Israel (2)

Mpek Dul

 

israel2-01

Penerbangan dari Amsterdam ke Tel Aviv dimulai dengan pemeriksaan yang sangat ketat sekali di bandara Schiphol counter 32, satu ruangan khusus yang hanya dipakai untuk perusahaan penerbangan Israel

El –Al  selalu dijaga ketat oleh beberapa anggota komando elite sekitar usia 25 tahun dari Koninklijke Marechaussee (KM), yang juga sekaligus merupakan polisi militer dari angkatan bersenjata kerajaan Belanda. Standar senjata otomatis kaliber M16 – A5 dan UZI adalah yang dipakai oleh kesatuan ini.

El – Al dalam bahasa Ibrani ( אל על) berarti “ke-atas” dikenal sebagai satu perusahaan penerbangan di dunia yang paling ketat pemeriksaannya. Di setiap penerbangan, baik regional maupun internasional, setidaknya ada 5 orang anggota komando angkatan bersenjata Israel dan di bawah pimpinan Mossad dan setidaknya mempunyai tingkatan Dan I  Taekwondo, Karate, Jujitsu yang ikut terbang. Mereka duduk tersebar diseluruh tempat yang strategis, dimulai pintu menuju ke cockpit awak kapal, pintu darurat, dekat pantry makanan (untuk mencegah adanya kemungkinan makanan yang diracuni oleh teroris), dll.

Selain itu semua pesawat El-Al dilengkapi dengan anti rudal sistem yang seharga US $ 38 juta satu unitnya. Sistim ini mempunyai satu sensor yang dapat mendeteksi rudal yang ditembakkan ke arah pesawat dan membelokkan kembali arah dari rudal yang ditembakkan, baik yang dari bawah maupun dari pesawat lain, menuju ke penembaknya sendiri. Ini bukan satu aksesori yang murah jika dibandingkan dengan harga satu pesawat Boeing 737-900 terbaru yang dipakai Lion Air (dan banyak dikemudikan oleh para penerbang muda dari Nederland yang bekerja untuk perusahaan ini) sekitar US $ 50 juta.

Itulah sebabnya harga ticket El-Al termasuk mahal bila dibandingkan dengan perusahan penerbangan lainnya. Semua kemungkinan aspek yang membahayakan telah betul-betul diperhitungkan sehingga El-Al juga dikenal sebagai perusahaan penerbangan yang paling aman di dunia.

Pada waktu check-in, semua penumpang harus terlebih dulu di’screen oleh securities dari Israel yang sebagian besar terdiri wanita sekitar usia 25 tahun di bawah bimbingan Mossad.

Pelbagai pertanyaan yang menjengkelkan diajukan kepada setiap penumpang, seperti “siapa yang menata kopor?” “Apakah anda membawa barang dari seorang tidak anda lihat isinya?” “Apakah semua kopor sejak dari rumah sampai kemari selalu anda bawa sendiri, dibawa sendiri dan tidak anda tinggal di manapun?”.  Sekalipun saya seorang warga negara E.U., tetapi karena saya lahir di Indonesia, satu negara yang di mata Israel, ideologis  tergolong “risiko”, maka mereka menanyakan pelbagai pertanyaan, seperti sudah berapa lama saya tinggal di Belanda, apakah agama saya, apakah saya pernah urusan dengan polisi, pengadilan, ditahan, apa sebabnya, apakah saya masih mempunyai sanak saudara di Indonesia, kapan saya terakhir berkunjung ke Indonesia, berapa lama saya di sana dsb, dsb. Semua pertanyaan yang di pandangan kami saat itu tidak relevan, dan sangat menjengkelkan tetapi untuk petugas keamanan Israel sangat penting sekali.

Predikat “kebetulan” dalam hal ini tidak dikenal, sebab banyak kekacauan tidak timbul secara spontan kebetulan, melainkan akibat dari iri hati, frustrasi dsb yang dilakukan oleh manusia.

Mossad, dinas Intel Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali di segala bidang keamanan, terutama keamanan negara, termasuk militer, sangat terkenal sekali di dunia keunggulannya, dilengkapi alat-alat spionase yang sangat tinggi sekali tekniknya. Sebagian besar hasil dari sarjana-sarjana tehnik Israel sendiri, hal ini untuk mencegah adanya kemungkinan sabotase.

Sesudah menjalani screening ini, baru paspor saya diberi stiker. Satu kenyataan bahwa saya “bersih” dalam arti tidak indikasi dengan terorisme, tidak pernah urusan dengan polisi, dsb.

Di meja pemeriksaan ada dua warna stiker yaitu biru dan oranye, untuk di check. Secara iseng-iseng saya bertanya mengapa ada dua warna, dan pertanyaan ini hanya dijawab singkat: “Sorry, I can’t  give you an answer, it’s secret, sir” (kata “Sorry” ini banyak saya dengar juga waktu di Israel, misalnya ketika ditolak memasuki tempat-tempat tertentu, atau mereka harus memeriksa kopor bagasi dsb, karena mereka tidak sewenang-wenang begitu saja membuka bagasi, meskipun mereka berhak melakukannya sesuai dengan hukum (satu ucapan yang harus saya akui sportif, dan dapat saya hargai).

Sekitar  satu jam selesai  melewati pemeriksaan ketat ini, baru kopor kami ditimbang dan diberi stiker dengan catatan bahwa semua kopor tidak boleh dikunci atau harus memakai kunci kopor jenis TSA. Jika kopor dikunci dengan kunci bukan dari jenis TSA, maka kode kunci harus diberikan mereka, sehingga bilamana perlu semua bagasi dapat diperiksa terlebih dahulu sebelum di muat ke belly pesawat Boeing 737- 800 El-Al. Para pegawai bandara yang memuat kopor dan barang-barang ke pesawat sebelumnya juga diperiksa apakah mereka membawa barang-barang yang berbahaya, untuk mencegah kemungkinan adanya bom yang diselundupkan tanpa diawasi. Kunci TSA (wajib dipakai jika terbang ke AS) adalah jenis kunci yang memakai angka-angka dan di ujungnya ada lubang kunci, sehingga petugas-petugas pabean dan imigrasi di AS, sewaktu waktu dapat  membuka kunci itu dengan kunci khusus tanpa tergantung kode angka-angka yang telah di program.

Setelah melewati pemeriksaan paspor kemudian kami menuju ke ruangan tunggu penerbangan di gate D-6. Sekitar satu jam kemudian kami dipersilahkan naik ke pesawat, sekali lagi dengan melewati pemeriksaan “body scan”, satu alat scan high-tech ultra modern.

Petugas-petugas security yang cabul tidak dapat melihat bentuk tubuh penumpang wanita apakah dia montok seperti mangga (istilah penemuan bang Anoew) atau blewah, yang asli atau ganjelan  silicone, dsb, karena yang terlihat adalah benda-bendanya saja yang diikat di bawah pakaian, sepatu. Bagasi kabin disendirikan dan dibuka serta diperiksa dengan teliti untuk mencegah adanya kemungkinan barang berbahaya atau bom yang ikut dibawa ke kabin karena berhasil lolos (kecil sekali kemungkinannya) dari pemeriksaan. Semua pengawas dan penjaganya adalah anggota militer yang ikut terbang. Sesudah itu baru kemudian para penumpang diperkenankan memasuki pesawat El Al yang juga diparkir di tempat tersendiri dan dijaga oleh sekitar 6 orang anggota komando dari kerajaan Belanda, hampir semuanya sekitar 1.90 m tingginya dan berbadan tegap.

