Klub 40

Dian Nugraheni

 

Meski judulnya Klub 40, maksudnya 40 tahun, tapi yang masih “di bawah umur” 40 boleh baca kok..Ini curahan hati saja..lagi-lagi, simple, sederhana, tidak spektakuler..tapi, aku ingin sampaikan, sebagai ungkapan rasa hatiku.. Heleh.., mulai puitis..

Oke lah, aku gak mau terlalu puitis.., ntar dikira seniman puisi… Padahal puisi itu, sesuatu yang sulit bagi aku, terutama untuk membuatnya..kalau baca, masih bolehlah..Ya, karena puisi itu jalinan kata-kata yang sangat padat, dengan artikulasi pengungkapan yang tepat, tentang penggambaran suatu hal..

ya.., mana bisa bikin puisi..kamu kan story teller, yang biasa membuat kalimat berbusa-busa..Halah mbuh lah..

Ya, kembali ke judul, Klub 40. Surprise rasanya, mendapat ucapan selamat ulang tahun di Facebook. Ada yang kirim kartu ucapan, ada yang kirim pesan di Inbox, banyak ucapan yang dikirim di dinding.., dengan ungkapan harapan dan doa..Terima kasih, yang sangat tak terhingga, pada anak-anak, suami, saudara, teman-teman yang sudah mengirimkannya padaku beberapa waktu lalu.

Ada kalimat yang sangat “menggugah”, yaitu, ketika seseorang yang manis dan baik hati,seorang teman kuliahku dulu di Fakultas Hukum, angkatan 88, (angkatan Salep..salep 88..tahu gak ada merek salep buat gatal karena kutu air..he..he..), menuliskan “Selamat Datang di Klub 40..” dan dan satu teman di Purwokerto menuliskan “Selamat Menempuh Hidup Baru..”

Huehehehe.., sudah 40 tahun ternyata awak ni.. Kata orang, hidup dimulai di usia 40…bila itu benar, tentu ini yang dimaksud adalah “hidup baru”…

Aku lalu mengamati wajahku di cermin…keriput di garis mata, keriput di garis senyum, kulit tak lagi menul-menul kayak kulit anak-anak kita…selulit di mana-mana, kalau bagi perempuan, tentu saja ini adalah satu jejak bekas sewaktu kita hamil…semua melar…dan ketika tahun-tahun berlalu, sang selulit ini pun tak semuanya hilang…apalagi yang tak pernah kenal “perawatan” kosmetik…Ya kan..

life_begins_at_40

Dan tentu saja…uban, boo..! Hualah…memutih semua nih rasanya rambut. Kadangkala, aku cat sendiri. Beli cat rambut warna warni (maksudnya bukan hitam, gitu), ya.., beraksilah kita dalam usahanya menutup sang uban…Kadang pula, kalau warna cat pilihan kita terlalu terang, kita sering dicandain sesama makhluk beruban, “Bucheri nih..Bule Cet Sendiri..” Atau “BMG nih.. Bule Mung Gundule..” Halah lagi lah..

Ya.., teman-teman, terutama perempuan, pasti mulai concern dengan “penampakan” di usia 40 ini. Dan yakinlah, hampir semua perempuan tak ingin tampak keriput apalagi tampak tua. Ya syukur-syukur 5 tahun atau 10 tahun tampak lebih muda dari usia.. He..he.. Jadi, banyak di antara kita coba-coba krem anti keriput, krem nambah putih, krem nambah kinclong…Ga boleh..? Boo..lehhhh.., silakan, sepanjang hal ini membuat kita tambah bersyukur pada Tuhan sang Pencipta..

Belum lagi gigi yang mulai ompong, atau Bapak-bapak yang rambutnya mulai berkurang banyak alias menuju kebotakan. Ma…apppp..! Bukan menyindir apalagi mengenyek, menghina maksudku..

Belum lagi dengkul yang sudah cepat lelah ketika berjalan kaki, atau sewaktu kita melakukan gerakan shalat..(jadi ingat iklan susu berkalsium buat Manula, Manusia Lanjut Usia..), belum lagi pandangan jarak mata yang sudah mulai berkurang, harus pake kacamata…

Komplit lah pengurangan-pengurangan fungsi dalam tubuh kita…

Tapi, bolehkah aku mengajak untuk menengok apa yang ada dalam hati, batin, dan jiwa kita.. Sekali lagi, bukan maksud menggurui.., hanya share, aku pun tak tahu banyak.., aku pun selalu merasa jadi “pemula” untuk satu hal ini.., menuju hal yang lebih baik…

Maksudku gini, yang aku rasakan, yang aku coba terjemahkan.., sebenarnya, mungkin menjelang 40, masih di 39, aku sudah sering merasa “tidak tenang”, gelisah memandang hidup.. Apa yang dicari, apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan…

Di usia 39.., mau bergaya teenage, remaja..ya wes wagu..gak pantas… Masak kita mau pake jins dan kaos mlekethet..Lucu kan.., atau mau pake rok jins mini seperti waktu kita SMA… Apalagi kalau kita jalan sama anak-anak kita yang mulai remaja, jangan sampai dibilang “Mamahnya lebih nggaya dibanding anaknya..” Halah.., wes, aneh tenan kalau sampai gini nih. Mau bergaya tua banget.., ntar dibilang sok tua, hmm, cukup membingungkan…

Yang ada adalah perenungan.., penyadaran diri.., dan akhirnya menemukan satu titik untuk “memulainya” kembali…Karena, tidak semua orang punya jalan hidup yang lurus, mulus.. Banyak di antara kita malah punya banyak kesalahan besar di masa lalu..

Bersyukurlah kalau kita punya suami, istri, anak-anak, sanak saudara, teman-teman yang dengan tulus mau mendoakan kita.. Doa, sesuatu yang aku sangat yakini, Tuhan akan dengar.., dan doa menuju kebaikan pastilah banyak makbulnya. Kira-kira begitu..

Dan yang aku temukan, adalah, bahwa aku harus “Mempersempit Pandangan Mata dan Batin..” Membuat hidup menjadi lebih simpel, lebih sederhana, dan diharapkan lebih mengkerucut atau fokus..

Dan sesuatu yang simpel itu, ternyata adalah apa yang ada di dekat kita, secara riil yaitu keluarga.., Suami, istri, dan anak-anak.
Dan sesuatu yang tak nampak mata tapi adalah sumber kekuatan dari segala hal adalah kehidupan kebatinan kita terhadap sang Pencipta.. “Lebih Dekat Lebih Baik..” (slogan baru nih, hiks..)

Tapi, kalimat-kalimat di atas bukan berarti.., tidak berarti kita mati gaul dengan lingkungan..tidak. Ini, mungkin lebih bersifat, apa yang ada dalam batin kita.., sehingga -mungkin- nanti cara kita bergaul pun akan mulai berubah sesuai dengan usia kita.

Tentu saja.., tentu saja, itu semua bukan hal yang mudah, meski aku bilang simpel..Tetap saja, ini adalah suatu hal yang perlu perjuangan…karena, semakin mengkerucut apa yang ingin kita raih, tentulah angin yang bertiup semakin besar.., begitu kata pepatah…

Hanya doa yang aku punya.., dan mohon doa yang aku pinta, agar pandangan mata dan batin tetap bisa mengkerucut.., agar hidup nyata dan batin selalu diberi ketenangan…

Mohon maaf jika hal yang aku sampaikan, mungkin, mungkin saja berbeda dengan pandangan teman-teman, sungguh aku tidak bermaksud mengatakan mana lebih baik mana lebih tidak baik. Benar-benar ini hal yang simpel yang ada dalam pikiranku..

Terimakasih banyak, tak terungkap dengan kata-kata, pada semua pihak yang telah mendoakan aku untuk jadi lebih baik…Semoga Tuhan membalasnya dengan kebaikan pula..amin..

Dan tentu saja, syukurku pada Tuhan, yang masih memberi hadiah kesempatan, untuk tetap menjalani hidup, semoga jadi lebih baik…

forty

North Carlin Spring
Arlington, Virginia

Dian Nugraheni
Di sini jam 4.18 sore, hari Minggu, 13 Desember 2009
Winter semakin “kejam” menghunuskan hawa dinginnya..brrr everyday..

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

20 Comments to "Klub 40"

  1. Alvina VB  2 January, 2013 at 04:03

    Se777777 mbakyu Lani. Selamat Tahun Baru juga…..Thn baruan ikutan pesta ndak di Kona?

  2. Lani  1 January, 2013 at 23:42

    17 AL : usia boleh tuek…………hati tetep muda belia……..marilah bergembira……..Selamat taon baru

  3. Lani  1 January, 2013 at 23:41

    16 BU-DUS : welcome ke club tante dan om-om wakakakak………selamat taon baru yo John………

  4. Alvina VB  1 January, 2013 at 22:57

    Dian, jaman sekarang ini…. 40 itu spt the new 20s dan 50 = 30s, 60 = 40s, he..he…. (dasar….ngeles aza gak mau cepet2 tue)

  5. Jl  1 January, 2013 at 15:29

    Welcome to the club, gak nyadar kalo gak dipanggil om dan tante hahhaha

  6. Lani  31 December, 2012 at 13:16

    lo jare AGE IS ONLY NUMBERS?????? aku ndak pernah merasa tuek………..hehehe………..yg penting dihati muda belia……….ndak ngitung iki wis puber ke 3 ke 4………..wakakakak…………..

  7. juwandi ahmad  29 December, 2012 at 06:47

    Dan berapupan usia kita, 30, 40, 50, atau 70, jangan pernah kehilangan sifat anak-anak dalam diri kita.

  8. diannugraheni  28 December, 2012 at 21:42

    Anoew…ha2..naga jadi2an…medeni…

  9. anoew  28 December, 2012 at 21:05

    Lho? Jadi ada naga juga yang nyamperin, kok naga-naganya main hati?

  10. diannugraheni  28 December, 2012 at 20:44

    all my friends…klub 40 ini saya tulis tiga tahun lalu kayaknya..ha2..jadi skarang sudah menuju ke limapuluh yaa..InsyaAllah…

    whekekekekek..puber kedua…hixixixi, gimana yaa…mmmm…, kena juga sih kayaknya…padahal saya nggak jail usil nyari2, tapi ada aja yang “nyamperin” naga2nya mau main hati gitu…tapi sih ga beneran kok..cuma segitunya…

    Ha2..ayooo, mbak Hennie, mas [email protected]…cerita dong gimana puber kedua…

    Makasih banyak semuanya yaa…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *