain. Tentunya apa yang kita bagikan itu haruslah hal-hal yang membawa dampak positif.

Beberapa hasil obrolan kami mungkin nanti akan saya sajikan dalam bentuk tulisan. Saya juga tidak akan melalukan hasil obrolan kami  begitu saja tanpa ada satu maknapun yang saya petik. Sesungguhnya persahabatan tak ada yang terbuang sia-sia jika dilandasi suatu kemurnian hati untuk menjalin hubungan yang lebih baik bahkan dari dunia maya sekalipun. Saya juga tidak pernah menutup pintu hati saya untuk bersahabat dengan siapapun selama itu  untuk bertujuan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Terimakasih untuk Tuan yang telah meluangkan waktunya sepanjang siang sehingga malam untuk saya dan membagi pengalamannya di dalam dunia tulis menulis. Maju terus dunia menulis Indonesia…Ciayyyoooo!!!

 

Salam dari Nona Risma

 

6 Comments to "Pertemuan Empat Mata"

  1. Rismapurnamaa  10 January, 2013 at 10:26

    salam kenal buat semuanya…jgn sungkan ya kalok mo ngajak kopdar

  2. Dewi Aichi  25 December, 2012 at 15:42

    Tossss..Risma, aku juga sangat merasakan senengnya bertemu dengan teman teman yang selama ini hanya saling menyapa melalui tulisan.

  3. Handoko Widagdo  24 December, 2012 at 10:00

    Salam buat Risma

  4. anoew  23 December, 2012 at 20:00

    Salam juga buat Si Tuan dari saya, anoew.

  5. Dj. 813  23 December, 2012 at 19:32

    Benar adanya, persahabat di dunia maya, bisa menjadi saudara didalam dunia nyata.
    Kopdar bersama sobat GMDj. 2008 di Jimbaran Ancol Jakarta.
    Pesta semalam suntuk.
    Dan bahken esoknya masih iring-iringan dengan mobil Jakarta-Bandung.

  6. James  23 December, 2012 at 10:30

    SATOE, Pertemuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.