So Miss You So Much

Mutaminah

 

Dulu kita pernah duduk bersama, di selasar kelas. Membicarakan segala hal. Berusaha saling menembus dimensi hati, saling mengerti. Kita tertawa lepas, saling membagi suka, tapi tak hanya itu, kita juga berangkulan dalam duka.

Banyak kisah menjadi pelajaran, menguap dari sejumlah kebersamaan. Betapa kita masih sangat labil dulu. Mudah terusik oleh sesuatu yang sesungguhnya tak sepelik apa yang kita simpulkan. Tapi semuanya tetap sederhana karena kita mencecapnya bersama, meski oleh lidah yang berbeda.

Dan kini, lama sudah tak kudengar secara nyata, tawa kita bergema. Tak lagi kusambangi derai canda dari kalian mengisi hari-hariku, menjadikannya lebih dari biasa.

Ah, rasanya aku sangat merindu semua hal tentang kalian. Dan kerinduan itu semakin limbung menemukan arahnya menepi manakala aku berusaha menengok dunia kalian kini. Hanya sekelumit, tapi menciptakan haru di dadaku. Betapa banyak hal telah berubah.

Tapi satu yang sampai detik ini aku masih percaya, kita tetap jihad yang dulu : we’re still the great fighter. Hanya saja, kita lebih tangguh dari sebelumnya.

Sungguh bahagia itu menyeruak tanpa aku dapat mencegahnya. Ah andai kita masih bisa membaginya di pojokan kelas atau di salah satu bangku kantin seperti dulu. Aku ingin mendengar tentang semua itu, tentang kisah-kisah hebat kalian.

Heni yang dulu sering kita tertawa karena dia begitu polos dan sundanese, kini telah menjadi seorang karyawati di sebuah hotel yang terbilang mewah di Bandung. Yang dulu ber”sikti sepen”, sekarang malah terbiasa dengan bahasa inggris yang sesungguhnya :D. Aminkan tentang cita-citanya menjadi wanita karir yang sukses ya.

Echi si jenius kita. Yang dulu PRnya sering dicontekin dan rajin nyatet, sekarang jadi mahasiswi kimia dan berkutat dengan asam basa. Haha…

Semoga cepet dapet “jihad junior” dan digampangin segala jalannya sama Allah, dilimpahin selalu rizkinya.

Padmi yang rupanya sampai sekarang masih juga pundungan. Haha. Tetap dengan slogan “diam-dian menghanyutkan”. Haha. Fany yang masih juga kalem. Semoga kimia akan menjadi tempat kalian bersandar suatu saat nanti ya.

Wada yang sekarang mungkin sibuk mencari soulmate yang sesungguhnya. Semoga dimudahkan jalannya ya, Wad. Dan dapet pasangan yang terbaik, yang bisa membimbing kamu jadi istri sholehah . Jangan lupa undang-undang kalo beneran nikah entar.

Chacha yang mungkin sekarang sudah menemukan tambatan hatinya. Hehe. Yang dulu sering galau, sekarang sudah menemukan orang yang tepat untuk menampung segala kegalauannya :D. Congrats ya semoga langgeng :). Di tunggu kisah kerennya dari bilik-bilik kamar rumah sakit, semoga jadi perawat terbaik yang pernah ada.

Lia yang sekarang lebih feminim lagi dari dulu. Yang telah bertranformasi menjadi wanita yang sesungguhnya. Dan mungkin sekarang jadi yang paling anggun di antara kita. Keep menjadi wanita cantik yang baik ya Nur.

Dan aku? Aku tetap menjadi gadis yang biasa saja. Haha. Gombalnya : sekarang aku menjadi gadis biasa saja yang merindukan kalian.

Semoga selalu sehat ya neng satu sampe neng delapan.

Kalian sahabat-sahabat yang hebat yang pernah aku miliki, yang pernah mengukirkan rasa syukur di hatiku. Kalian sangat berharga.

Terima kasih karena kalian membuatku mengerti manisnya mengenang.

Terima kasih for all that u’d give to me :)

Aku berharap Tuhan selalu menjaga ingatanku tentang kalian.

So miss u so much dear :)

 

4 Comments to "So Miss You So Much"

  1. Dj. 813  26 December, 2012 at 18:32

    Ikutan Linda…
    ??????????????????????????????…..
    Linda yang dulu Tomboy… sekarang sudah jadi sweetgirl….. Hahahahahaha….!!!!

  2. Linda Cheang  26 December, 2012 at 16:28

    ?????????????

  3. anoew  26 December, 2012 at 15:37

    Misyutu

  4. J C  26 December, 2012 at 13:51

    Hhhhhmmm…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.