Penerbangan ke Tel Aviv dengan Boeing 737– 800 berlangsung lancar selama 5 jam 30 menit. Di dalam penerbangan juga disajikan makanan Kosher, atau halal menurut hukum Yahudi. Kebiasaan agama Yahudi adalah makanan yang mengandung daging apapun tidak pernah disajikan bersama dengan minuman susu.

Waktu ada seorang penumpang Belanda yang meminta minuman susu pada waktu makan, karena ini kebiasaan mereka, dan dijawab bahwa susu baru disajikan sesudah makanan disajikan,  dan selesai diringkas.  “Maaf tuan” Kembali terdengar kata maaf.

Karena saya mendapat tempat duduk di dekat pintu darurat, saya mengenali dua petugas Mossad yang duduk di kursi di samping jalan depan saya, kepala dicukur hampir gundul, dan pria yang kekar tegap, sekitar 1.85 semacam body builder, bergantian mondar mandir di pesawat dari tempat duduk mereka ke toilet, baik yang di belakang maupun yang di muka.

Tanpa ada kesulitan, pesawat LY 338 kami  mendarat di bandara Ben Gurion Tel Aviv. Dalam perjalanan menuju ke loket imigrasi,  kami disambut dengan satu lagu terkenal bahasa Ibrani:

Yerushalayim shel zahav, v’shel n’choshet v’shel or, halo l’chol shirayich, ani kinor yang berarti:

Jeruzalem, kota dari emas, untuk selamanya muda, meskipun kau telah tua. Aku tidak akan melupakanmu selama hidupku. Kau adalah milikku. 

Paspor kami di stempel VOA dengan cuma-cuma, dan berhak masuk serta tinggal di Israel selama 3 bulan, tanpa bekerja. Untuk kerja di Israel, kami membutuhkan prosedur tersendiri.

Sebagai warga negara pemegang paspor EU, yang berkunjung ke pelbagai negara seperti Canada, AS, Australia, Jepang, Kor-Sel, Selandia Baru, negara-negara Amerika Latin, Singapura, biasanya kami tidak membutuhkan visa yang harus diminta sebelumnya di kedutaan besar dari negara-negara yang bersangkutan, melainkan  mendapatkan VOA dengan cuma-cuma. Untuk masuk Indonesia, kami dikenakan beaya visa US$ 25 atau € 18,-.

Hanya beberapa negara saja yang mewajibkan permohonan visa sebelumnya seperti Korea Utara, China, Vietnam, Myanmar, Arab Saudi, seringkali melewati prosedur yang lama.

Meskipun sudah banyak buku-buku dan film yang saya baca dan lihat tentang Israel, baru untuk pertama kali itu dalam hidup saya, menginjakkan kaki di Israel, satu negara yang unik, penuh kontradiksi, tetapi sangat kaya dengan kebudayaan kuno untuk agama Yahudi, Kristen (hampir semua Katholik, baik Orthodoks Yunani, Orthodoks Timur, Koptis, Armenia maupun Katholik Romawi), dan Islam. Setahu saya Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang penting sekali, tidak saja untuk agama Yahudi, melainkan juga untuk agama Kristen dan Islam. The Holy Land berlaku untuk semua agama.

Meskipun agama Yahudi sangat besar sekali pengaruhnya, tetapi Israel sendiri tidak menentukan bahwa agama Yahudi adalah satu-satunya “agama negara”, dan agama-agama lain dilarang seperti di negara-negara Arab Saudi, Yaman, Libya, Kuwait, Iran.

Dari Tel Aviv kami dijemput oleh bus dan diantarkan ke hotel Caesar di Yerusalem barat di mana kami akan tinggal selama tiga malam. Pemandu kami Ron, seorang Belanda yang tinggal di Israel dan menikah dengan seorang Yahudi Askenazi (berasal dari Hungaria) selama 10 hari akan membawa kami ke tempat–tempat yang bersejarah.  Banyak orang Yahudi yang dapat berbahasa Arab, tetapi sebaliknya tidak banyak, kecuali penduduk Arab warga Israel. Bahasa Ibrani adalah bahasa Nasional Israel, yang wajib untuk semua warga Israel, baik yang dari keturunan Arab, meski bahasa Arab adalah bahasa kedua yang diakui resmi di Israel dan juga dipakai. Satu hal yang unik untuk satu negara yang dinilai sebagai musuh dan “melanggar HAM”. Sebaliknya tidak ada satu  negara-negara Arab pun yang memperkenankan bahasa Ibrani resmi dipakai di negara-negara mereka dan tidak ada negara-negara lain yang mengecam sebagai “pelanggaran HAM”…….

Kota Yerusalem terletak di ketinggian 280 meter di atas permukaan laut, dan sekaligus merupakan kota yang tertinggi di Israel. Perjalanan dengan bus yang dilengkapi dengan alat komunikasi termodern untuk menjamin keselamatan kenyamanan penumpang sebaik mungkin, lebih kurang berlangsung satu jam.

israel2-02

Kedatangan kami saat itu bertepatan dengan masa Pesach, atau hari Paskah Yahudi, dan disusul dengan Sabbat, sehingga sampai hari minggu, selama lima hari tidak disajikan roti yang mengandung ragi, dan lauk pauk daging, melainkan Matzes dan pelbagai sayur salad segar.

Matzes adalah roti kering tipis yang tidak mengandung ragi. Sabbat adalah hari libur Yahudi yang dimulai dari Jumat malam sampai Minggu pagi yang dapat disamakan dengan hari Jumat di negara-negara Arab dan hari minggu. Kesempatan yang baik untuk menguruskan badan dan membersihkan kotoran-kotoran dari badan kita…….

12 april 2012.  Sesudah doa pagi dan makan pagi, kami akan memulai ekskursi kami pertama.

Tujuan kami adalah kota Betlehem di Tepi Barat Yordan atau Westbank.

Di dalam persetujuan damai antara Palestina dan Israel di  Oslo, Norwegia  20 Agustus 1993,  yang ditanda-tangani di Washington D.C. pada 13 September 1993 oleh Mahmud Abbas yang mewakili PLO dan Shimon Peres yang mewakili Israel, mengenai status Palestina sebagai satu negara yang berdaulat di kemudian hari, dan sebagai masa peralihan disepakatkan dalam   “Deklarasi Prinsip-Prinsip Fasilitasi Pemerintahan Sendiri secara sementara”.

Berdasarkan persetujuan  ini, Gaza dan Tepi Barat sungai Yordan atau Westbank dikembalikan kepada otoritas Palestina dengan diberi status wilayah A – B – C.   Kekecualian adalah kota Yerusalem Timur, yang telah di aneksasi oleh Israel. Bersama dengan Yerusalem barat dinilai sebagai wilayah Israel tidak terbagi dan dijadikan ibu kota negara ini.

  • Area A (18% dari wilayah Palestina yang mendatang dengan 55% penduduk Palestina)  dimana otoritas Palestina, baik dalam bidang keamanan dan sipil (walikota, polisi) sepenuhnya bertanggung jawab dalam bidang keamanan. Biasanya di kota2 besar seperti Betlehem, Yericho, Nabloes, Ramallah. Terkecualian adalah bidang militer yang masih dibawah pengawasan Israel.
  • Area B (20% dari wilayah Palestina yang mendatang dengan 40% penduduk Palestina) dimana otoritas Palestina hanya bertanggung jawab dalam bidang sipil) dan dalam bidang keamanan sipil seperti polisi tetap berada dibawah tanggung jawab angkatan bersenjata Israel dan Mossad. Pada umumnya di pelosok2 dan desa2 kecil..
  • Area C (62% dari wilayah Palestina yang mendatang dengan 5% penduduk Palestina ) sepenuhnya berada dibawah pengawasan Israel dan Mossad, termasuk dalam bidang sipil, biasanya adalah perumahan orang-orang Israel di wilayah yang direbut dari Yordania pada tahun 1967.  Data- data di atas ini berasal dari EU-rapport Area C and Palestinian State Building 2011 yang disusun oleh EU Heads of Mission.

 

israel2-03

Betlehem sendiri hanya dapat dicapai dari luar dengan surat ijin tertentu. Sopir bus kami adalah seorang Yahudi yang mempunyai ijin khusus, sehingga tidak ada persoalan ketika dari Yerusalem akan memasuki kota Betlehem, bus kami tidak usah di periksa oleh militer Israel, tetapi pemandu kami  harus turun dan diganti oleh pemandu dari Betlehem, seorang Arab Palestina Katolik Orthodoks, John (Johannes) Haddad. Hal ini demi menjamin keamanan sendiri pemandu Israel itu, karena Betlehem, seperti juga kota Hebron ( bahasa Ibrani  Chevron = חברון ; bahasa Arab: الخليل Al Khalil) adalah wilayah Palestina yang mempunyai status A, dan juga  merupakan satu mata pencaharian warga Palestina.

Sepanjang perbatasan Israel dan Wilayah Tepi Barat Yordan  (dan juga Gaza) dipisahkan oleh dinding raksasa setinggi 8 meter.

Betlehem terletak di Tepi Barat Yordan, hanya 10 km dari Yerusalem dan merupakan sebuah pusat budaya Palestina dan industri pariwisata yang kami kunjungi pertama. Penduduknya kota ini berjumlah 29.300 jiwa. Betlehem atau dalam bhs Arab Biet Lachem: بيت لحم,berarti “rumah daging”, dalam bahasa Ibrani, Beit Lechem  בית לחם, yang berarti ”rumah roti”. Dalam bahasa Indonesia kita juga mengenal kata Bait yang berarti rumah.

Ditinjau dari segi histori, bukan hanya bangsa Arab Palestina saja dinilai sebagai penduduk “pribumi” Palestina sebelum negara Israel didirikan.

israel2-04

israel2-05

Bangsa Yahudi  yang sudah berdiam di tanah Palestina sejak leluhur nenek moyang mereka Abraham (Ibrahim) dan Sarai sekitar 4000 tahun yang lalu. Agama Yahudi juga agama yang tertua di dunia sebelum adanya agama Kristen dan Islam. Sejarah kota Betlehem ini sangat tua sekali, yang menurut kepercayaan dimulai dari Yakub yang mendapat firman Allah untuk menuju ke Betel “negeri yang telah Kuberikan kepada Abraham dan Ishak, dan akan Kuberikan kepadamu dan semua keturunanmu”. Dari tempat tinggalnya di Padang Aram, Yakub bersama istrinya Rachel yang sedang hamil akhirnya di dalam perjalanan meninggal dan dimakamkan di sisi jalan ke Efrata yaitu kota Betlehem.

israel2-06

Yakub membangun satu tugu diatas makam Rachel sebagai satu peringatan. Menurut tradisi, Bethlehem merupakan tempat lahir Yesus, dan dihormati sebagai tempat suci baik oleh umat Kristiani maupun oleh umat Islam (Nabi Isa).

Bangunan yang terpenting untuk umat Kristen adalah Gereja kelahiran atau Nativity Church.

Gereja Kelahiran (bahasa Ibrani : ‏כנסיית המולד, bahasa Yunani:  Βασιλικὴ τῆς Γεννήσεως   Arab كنيسة المهد di Betlehem adalah salah satu dari bangunan gereja tertua di dunia yang masih dirawat betul-betul sebagai tempat beribadah.

Sejarah tempat kelahiran Yesus di tempat itu Betlehem sudah diketahui sejak abad ke dua, karena kaisar Hadrianus memerintahkan membangun tempat untuk memuja dewa Adonis di tempat yang sama untuk mencegah agar tidak dipakai sebagai tempat untuk memperingati Yesus. Pada tahun 565 kaisar Yustianus memerintahkan untuk membangun kembali bangunan itu sebagai gereja yang bentuknya seperti sekarang ini. Baru sesudah Konsili Nicea I pada tahun 325, kaisar Konstantin Agung seorang kaisar Romawi pertama bersama dengan ibunya, Helena yang bertobat menjadi seorang Katolik (waktu itu belum ada Kristen Protestan) memberikan perintah untuk membangun gereja di tempat yang sama yang sebelumnya dipakai untuk memuja Adonis. Pada tahun 334 selesai dibangun tetapi pada tahun 529 terbakar akibat adanya huru hara Samaria pada tahun 529.

israel2-07

Di luar perkiraan, ketika bangsa Persia di bawah pimpinan Kosroes II  seorang kaisar Dinasti Sassania kedua puluh dua yang beragama Islam menyerbu Palestina dan masuk ke Betlehem pada tahun 614, bangunan gereja ini tidak dihancurkan. Hal ini karena menurut legenda, panglima yang memimpin pasukan ini, Shahrbaraz hatinya tergugah ketika melihat gambar Tiga Orang Majus yang berbusana Persia di dalam gereja itu sehingga dia  memerintahkan untuk  membiarkan bangunan itu tetap utuh.

Baru sesudah selesainya perang Salib terakir di abad ke 12, gereja ini diperluas lagi bangunannya, dan didukung oleh kaisar Bizantium. Mereka melakukan perbaikan, penambahan perluasan  gedung itu selama masa kekuasaan Kerajaan Yerusalem Latin sehingga luas bangunan tersebut kian tahun kian bertambah dan kini luasnya telah mencakup sekitar 12.000 meter persegi. Bangunan basilika pertama di atas situs ini dibangun oleh Santa Helena, ibunda Kaisar Konstantinus I dan di selesaikan pada tahun 333 di bawah pengawasan Uskup Makarios dari Yerusalem.

Gereja Katolik Roma (ritus barat) mengikuti kalender Gregorian yang modern yang dikenal sebagai kalender Masehi, sedangkan Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem dan Gereja Apostolik Armenia (ritus timur) mengikuti kalender Yulianus, sehingga dengan demikian ibadah Malam Natal umat Kristiani Timur dan Barat jatuh pada tanggal yang berbeda. Umat Katolik Roma merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, sedangkan Gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 7 Januari.

Pada tahun 2002 ketika timbul huru hara Intifada dimana banyak pejuang2 Palestina, melarikan diri ke Gereja Nativitas dan ditolong dan ditampung oleh biarawan Katolik Roma, Fransiskan salah satu yang diberi hak sebagai penguasa gereja ini, bersama dengan Gereja Ortodoks Yunani, dan Gereja Apostolik Armenia. Ketiga komunitas-komunitas monastik gereja ini  yang melestarikan bangunan ini.

Tujuan pertama kami adalah Children Hospital Holy Family di Betlehem. Rumah sakit dari yayasan Caritas Katholik modern di West Bank atau Tepi Barat yang dikepalai oleh Dr. Jaques Keutgen seorang ahli ginekologi dan bedah warga Belgia.

Holy Family Hospital  adalah satu-satunya rumah sakit yang memberikan fasilitas obstetri (kebidanan) dan ginekologi,  di wilayah ini yang mampu memberikan bantuan yang sangat kompleks sekali kepada wanita-wanita dari keluarga yang miskin sekali, akibat dari adanya  konflik  politik  di wilayah Palestina,  tanpa dibedakan agama, ras dan latar belakang politik mereka.  Semua alat kedokteran High Tech ultra modern juga disumbang dari Philips dan Siemens medical divisions.  Tindakan demikian dinilai sebagai  satu tempat kelahiran dari “Prince of Peace”, karena para ibu-ibu dapat melahirkan anak-anak mereka di lingkungan yang netral, teduh dan penuh kedamaian, di daereh yang dapat dikatakan penuh kerusuhan.

Prinsip ini di ilhami dari Yozef (Yusuf) dan Maria (Maryam) yang di saat menunggu kelahiran Yesus harus merantau ke pelbagai tempat karena tidak ada tempat berteduh aman, sehingga akhirnya Maria harus melahirkan di kandang.

israel2-08

israel2-09

israel2-10

Itulah sebabnya rumah sakit ini dinamakan The Holy Family hospital, di bawah  organisasi dan gereja Katolik Roma yang bernama Order of Malta yang khusus  bergerak di bidang kesehatan. Nama lengkap dari organisasi ini adalah The Sovereign Military Hospitaller Order of Saint John of Jerusalem of Rhodes and of Malta (disingkat  Sovereign Military Order of Malta SMOM). Bahasa Itali : Sovrano Militare Ordine Ospedaliero di San Giovanni di Gerusalemme di Rodi e di Malta, yang berpusat di Roma.

Pendiri rumah sakit ini adalah  Katherine George Siksek, seorang guru  Kristen Palestina yang sangat patuh dan taat pada agamanya dan penduduk dari Old City of Jerusalem.

Beliau yang  memulai merintis berkarya sosial di Four Homes of Mercy yang akhirnya berkembang menjadi  The Holy Family hospital.  90% dari staf dan pegawai rumah sakit Katolik ini adalah orang-orang Muslim Arab Palestina, dan selebihnya yang beragama Katolik.  Mereka juga mendapat bantuan dokter-dokter ahli berasal dari, Belgia,  Jerman, AS, Inggris, Canada,  Australia,  Belanda, Perancis dll.

Beaya bukan tujuan utama, melainkan tergantung dari donasi sukarela keluarga yang bersangkutan. Yang kurang mampu, tidak dipungut beaya. Sekitar 90% dari pengunjung rumah sakit ini adalah penduduk Palestina yang kurang mampu. 80% dari kalangan Muslim, dan selebihnya 20% Kristen. Itulah sebabnya di rumah sakit ini tidak pernah terjadi kerusuhan ras maupun agama, tidak pernah diganggu atau dirusak, bahkan dijaga oleh penduduk sendiri karena fungsinya yang begitu penting untuk mereka.

Rumah sakit ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Yayasan Caritas (Sosial) Katolik dari Eropa, Canada,  Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang Korea Selatan termasuk alat-alat kedokteran yang sangat modern dan dokter-dokter ahli yang bekerja sukarela di sana bergantian untuk beberapa bulan. 95% dari masyarakat Kristen di Betlehem mempunyai teman di kalangan Muslim.

Otoritas Palestina telah menetapkan hukum bahwa walikota dan mayoritas dari dewan anggota kotapraja harus dari kalangan Kristen, hal ini untuk menjaga agar banyak turis dari kalangan Kristen yang berdatangan ke Betlehem, karena kota ini lebih penting artinya untuk kaum Kristiani daripada Islam.

israel2-11

Di kota ini juga lebih banyak bangunan gereja dari masjid. Ekonomi Betlehem 100% tergantung dari turisme, dan di kota ini mempunyai hotel terbesar di wilayah Palestina, sekitar 5500 kamar. Hampir semua toko-toko, restoran-restoran milik orang-orang Muslim Betlehem juga tergantung dari para turis. Walikota Betlehem saat ini adalah dr. Victor Batarseh, seorang Kristen Katholik Timur. Betlehem juga kota yang ter “makmur” di antara kota-kota di wilayah Palestina. Menjelang Natal tiap tahunnya diperkirakan sekitar 20.000 turis yang khusus datang ke Betlehem. Antara Yerusalem dan Betlehem disediakan bus gratis oleh otoritas Israel untuk mengangkut para turis ini.

Tepi Barat atau West Bank ( bahasa Arab: الضفة الغربية, ad-Ḍiffä l-Ġarbīyä. Bhs Ibrani: הגדה המערבית, Hagadah Hamaaravit), yang juga disebut  West- river atau Cisjordanië, adalah bagian dari teritorial Palestina, yang berada di bawah pengawsan Israel. Daerah ini terdiri dari pegunungan yang dibatasi oleh sungai Jordan dan Laut Mati sebagai batas alam.

Penduduk Palestina di Betlehem 33% adalah Katolik/Kristen, di Ram Amallah 25%, Yerusalem Timur 18%,  Nazareth 30%,  Gaza (sebelah selatan) sekitar 6%. Mereka adalah komunitas Kristen terbesar di seluruh Timur Tengah, kemudian disusul oleh Libanon.

Betlehem adalah kota yang penting di samping Nazareth untuk umat Kristen dan terletak sekitar 10 km di sebelah selatan Yerusalem, dengan ketinggian sekitar 765m  di atas permukaan laut.

Kota ini sendiri saat ini terpisah dari Yerusalem dengan dinding beton dengan ketinggian sekitar 8 m. Tentang Yerusalem akan saya bahas khusus terpisah. Dinding mengelilingi kota Betlehem ini dibangun ketika timbulnya intifada. Hampir semua teroris yang meledakan puluhan bom di restoran-restoran, angkutan umum di Yerusalem yang membawa kurban ratusan penduduk Israel, berasal dari Betlehem. Sejak itu pemerintah Israel mengambil tindakan yang sangat radikal yang dikiritik oleh seluruh dunia dengan membangun dinding-dinding raksasa ini.

Dalam keadaan yang membahayakan maka kota ini dapat sepenuhnya ditutup lewat gerbang utama dari beton. Israel sendiri tidak mempedulikan protes dari penduduk Yahudi Israel sendiri dan kritik dari negara-negara lain, karena mereka mempunyai alasan untuk menjaga keamanan penduduk dan negara dari terror bom yang saat itu melanda kota-kota di Israel sendiri. Hampir semua teroris bom ini berasal dari Westbank lewat Betlehem, Jerusalem timur dan Gaza. Satu kenyataan yang tidak dapat disangkal yaitu sejak dibangunnya dinding raksasa di perbatasan Tepi Barat Yordan dan Gaza, tidak lagi ada bom yang diledakkan lagi di restoran, bus, dsb. Hanya saja rudal yang terkadang ditembakkan dari Gaza sebagai provokasi untuk menantang Israel.

israel2-12

Di Betlehem juga ada Universitas Palestina Katolik, yang pertama kali didirikan pada tahun 1981, dan terbuka untuk semua religi, disamping itu Arab Educational Institute, yang bekerja sama dengan  Pax Christi International dengan tujuan memberikan pendidikan kepada anak-anak, remaja, dan wanita dewasa, tanpa membedakan agama.

Hubungan antara Muslim dan Kristen di Palestina sendiri dapat dikatakan rukun, dan tidak pernah menjadi bahan sengketa, mereka saling tolong menolong. Sekitar 15% dari penduduk Palestina sendiri beragama Kristen. Belum pernah ada gereja yang dibakar seperti di negara-negara lain Mesir, Irak, Indonesia, karena gereja adalah satu rumah ibadah untuk Tuhan dan dihargai.

Mereka percaya bahwa dengan merusak atau membakar gereja adalah satu kutukan yang harus ditanggung oleh anak cucu mereka. Perasaan kutukan – hukuman karma dan dendam masih mendalam sekali di tradisi orang Arab Palestina pada umumnya.

israel2-13

Penduduk Arab Palestina di Tepi Barat sangat berbeda dengan di Gaza, karena lebih modern dan lebih terpelajar,  sedangkan di Gaza  penduduknya pada umumnya lebih terbelakang,  tidak banyak yang terpelajar serta lebih fanatik konservatif sehingga mudah dihasut. Selain itu mereka sangat tidak toleran terhadap agama lain.

Perbedaan mentalitas antara orang Yahudi dan Arab begitu berbeda besar. Salah satu faktor yang sangat berpegang peranan penting sekali adalah edukasi.  Ditinjau dari segi demografi,  perbedaan antara Yahudi dan Arab sangat besar.  Mentalitas Yahudi banyak persamaan dengan mentalitas orang Tionghoa pada umumnya: edukasi dan bekerja mencari nafkah sangat penting. Meskipun agama Yahudi berpegang peranan besar sebagai ideologi kehidupan, tetapi agama sendiri tidak mendominasi kehidupan harian sendiri. Israel adalah negara multi religius. Kekecualian adalah kelompok Ultra Orthodoks Yahudi sangat pasifis. Mereka dapat dikenali dengan cara berpakaian hitam yang berbeda dan kaum prianya memakai topi hitam dan mempunyai kuncir di rambutnya.  Kehidupan harian mereka hanya memperdalam kitab Taurat, dan dibebaskan dari wajib militer, setidaknya mempunyai anak sekitar 5 orang. Mereka diberi dispensasi tidak  usah bekerja karena didukung oleh jaminan sosial, cara berpakaian dan bergaul mereka sangat berbeda dengan Yahudi orthodoks dan liberal, sehingga mereka sangat tidak disukai oleh orang-orang Yahudi di Israel sendiri. Semua fasilitas ini adalah historis sedari dulu, ketika Israel didirikan dimana mayoritas penduduk adalah Ultra orthodox. Saat ini mereka adalah minoritas. Pemerintah Israel sedang menciptakan konsep hukum yang akan mengurangi dan menghapus beberapa fasilitas yang diberikan kepada mereka seperti, mewajibkan militer, dan harus bekerja di masyarakat.

Dengan hanya mempelajari kitab agama, dan berdoa saja, negara tidak akan dapat dikembangkan dan maju lebih lanjut.  Ora et Labora, berdoa dan bekerja.

Rasa nasionalisme, solidaritas  bangsa Yahudi, baik dari kelompok Ultra orthodox maupun ultra liberal di seluruh dunia sangat mendalam sekali dan pendidikan mendapat prioritas utama jika menyangkut Israel. Rasa solidaritas dan bersatu sangat kuat sekali.  Anak-anak sedari kecil sudah digembleng untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, demi masa depan mereka dan negara.  Itulah sebabnya mereka tidak pernah ada kesulitan dalam memperoleh dana keuangan dari kelompok Yahudi yang tersebar di seluruh dunia. Banyak orang-orang Yahudi di dunia ini yang menduduki jabatan tinggi sekali. George Soros, seorang Yahudi kelahiran Hungaria, pendiri  George Soros Foundation menyumbangkan US$ 4 milyar, sedangkan Walter Annenberg, menyumbangkan sekitar US$ 2 milyar dari kekayaan mereka untuk mendonasi universitas di seluruh dunia, termasuk sekolah-sekolah dan universitas di Westbank !

Karl  Marx, peletak dasar komunisme, super atheis adalah seorang Jerman yang berdarah Yahudi ? Siapa yang menduga?

Hampir 85% dari semua donasi milyarder Yahudi dari Eropa, Amerika, Australia, Asia selalu diarahkan ke bidang pendidikan, perguruan tinggi, terutama dalam bidang high-tech, riset, perpustakan (15% donasi untuk persenjataan dan anggaran belanja Negara Israel), sedangkan dari negara-negara Arab lebih mengarahkan ke bidang pendidikan yang bersangkutan dengan agama. Hal ini dapat dilihat di daerah Tepi Barat dan Gaza (juga di negara-negara Yordania, Irak, Suriah, Sudan, Somalia, Libya, Aljazair, Yaman, Mali, Mesir ). Animo penduduk untuk bersekolah lebih rendah, karena emosi dan perasaan revolusioner lebih dibangkitkan mendalam sehingga tidak banyak yang akhirnya meluangkan waktu untuk belajar di perguruan tinggi atau universitas, menuntut ilmu setinggi mungkin,  sedangkan pelbagai sekolah agama berkembang seperti jamur. Semakin fanatik organisasi atau pemerintahan yang mengendalikan Negara,  semakin terlihat jelas keadaan ini. Kesempatan untuk mengembangkan sayap di dunia pengetahuan internasional juga semakin kecil, atau mencari nafkah juga akhirnya lebih kecil berhubung dengan pendidikan mereka yang dapat dikatakan rendah dan hanya menengah.

Keuangan negara-negara Arab jauh lebih besar dari keuangan seluruh orang Yahudi di dunia ini,. bukan faktor yang menghambat pendidikan, melainkan prioritas yang diberikan.

Dr. Farrukh Saleem, seorang kolumnis dan analis politik Pakistan pernah memberikan satu analisa yang sangat menarik dalam artikel yang ditulisnya:  “Why are the Jews so powerful “

Di dalam sejarah hadiah Nobel 100 tahun terakir ini, menurut statistik jumlah penduduk Yahudi ada 16 juta yang tersebar di seluruh dunia. 15 hadiah Nobel telah dimenangkan oleh mereka, sedangkan diantara 1,4 milyard Muslim di dunia ini yang pernah memenangkan  hadiah Nobel hanya 3 orang, salah satunya adalah alm.Yasser Afarat, pemimpin Al Fatah.  Satu perbandingan yang kontras.

Beberapa nama-nama orang Yahudi yang kita kenal a.l. :

  • Willem Kolff, seorang Belanda Yahudi penemu mesin dialysis ginjal.
  • Jonas Salk penemu vaccine polio.
  • Stanley Mezor penemu micro-processing chip
  • Ralph Lauren – Polo,                      Levis Strauss – Levi’s Jeans,
  • David Marshal, seorang Yahudi kelahiran Irak – Kepala menteri Singapore tahun 1955
  • Michael Dell – Dell Computers).
  • Bruno Kreisky – mantan kanselir Austria.
  • Richard Levin – President  dari  Yale University.
  • Benno Strauss – penemu stainless steel.
  • Steven Spielberg – produser film
  • William James Sidis – seorang Yahudi kelahiran Ukrain, yang mempunyai  IQ sekitar 250-300, sedangkan  standar  normal rata-rata sekitar 100.  Pada usia tiga tahun sudah dapat berbicara dalam bahasa Yunani, pada usia 9 tahun dapat berbahasa Latin dan menguasai ilmu pasti sehingga diperkenankan masuk ke  universitas Harvard. Pada usia 16 tahun menjadi seorang professor  termuda di dunia dalam bidang ilmu pasti dan bahasa asing.

 

israel2-14

Setelah makan siang akirnya kami meninggalkan Betlehem untuk kembali ke Jeruzalem.

Jeruzalem (ירושלים Jeroesjalajim.  Arab: أورسالمالقدسl Ūrsālim- al-Qoeds) adalah ibu kota dari Israël dan merupakan kota terbesar di Israel, disusul dengan Tel Aviv, Haifa,  Rishon LeZion.

Sudah sejak abad ke 14 sebelum Masehi, kota ini sudah ada. Baik dari bidang etimologi  (linguistik)  maupun  sejarahnya,  tidak diketahui dengan pasti dari mana asal mula kata Jeruzalem ini. Diperkirakan sekali berasal dari kata Jebus (יבוס nenek moyang dari Yebusit), satu suku yang berasal dari Kana yang membangun  kota  Jeruzalem sebelum Raja Daud berkuasa disini. Salem ( שלם adalah salah satu dari dewa-dewa suku Jebus).

Kedua kata itu dapat diterjemahkan sebagai  “dasar dari Salem”. Kemungkinan yang lain adalah berasal dari dua kata Jeru yang berarti kota atau sumber, dan sjalom atau damai.  “Kota damai”. Sudah sejak berkuasanya raja Daud sampai  tahun 970 SM dan akirnya diteruskan  putranya Salomo, yang membangun Bait Suci di Gunung Moria atau Bait Salomo atau “Bait Pertama”, Jeruzalem sudah menjadi ibukota Kerajaan Yehuda, dan  memainkan perang penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian.

Sepanjang sejarah kota Jeruzalem, telah pernah dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dikuasai ulang sebanyak 44 kali dan dihancur leburkan dua kali.

Luas wilayah kota ini sekitar 125 km2. Jumlah penduduknya sekitar 760.000 orang.  65% dari penduduk Jerusalem terdiri dari orang Yahudi, sebagian besar orthodox, dan sekitar 32% penduduk Arab Palestina.  3% penduduk Kristen.

israel2-15

Pada tanggal  5 Juni 1967,  Israel tiba-tiba diserang dari segala penjuru. Oleh Mesir di sebelah selatan, Yordania di sebelah timur, Suriah disebelah utara. Ketiga negara ini mendapatkan bantuan keuangan dan persenjataan dari Kuwait, Arab Saudi, Aljazair, Sudan, Irak. Perang ini berlangsung sampai 11 Juni 1967 dan dikenal sebagai “Perang enam hari ” atau “Perang Juni”  (מלחמת ששת הימים, milchemet sheshet ha-jamim. Bahasa Arab: حرب الأيام الستة, harb al‑ayyam as‑sitta). Di bidang militer ada dikenal satu moto : It depends on the soldier behind te gun.

Meski diserang dari segala penjuru oleh negara-negara tetangganya yang lebih kaya dan lebih besar, tetapi akhirnya perang ini dimenangkan oleh Israel dan membawa akibat yang parah untuk negara-negara yang menyerangnya. Tepi Barat sungai Yordan termasuk Jerusalem timur (Westbank), Gaza dan Sinai, serta Golan jatuh ke tangan Israel dan berada di bawah pengawasan Israel sepenuhnya. Akibat dari perang ini banyak orang-orang Arab Palestina yang dulunya tinggal di Israel melarikan diri ke Yordania, Libanon, Mesir, Suriah, dll, tetapi negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Sudan, Aljazair, tidak mau menampung pelarian Palestina.

Rasa disiplin, nasionalisme dan ketekadan untuk mempertahankan kedaulatan negara membuat tentara Israel sangat tinggi motivasinya.

Baru pada perjanjian Oslo tahun 1996, Betlehem diserahkan kepada otoritas Palestina dengan syarat bahwa pasukan Israel berhak memasuki kota ini setiap saat, dan bilamana perlu, untuk mengejar teroris, demi menjamin keamanan Israel.  Hanya kota Jeruzalem timur saja yang sejak kalahnya Yordania dan berakhirnya perang enam hari di tahun 1967,  jatuh ke tangan Israel dan sejak itu di aneksi  sebagai wilayah Israel sepenuhnya dan bersama dengan Jerusalam barat menjadi ibu kota Israel, meski sampai sekarang tidak diakui oleh PBB. Israel menilai Jerusalem sebagai satu kota yang akhirnya dipersatukan kembali menjadi ibukota kerajaan Yehuda, kerajaan Israël, yang terpecah. Jeroesjalajim, kota Daud, nenek moyang bangsa Yahudi. Kemudian menjadi kerajaan Latin Jeruzalem. Sedari ribuan tahun kota ini sudah sumber dari agama Yahudi dan Kristen, dan juga oleh agama Islam diakui sebagai kota suci.

Di dalam kata Jeroesjalajim mengandung tiga huruf ‘S-L-M’ yang dalam bahasa Arab maupun Ibrani berarti damai, kerukunan atau kesempurnaan. Satu kota yang disebut Rušalimum atau Urušalimum muncul dalam catatan Mesir kuno sebagai rujukan pertama untuk  Yerusalem yang diperkirakan diturunkan dari nama lokal yang tertera dalam surat-surat Amarna  dalam EA 287 (dimana terdapat beberapa bentuk) Urusalim.  Sedangkan Jerushalayim pertama kali muncul dalam kitab Yosua. Bentuk ini merupakan sebuah portmanteau dari yerusha (pusaka) dan nama asli Shalem yang bukan merupakan evolusi fonetik sederhana dari bentuk ini dalam surat Amarna. Sebagian kalangan meyakini adanya hubungan kata ini dengan kata Shalim, satu dewa dari mitologi Ugarit yang merupakan personifikasi waktu petang. Dalam bahasa Yunani dan Latin kata ini ditulis Hierosolyma. Dalam bahasa Arab, Yerusalem disebut dengan Ursalim al-Quds atau lebih populer dengan al-Quds (Kudus). “Zion” pada awal mulanya dinilai bagian dari satu kota, namun kemudian menjadi tanda kota secara keseluruhan. Dimasa periode kekuasaan Raja Daud, kota ini dikenal sebagai Ir Daud (Kota Daud).

Peninggalan sisa-sisa keramik yang diketemukan telah  menunjukkan adanya kegiatan-kegiatan  di Ofel, nama dari Jeruzalem di Zaman Tembaga sekitar abad ke – 4 S.M. Waktu itu diketemukan sisa puing-puing satu pemukiman tetap di masa Zaman Perunggu sekitar 3000–2800 S.M.  Para ahli arkeologi, antara lain Kathleen Kenyon, yakin bahwa Jeruzalem sebagai sebuah kota yang didirikan oleh masyarakat Semitik Barat terorganisir sekitar tahun 2600 S.M.  Menurut tradisi Yahudi, kota ini didirikan oleh Shem dan Eber, nenek moyang Abraham (Ibrahim).

Di dalam  Alkitab, dimana pertama kalinya tertulis bahwa Jeruzalem (dikenal sebagai “Salem”) dikuasai oleh Melkisedek, sekutu Abraham (sederajad dengan Shem). Di masa Yosua, Yerusalem berada di teritori suku Benyamin (Yosua 18:28) namun masih dalam kuasa independen orang Yebus hingga ditaklukkan oleh Daud dan dijadikan ibukota Kerajaan Israel (sekitar 1000-an SM). Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan penemuan-penemuan ini adalah bahwa bangsa Yahudi sudah sekitar 4000 tahun ada dan berdiam di Palestina.

Jerusalem adalah kota suci untuk agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini sendiri dapat dipisahkan menjadi empat bagian. Bagian barat laut dan utara didiami oleh Ultra orthodoks (Haredi Yahudi) yang merupakan 25% dari penduduk Jerusalem, selatan didiami oleh Yahudi liberal dan orthodoks modern, timur adalah daerah Muslim, di sebelah barat adalah daerah Kristen.

Kota ini mempunyai sejarah yang sangat tragis karena banyak dijajah oleh pelbagai aliran dan negara-negara lainnya, dimulai dari Kerajaan2-kerajaan Asyria sekitar tahun 734 S.M. , Babylonia, Persia, tahun 538 S.M. Yunani sekitar tahun 330 S.M. Makedonia di bawah Alexander Agung, Mesir Yunani dibawah Ptolemaeüs, dan pada tahun 198 S.M. Kekaisaran Selukia, sampai akirnya jatuh ke tangan kerajaan Romawi di bawah Kaisar Herodes Agung.

Pada tahun 66 M akirnya timbul pemberontakan orang-orang Yahudi yang berhasil ditekan oleh Vespasianus dan pata tahun 70 M kuil dari Yahudi dibakar dan sisanya adalah sekarang yang dikenal dengan Dinding Ratapan.

israel2-16

israel2-17

Di bawah kaisar Konstantin Agung seorang kaisar Romawi pertama bersama dengan ibunya, Helena yang bertobat menjadi seorang Katolik (waktu itu belum ada Kristen Protestan) kota Jeruzalem dan Gereja Kelahiran dibangun kembali. Pada saat konsili Chalcedon tahun 451 M Patriarkat Jeruzalem sendiri baru didirikan dan Jerusalem menjadi satu propinsi.

Masjid Al Aqsha dibangun sekitar tahun 660 M. Begitulah seterusnya sampai kota ini berganti jatuh ke tangan Yahudi, Kristen, Muslim dan timbulnya Perang Salib dan seterusnya. Baru ketika pasukan Britania Raya berhasil merebut kota Jeruzalem dari pasukan Turki di Perang Dunia I  tahun 1917, sejak itu Palestina termasuk Jeruzalem berada di bawah pemerintahan Inggris sampai tahun 1922 dimana Britania Raya diberi mandaat untuk mempersiapkan penduduk lokal untuk nantinya mengambil alih kekuasaan dengan memperhitungkan bahwa penduduk Yahudi yang juga berhak mendapatkan tempat di Palestina, karena mereka sudah mendiami negara ini lebih dari 4000 tahun, meski jumlah mereka kecil sekali karena menyebar ke seluruh dunia, terutama ke benua Eropa dan Amerika. Mayoritas penduduk Arab Palestina saat itu tidak menyetujui keputusan ini mulai memberontak di Palestina dari tahun 1936 – 1939.

Di dalam Rapat Umum dari PBB tahun 1947 telah diambil pemungutan suara dimana 181 suara (negara) menyetujui pembagian Palestina yang terdiri dari dua wilayah: Yahudi dan Arab.

Di dalam resolusi 303 dari Rapat Umum PBB tentang status dari kota Jeruzalem yang telah diambil pada tahun 1949 telah diputuskan bahwa Jeruzalem sendiri telah dinyatakan sebagai ibukota dari Israel di tahun 1950, dimana istana presiden, gedung parlemen, sebagian besar gedung-gedung kementerian dan gedung mahkamah agung juga ada di sini, meski oleh banyak dunia internasional, tidak diakui. Palestina sendiri menilai bahwa Jerusalem adalah ibukota dari negara berdaulat Palestina di masa depan.

israel2-19

PBB memberikan status “corpus separatum” atau terjemahan bebasnya “badan terpisah” dan sekali lagi pada tahun 1980 ditetapkan di dalam resolusi 476 dan 478 dari Dean keamanan PBB. Didalam perjanjian Oslo dibedakan antara Tepi Barat sungai Yordan dan Jeruzalem. Status tetapnya sampai sekarang masih belum ditetapkan berhubung dengan pekanya topik ini.  Jeruzalem, kota yang penuh kontradiksi politik, namun juga satu kota yang penuh peninggalan sejarah dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Saat yang  sangat emosional adalah ketika mengunjungi monument Holocaust yang dibangun pada tahun 1953 dan dikenal dengan nama Jad Wasjem (יד ושם ) atau Yad Vashem, untuk memperingati enam juta orang Yahudi dari yang menjadi kurban di kamar gas dari Hitler di masa Perang Dunia ke II. Jad Wasjem berarti “tanda peringatan ”, nama yang diambil dari kitab Yesaya 56 : 5.”Kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama, -itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan-suatu nama abadi yang tidak akan lenyap.”

Orang-orang bukan Yahudi yang telah menyelamatkan orang Yahudi di masa Holocaust dengan mempertaruhkan nyawanya dihormati juga oleh Wasjem sebagai “Orang yang benar di antara bangsa-bangsa”. Nama-nama mereka terukir di batu-batu monument di sini.

israel2-20

 

israel2-21

Massada membacanya Metseda (מצדה )  adalah dataran sisa-sisa benteng, 4 km di sebelah barat Laut Mati di gurun pasir Yudea. Letak tempat ini 440 meter di atas permukaan Laut mati atau  40 meter di atas permukaan Laut Tengah (Laut Mediterania).

Di seberang pegunungan Moab dan semenanjung ‘Halasjon’ (Lidah). Dataran Massada ini panjangnya 600 meter dan lebarnya 240 meter, dan terpisah dari pegunungan disekitarnya oleh jurang-jurang yang sangat dalam dan tajam sekali. Tempat ini dapat dicapai dari tiga jalanan, berjalan kaki melewati Arab seperti yang dilakukan oleh tentara Romawi, melewati jalan barat, yang dikenal sebagai jalan ular karena berliku-liku seperti ular bentuknya, dan dari sebelah timur melewati kereta gantung dari bawah yang membelok menuju ke atas.

Alexander Jannai, adalah yang membangun benteng kecil di sini sekitar abad ke 2 S.M. Baru sekitar tahun 40 S.M. oleh kaisar Herodes, yang penuh fantasi dan dihantui ketakutan yang berlebihan karena menderita  skizofrenia, mulai memperluas benteng ini untuk melindungi dirinya sendiri dari bangsa Yahudi yang mencoba menggeserkan dia dan saingannya Marcus Antonius. Benteng ini diperkuat dengan dinding setinggi 6 meter dengan 38 delapan menara yang 25 meter tingginya untuk mengawasi kemungkinan adanya musuh yang naik keatas.

Benteng ini sekaligus juga merupakan gudang persediaan makanan, senjata, cadangan air dan pelbagai kemewahan seorang kaisar.

Massada juga untuk bangsa Yahudi merupakan satu tempat yang dinilai suci karena di sini terjadi satu sejarah kejadian yang sangat dramastis di dalam sejarah bangsa Yahudi.

Sekitar tahun 79 Sesudah Masehi, ketika kerajaan Romawi menduduki seluruh Palestina dan mehancurkan Jeruzalem, seorang patriot Yahudi Zelot yang bernama Eleazar Ben Yair bersama dengan laskar nya berhasil mencapai Massada menghancurkan garnisiun Romawi dan mengambil benteng ini. Nama Zelot berasal lambang materai di Bait Suci yang tertera di Kitab Taurat: Bagi mereka, tanah Israel adalah milik umat Yahudi yang diberikan oleh Allah, dan Allah menginginkan mereka untuk merebut tanah itu kembali. Tidak lama kemudian banyak orang-orang Yahudi yang berhasil lolos dari penjara di Jeruzalem ikut menggabungkan diri di Massada.

Pada tahun 72,  Flavius Silva, salah seorang jendral Romawi dari kaisar Titus memutuskan untuk merebut kembali benteng ini dan dia mencari 15.000 tentara Romawi yang terpilih, dan ribuan tawanan yang dipaksa untuk memikul gentong air untuk naik ke Massada. Flavius Silva mempersiapkan diri bersama untuk mengepung  Massada dengan membentuk lingkaran sekitar 5 km di sekitar gunung ini sehingga Massada terkunci dari dunia luar, meskipun benteng ini cukup luas untuk menanam hasil bumi dan memenuhi kebutuhan para pengungsi yang saat itu ada di dalamnya.

Berbulan-bulan tentara Romawi mencoba merebut kembali benteng ini tetapi tidak berhasil karena mendapat perlawanan dari atas dari orang-orang Yahudi yang penuh disiplin,  dan keberanian mempertahankannya. Baru kemudian tentara Romawi mulai membangun dinding di luar benteng itu dengan tumpukan tanah. Orang-orang Yahudi dibenteng ini mulai menyadari bahaya yang datang mengancam dan mulai mempertinggi benteng itu dengan kayu, tetapi akhirnya dibakar oleh tentara Romawi. Pemimpin Yahudi Eleazar Ben Yair, tahu bahwa keesokan harinya tentara Romawi pasti akan berhasil memasuki benteng ini dan mulai memberikan dorongan kepada anak buah mereka dengan satu pidato yang sangat dramastis:

“Kehidupan  adalah satu mala petaka, dan bukan kematian. Baik para pahlawan maupun dan pengecut akan mengalaminya hal yang sama di saat mati. Apakah kita lebih suka menjadi budak (mengingat masa sebelum nabi Musa dimana bangsa Yahudi harus merantau puluhan tahun dan menjadi budak di Mesir). Kita saat ini bebas dan mempunyai pedang untuk bertempur mempertahankan kemerdekaan kita dan bersedia gugur dikelilingi oleh anak-anak dan istri-istri kita. Janganlah kita memperkenankan musuh-musuh kita memasuki benteng ini tanpa lewat tubuh-tubuh kita yang kita kurbankan untuk memilih kebebasan ini”.

Keesokan harinya ketika tentara Romawi menyerbu benteng ini, mereka menjumpai 960 jenazah orang-orang Zelot yang bunuh diri karena tidak mau menyerah. Hanya lima orang anak dan dua orang wanita saja yang masih hidup yang akhirnya dapat menceritakan kisah ini. Menurut kisahnya yang dituliskan oleh  Flavius Josephus, seorang ahli sejarah yang menuiliskan semua ini pada tahun 96, semua pria membunuh istri dan anak-anak mereka terlebih dahulu, kemudian sepuluh dari kaum pria ini dipilih untuk membunuh pria-pria lainnya yang sebelumnya  berbaring di samping jenazah istri dan anak-anak mereka. Setelah itu dari antar sepuluh orang ini satu per satu dibunuh oleh selebihnya yang telah dipilih dan seterusnya sehingga akhirnya hanya satu yang masih hidup dan membunuh dirinya sendiri.

Apakah semua kejadian yang tertulis diatas ini benar-benar terjadi atau hanya satu mitos, sampai sekarang masih banyak ahli-ahli sejarah yang belum dapat menentukan kepastiannya. Satu hal yang jelas yaitu bahwa kisah dramatis Massada ini yang sampai sekarang menjadi patokan dari bangsa Yahudi sampai sekarang dan dipakai sebagai satu ucapan sumpah yang diucapkan oleh para tentara Israel katakan: “Massada tidak akan lagi jatuh”. “Massada shall never fall again” untuk menekankan keberanian dan ketekadan tentara Israel dalam menghadapi semua tantangan-tantangan dari negara-negara Arab di sekitarnya yang memusuhinya.

(Perlu saya tambahkan sedikit bahwa Simon Petrus, salah satu murid Yesus juga seorang Zelot).

Sampai sekarang Massada adalah satu tempat yang dikunjungi oleh para turis yang berkunjung ke Israel. Dengan kereta gantung tempat ini dapat dicapai dalam 10 menit atau dengan jalan kaki menanjak keatas melewati “jalan ular”. Juga lewat jalan barat seperti yang dilakukan oleh tentara Romawi. Selain itu juga ada hubungan bus langsung dari Jeruzalem atau Beersheva ke Massada. Seringkali kunjungan kemari ini di kombinasi dengan kunjungan ke Laut Mati. Ein Gedi en Qumran.

Massada:

 

Ein Gedi:

 

Laut Mati:

israel2-22

israel2-23

israel2-24

israel2-25

 

85 Comments to "Israel (2)"

  1. mpekDuL  7 January, 2013 at 17:51

    Silvia U Says: January 7th, 2013 at 11:19
    Mpek, terima kasih banyak buat tulisannya yang super lengkap ini. Tidak mudah mengumpulkan semua info menjadi suatu tulisan seperti ini.Semoga ada org2 yang mau menerima info ini, bukan hanya info yang selama ini digemakan oleh kelompok2 tertentu saja. Lebih baik hidup menggemakan kasih, daripada kebencian dan permusuhan.

    Terima kasih Silvia untuk pendapatmu. Memang bukan maksud saya untuk membangkitkan sesuatu emosi apapun dengan tulisan saya mengenai negari ini, melainkan untuk membagikan apa yang saya alami, sebab tidak semua pengunjung mengalami apa ygn saya alami, bukan hanya baik dan buruknya saja, tetapi juga pengalaman pribadi diperjalanan dan selama disana.
    Saya bergembira sekali bahwa sampai sekarang ini tanggapan banyak yang positif, terlepas dari aspek politik karena pro dan kontra bisa di diskusikan lama sekali dan tidak ada akirnya.
    Seperti yang telah pernah saya tuliskan, untuk memulai peperangan dan menimbulkan kekacauan, hanya perlu SATU pihak saja, sedangkan untuk menjaga perdamaian kita memerlukan DUA pihak.
    Anwar Sadat dan Yitshak Rabin keduanya dibunuh oleh orang2 gila hanya karena mereka berdua bersedia memungkinkan adanya perdamaian. Itulah harga yang tidak ternilai besarnya.
    Sayang sekali bahwa masih ada manusia2 yang tidak menyadari hal ini dan berpandangan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai dengan membangkitkan kebencian dan pertumpahan darah.
    Anak cucu kita warisi dengan akibat dari perbuatan dan emosi kita. Jika emosi berpegang peranan, maka ratio tidak akan berjalan.

  2. Silvia U  7 January, 2013 at 11:19

    Mpek, terima kasih banyak buat tulisannya yang super lengkap ini. Tidak mudah mengumpulkan semua info menjadi suatu tulisan seperti ini.

    Semoga ada org2 yang mau menerima info ini, bukan hanya info yang selama ini digemakan oleh kelompok2 tertentu saja.

    Lebih baik hidup menggemakan kasih, daripada kebencian dan permusuhan.

  3. juwandi ahmad  6 January, 2013 at 02:01

    Sabtu, 5, januari, jam 11. 20 malam, waktu Indonesia, saya kirim email untuk Pak Dul. Thank you.

  4. juwandi ahmad  6 January, 2013 at 00:55

    Bu lani: Ok. tunggu ya. Wah, agaknya engkaulah yang lebih pantas mencengkiwing diriku. Oleh mbak dewi saja, aku mung dilempit, ditekuk-tekuk ha ha ha ha ha

  5. Lani  5 January, 2013 at 07:42

    JUWANDI AHMAD : ok, klu begitu aku dan mpek Dul menunggu crita/latar belakang mengapa dan apa dibalik selain umat muslim tdk boleh mendekati, memasuki, ato mungkin mengelilingi mesjid/ka’abah????? krn aku bener2 kaga tahu……….

    nah, ttg dirimu njaluk dicengkewing……..kira2 lbh cilik soko aku po???? la nek kata mpek Dul, aku cm 140 cm dgn BB kurang dr 1/2 kwintal beras………..mana mungkin aku mencengkewing dirimu????? mana kuattttttt?????? opo mana tahaaaaaaaaaaan? jgn2 aku malah kebanting dewe, klumah…………wakakakak………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.