Apa Kabar = Gemuk Banget!

Kuphuathe

 

Yup! Kata-kata yang akrab sekali didengar di telinga saya.  Selain memilih menyapa  dengan “Apa kabar?” kata-kata yang paling popular adalah “Gemuk banget sekarang!”

Hallo, yup, terima kasih telah mengingatkan kalau saya lebih kelihatan “segar” dari waktu muda dulu tapi rasanya mungkin saya juga memilih kalau anda tidak terlalu “jujur” dengan saya.

beratbadan

Kejadian di atas bagi saya bukan suatu hal baru, dan saya sudah sangat mengantisipasikan kata-kata itu setiap berjumpa dengan teman lama.  Saya sangat menikmati kehidupan saya, dan jika memang saya harus menurunkan berat badan, itu pun bukan dikarenakan “sindiran” dari sekeliling saya, tapi berdasarkan keinginan sendiri.

Yang saya khawatirkan adalah kata-kata yang terlalu “jujur” ini bisa mengakibatkan generasi muda mengalami depresi dan anorexia.  Berapa banyak anak-anak remaja sekarang ingin menjadi model?  Ataupun hanya ingin menjadi bagian dari salah satu kelompok.

Dengan adanya sindiran-sindiran ini, mereka merasa tersisihkan, merasa tidak berarti.  Bukan salah mereka terlahir dengan fisik yang tidak selangsing dengan teman-temannya.  Hey, tidak semua bercita-cita ingin menjadi model kan?  Tapi bukan berarti tubuh langsing mempunyai otak cerdas kan?

Bagaimana jika kata-kata “jujur” di atas diputarbalikan, dari pada menyapa dengan “apa kabar?” lebih memilih “Bodoh banget kamu sekarang”  Bagaimana perasaan kamu?

Saya sering menyaksikan kejadian-kejadian mengilukan di sekitar saya karena masyarakat memilih menilai seseorang dari luarnya saja.  Berapa banyak pemuda-pemudi yang tidak mendapatkan pekerjaan yang mereka idamkan karena mereka tidak memiliki tubuh yang langsing?

Berapa banyak anak-anak muda melaksanakan diet yang salah, karena ingin terlihat langsing setiap saat dan bahkan rela untuk menahan lapar demi gengsi.

obesitas-anak

Berapa banyak anak-anak SD pulang ke rumah dengan sedih, karena teman-temannya mengejek mereka obesitas (padahal sebenarnya dia tidak obesitas, tapi karena kelihatan tidak kurus kerempeng jadi dianggap sudah gemuk sekali).

Ejekan-ejekan ini sangat besar dampaknya dalam diri mereka.  Mereka jadi minder, introvert, dan tidak ada semangat hidup untuk mencapai cita-cita mereka.

Seperti menurut filosofer Derman-Sparks (1989) – “Language affects our perception of the world.”  Yang artinya “Bahasa mempengaruhi persepsi kita tentang dunia.”  Dan dia menambahkan: “Since language affects people’s perceptions of the world, it is important to listen carefully to what you are saying and to notice what messages you are sending to the children you teach and the parents with whom you work.” (Source: Hilgartner Schlank and Metzger 1997) – yang artinya: “Karena bahasa mempengaruhi persepsi masyarakat dunia, kiranya penting untuk mendengarkan dengan cermat apa yang Anda katakan dan melihat apa pesan yang Anda kirimkan kepada anak-anak yang Anda didik dan orang tua dengan siapa Anda bekerja.”

Contoh dari pernyataan diatas sangatlah mudah, jika anda memberikan pesan negatif kepada anak-anak muda sekarang karena mereka tidak terlihat kurus, mereka akan langsung menjadi minder dan akan mempunyai mental yang ambruk.

Didiklah anak-anak dengan pemberitahuan yang memotivasikan hidup sehat daripada menjatuhkan mental mereka.  Dimulai dari di rumah yang membiasakan anak-anak untuk makan makanan yang sehat dan mengurangi nonton tv yang terlalu lama.  Beritahukan anak-anak anda mana makanan yang sehat mana makanan yang tidak sehat.

System ini digunakan di sekolah-sekolah setempat.  Anak-anak sudah mengerti mana makanan yang baik untuk tubuh mereka, mana makanan yang hanya bisa dikonsumsi kadang-kadang saja.

obesity-measure-it-yourself-by-bmi

Dan untuk orang tua, memang berat sekali untuk menjaga tubuh selalu langsing seperti permintaan masyarakat luas jaman sekarang.  Tapi menurut saya, hidup ini hanya satu kali.  Hiduplah dengan rutinitas yang sehat.  Jika memang anda dan saya merasa harus mengurangi berat badan, makanlah makanan yang sehat dan olah raga teratur.  Jangan ingin tampil langsing karena takut akan sindiran masyarakat.  Cintailah dirimu apa adanya.

Karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.  Belum tentu di dalam tubuh yang langsing terdapat jiwa yang sehat bukan? *wink wink

 

Salam,

Athe Arifin

 

35 Comments to "Apa Kabar = Gemuk Banget!"

  1. athe  3 January, 2013 at 07:54

    @ awesome: Sebenarnya sih gak apa2, kalau mengingatkan, itu adalah baik,,kalau lucu2an kan orgnya juga gak bad mood. Artikel saya lebih menghimbau kepada org2 yg sudah tidak lama tidak berjumpa, skalinya berjumpa, bukannya exciting malah buat bete in krn langsung dibilang gemuk. Kenapa langsung judge org dari penampilan,,hehheeh, makasih loh sudah baca

  2. awesome  2 January, 2013 at 14:05

    saya mulai suka gangguin teman (yg gemuk) kalau saya khawatir dengan kesehatannya sich ….

  3. athe  30 December, 2012 at 03:51

    @mas DJ : wow benar2 hebat ya Dewi, not only just pretty face! Semoga berhasil lulus dgn nilai2 baik lagi kalau jadi kuliah kimianya.
    Saya juga lg back to study, dan struggling krn harus kuliah, kerja dan mengurus keluarga. Tapi dijalanin semuanya karena support dari keluarga yang tidak pernah habis salam manis dari sydney

  4. Dj. 813  30 December, 2012 at 00:30

    athe Says:
    December 29th, 2012 at 11:58

    @ mas Dj; Iya yang penting kita hepi dan Dewi cantik sekali….
    —————————————————————————-

    Athe…
    Terimakasih…
    Jelas, untukkami dia cantik, pun saat dia masih gemuk…. hahahahaha…!!!
    Yang jelas, dia tidak hanya cantik, tapi cerdas juga.
    Dia kuliah 2 jurusan, Theology dan Biology dan keduanya lulus dengan nilai bagus.
    Malah dia masih ingin kuliah di Kimia ( katanya ).
    Salam manis dari Mainz.

  5. athe  29 December, 2012 at 23:55

    @Dian : iya,,kalau disini (OZ) juga sama dengan diamrik. Percakapan slalu dimulai intelektual, seperti menanyakan bagaimana weekendnya? Kabarnya? Etc…
    Sayangnya, hanya dikalangan masyarakat kita saja, terlebih kalau pulang ke tanah air, wedeeehh, pertanyaan2 yg gak perlu, spt “gemuk bgt, kurus bgt, hitam bgt, kapan kawin, kapan punya anak,,dlsbg.”
    Tapi seperti mas DJ dan Juwanti blg,”jgn cepat tersakiti oleh kata2″ — makanya saya juga cuek aja – yang penting hati senang – terima kasih sudah membaca dan memberi tanggapan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.