Bedbugs

Dian Nugraheni

 

Satu lagi yang cukup mengejutkan, ada di Amerika.., BEDBUGS…

Mari kita tengok si Bedbugs ini…Termasuk jenis insekta, serangga, yang biasanya, ikut tinggal di rumah kita alias numpang, dan parasit. Bentuknya kecil, cukup sulit untuk ditangkap, termasuk dalam famili Cimicidae. Warnanya dari putih kekuningan, coklat, coklat kehitaman, sampai tampak benar-benar hitam. Merayap, tak bersayap, dan makanannya adalah darah manusia, atau darah hewan.

Bedbugs menggigit, dan menghisap darah manusia atau hewan, biasanya ketika kedua jenis makhluk ini tertidur. Namun, disebutkan pula bahwa Bedbugs ” is not strictly nocturnal”, bukan benar-benar hewan “malam”. Maksudnya di sini, Bedbugs tuh bukan cuma malam hari tok dia beroperasi gigit-gigit korbannya, pagi pun, siang pun, kapan saja dia punya kesempatan, maka dia akan beraksi.

Dijuluki Bedbugs, referensinya adalah dari kata Bed yang kurang lebih berarti tempat untuk tidur, seperti ranjang, kasur, sampai kursi, sofa, tempat kita leyeh-leyeh melepas penat, dan Bug(s) yang kurang lebih berarti kutu. Begitulah.., si Bedbugs ini, tinggalnya, habitatnya, adalah di tempat-tempat, di mana biasanya manusia terlena, terkantuk-kantuk, ngliyep, tidur.

Ya, dia suka sekali berada di lipatan, dan di sela-sela yang sempit! Maksudnya, binatang kecil ini hidup di kasur, baik kasur kapuk, maupun kasur per. Di mana di situ ada tempat bersembunyi, seperti lipatan jahitan yang cuma 3 milimeterpun, boleh jadi sudah bisa bikin Bedbugs ini nyaman ngumpet, “menikah”, bertelur, momong anak-anaknya yang kemriyek, dan tentu saja bergerilya ketika tempat tidur ini ditiduri pemiliknya.

Bedbug

Juga di kursi, sofa, yang terbuat dari kulit asli, kulit sintetis, kain kanvas, kain bukan kanvas…, apa pun, judulnya kalau ada lipatannya, atau sela-sela sambungan kayu, maka itu semua adalah tempat yang cocok untuk Bedbugs bersarang.

Sudah terbayang belum tentang si Bedbugs ini..? Wha..wha..wha.., jangan dibikin susah, karena Bedbugs ini, di Indonesia pun bejibun juga, di kenal dengan nama “Tinggi”. Belum mudeng juga..? Yahh, selamat deh, berarti, di Indonesia, anda termasuk orang yang gak kenal sama si Tinggi ini.

Mengganggukah..? Jelaslah, namanya juga parasit. Ngekos kagak bayar, masih nggigitin yang punya rumah pula.

Kalau pun ada manis-manisnya, dia tidak terlalu dituduh sebagai perantara penyakit lain. Sama-sama insekta penghisap darah, kalau dibandingkan dengan nyamuk, ya masih sangat berbahaya si Nyamuk. Sudah jamak kan, yang namanya nyamuk itu ada yang bertugas sebagai perantara sakit Malaria, Demam Berdarah, Cikungunya…

Mungkin yang menjadi keberatan utama dari adanya si Bedbugs adalah, jelas kalau nggigit, darah kita berkurang beberapa tetes, bekas gigitan rasanya sangat gatal, dan kalau ketemu Bedbugs yang baru gigit kita tuh, biasanya langsung kita “pithes”, dibunuh dengan cara dipencet,,huuhh, selain bercak darah, juga baunya.., ampunnn deh.., sungguh gak enak. Dan tentu saja, kasur, sofa, kursi yang sudah menjadi sarang Bedbugs, akan tampak jorok, kotor, dan menjijikkan karena banyak bercak warna coklat kehitaman, mungkin kotoran dia..

Kalau memang tetep mau disalahkan, mungkin akibat dari gigitan yang meninggalkan rasa gatal ini, si Korban akan terus garuk-garuk, jadi luka lecet, dan bagi orang-orang dengan kulit sensitif, mungkin akan meninggalkan luka bekas lecet. Tapi maksudnya, ini adalah akibat terusan dari menggaruk, bukan akibat murni “racun” sengatan si Bedbugs.

Mau tahu sejarah si Bedbugs..? Panjang…Sejarah yang panjang itu bisa disingkat, begini.., bahwa orang Eropa sudah mengenal Bedbugs kira-kira mulai abad ke 11. Perkara asalnya, place of origin-nya dari Eropakah..? Tidak ditegaskan demikian. Hanya disebutkan bahwa PEMBAWAnya adalah orang-orang Eropa yang pada saat itu mulai berpindah ke Amerika.

Berita lainnya, disebutkan bahwa pada tahun 1726, Bedbugs ini sudah dikenal di Jamaica. kemudian “dibawa” oleh orang-orang secara tidak sengaja ke berbagai penjuru tempat seantero Amerika.

Bagaimana sih yang disebut “dibawa secara tidak sengaja”…? Sangat mudah, biasanya si Bedbugs terbawa orang-orang dalam tas-tas dan barang-barang yang dibawanya, dan ketika si pembawa tas singgah di tempat-tempat umum, si Bedbugs ini pun ikut “landing”, say goodbye pada si Pembawa.., dan dia menemukan daerah baru untu menyebarkan koloninya..hoa..hoa…

Seberapa heboh sih soal Bedbugs di Amerika..? Heboh juga kok, dan harap dicatat, kehebohan ini bukan hanya melanda rumah tangga perseorangan, tapi juga hotel, rumah sakit, dan sekolah.

Banyak turis di New York, mengeluhkan kasur ada Bedbugsnya, padahal bukan hotel jorok yang murahan, pasien rumah sakit pun sama. Juga anak-anak sekolah bilang, di bangkunya ada binatang kecil yang menggigit dan meninggalkan rasa gatal. Diceritakan juga di salah satu acara TV, seseorang yang akan melahirkan sedang merombak total kamarnya, membuang perabotan seperti kasur, sofa. Dan ketika ditanya, knapa dibuang..? Banyak Bedbugsnya…Juga di apartemen tempatku, aku telusuri dari mana Bedbugs di kamar tidur, di ruang tamu ini berasal…

Tenang Boo .., kalau soal Bedbugs, si Tinggi berbau busuk ini, aku sudah kenal sejak lama. Naahhh, bener kan, pantas aja, wong lantai apartemen, atau kebanyakan rumah di Amerika, bukanlah keramik, tapi lapisan kayu.., dan antara sela-sela lantai kayu ini adalah salah satu tempat ideal untuk Bedbugs bersarang..

Hahh.., boleh saja bilang orang Amerika ni pinter-pinter..,tapi banyak juga hal-hal yang mereka ga paham.. Ya to.., orang yang pinter, kadang kalah dengan orang yang berpengalaman..

Trus gimana…Ya, dieliminasi, dan dibasmi. Caranya, sela-sela lantai kayu, biasanya pada sisi-sisi terpinggir yang nyambung ke dinding, disemprot pakai pembasmi serangga secara berkala, bersihkan dengan sikat, kemudian dipel pake desinfektan, baru tutup sela-sela yang jelas jadi tempat bersarang dengan selotip, atau cairan lilin.

Atau disebutkan juga, secara tradisional, Bedbugs bisa dibasmi menggunakan minyak tanah, kamper, Tembakau, Canabis, bubuk Merica, dan masih banyak lagi..

He2.., lha kalau pake Tembakau, mungkin serangga ini hanya akan dapat efek “mabok” tembakau, alias bisa bangun lagi, kagak mati.

Kalau pake Canabis, ntar ditangkep polisi karena itu termasuk barang terlarang yang tidak bebas digunakan, ha..ha.., piye si..

Dari semua itu, kalau saja kita di Indonesia terserang Bedbugs alias Tinggi, mudah saja membasminya.., tinggal keluarkan perabotan yang terinfeksi Bedbugs, jemur di terik matahari, maka si Bedbugs akan kepanasan dan keluar dari lipatan kasur, bersihkan sarang-sarangnya dengan menggunakan sikat, dan semprotkan pembasmi serangga, atau olesi dengan “Obat Tinggi” yang bisa kita temukan di Abang-abang penjual obat di pasar tradisional.

Apa komposisi Obat Tinggi yang di jual di pasar tradisonal ini, aku gak tahu pasti, tapi yang jelas ada bau kamper, ada bau belerang, dan mungkin juga minyak tanah. Tapi bahan-bahan itu memang cukup ampuh membunuh Bedbugs dan “melayukan” telur-telur yang belum menetas. Lakukan hal ini seminggu sekali, kira-kira 4 kali pembantaian, maka terbebaslah dari Bedbugs …Sedangkan perabotan dari kayu, harus dicuci pake sabun cuci, disikat, kalau perlu, dicat ulang, selesai.

Kalau di Amerika, perabotan kena Bedbugs, ya dibuang..meski “body’nya masih bagus.. Buangnya pun “mengendap-endap”, karena kalau ketahuan orang dan dilaporkan, buang sampah barang gede begini akan kena denda $60…ha..ha.., aya-aya wae kan..

Masalahnya juga, di Amerika, siapa yang mau “mepe”, menjemur kasur dan sofa..? Mana mataharinya, kalau terang pun belum tentu terasa membakar karena kalah dengan dinginnya angin utara. Dan yang lebih gawat, tetangga akan komplain, polisi datang… “Excuse me, Ma’am, anda dikomplain tetangga anda gara-gara jemur kasur di depan apartemen.., mengganggu pemandangan..”

Nah..lho..Mbuh ahh.. Cepek dehh…

North Carlin Spring, Arlington, Virginia,

Dian Nugraheni,
Di sini jam 7.00, malam, tanggal 15 Januari 2010, hari Jumat
Masih menunggu Matahari..

NB: Beberapa info diambil dari Wikipedia..

 

 

15 Comments to "Bedbugs"

  1. HennieTriana Oberst  25 December, 2012 at 06:52

    Biasa disebut Kepinding kalau di Medan.

  2. anoew  25 December, 2012 at 06:03

    Halah… Urusan 10 jam dan keple mengkeple kok sampai sini tho? Kang, kowe dengan kancamu Sonny itu memang marai rusak

  3. J C  25 December, 2012 at 05:56

    Kang Anoew, kowe memang sudah dikenal khalayak ramai ahlinya hisap menghisap. Memang kowe dan Sonny, kalian berdua sejak kecil sudah berteman baik, dua-duanya ahli banget di bidangnya (sama-sama 10 jam, yang satu keple, yang satu ndower )

  4. anoew  25 December, 2012 at 05:47

    Bedbugs suka menggigit dan menghisap? Weh, kalau cerita seorang teman tentang bedbugs, pengalaman digigit dan dihisap malah enak, mengasyikan. Kejadiannya mirip-mirip bedbugs tapi yang jelas, hanya bed-nya saja yang diceritakan. Tentang bug-nya, entahlah.

  5. J C  25 December, 2012 at 05:07

    Sekarang malah tambah jaya XXI, ada kelas Premiere dan IMAX. Tapi jaringan BLITZ pendatang baru juga ciamik (walaupun aku belum pernah coba).

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *