[Sentilan Sentiling] Gedung Museum Aceh

Bambang Priantono

 

Koloniale Toonstelling atau Sentiling ternyata masuk daftar salah satu pameran dunia terbesar dimasanya, bahkan Pekan Raya Jakarta sendiri belum mampu menandinginya. Kenapa? Karena Koloniale Toonstelling ini merupakan gabungan antara PRJ dan Taman Mini Indonesia Indah, dimana banyak negara dan kerajaan Nusantara yang ikut berpartisipasi dalam ajang pameran yang dibuat untuk memperingati 100 tahun lepasnya Belanda dari kekuasaan Napoleon Bonaparte (dan ironisnya diadakan di tanah jajahannya sendiri).

Sentilan Sentiling kali ini akan membahas bagian kecil dari pameran yang kolosal di kota Semarang ini. Salah satu yang jadi perhatian saya adalah rumah adat Aceh yang dibuat dan dijadikan stand dalam Koloniale Toonstelling. Rumah Aceh ini memenangkan banyak penghargaan (termasuk medali-medali) sebagai salah satu stand terbaik. Dan dikarenakan senang, maka rumah Aceh ini dibawa pulang oleh Residen Aceh masa itu untuk dibangun ulang di Banda Aceh.

museum-aceh

(KITLV.nl)

Nah, ternyata rumah Aceh yang dibangun di Semarang sebagai bagian dari pameran kolonial ini kemudian dijadikan sebagai Museum Negeri Banda Aceh yang hingga sekarang masih berdiri kokoh. Bagian ini hanyalah merupakan penggalan sejarah kecil dari perkembangan Kota Semarang secara menyeluruh.

Minimal dengan informasi kecil ini, semoga menjadi pemahaman yang lebih baik akan sejarah wilayah masing-masing. Dimana sejarah itu dipandang dari sudut berbeda-beda oleh pelakunya dan nantinya akan diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang.

 

Bersambung

 

About Bambang Priantono

kerA ngalaM tulen (Arek Malang) yang sangat mencintai Indonesia. Jebolan Universitas Airlangga Surabaya. Kecintaannya akan pendidika dan anak-anak membawanya sekarang berkarya di Sekolah Terpadu Pahoa, Tangerang. Artikel-artikelnya unik dan sebagian dalam bahasa Inggris, dengan alasan khusus, supaya lebih bergaung di dunia internasional melalui blognya dan BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "[Sentilan Sentiling] Gedung Museum Aceh"

  1. juwandi ahmad  29 December, 2012 at 06:37

    Dan dalam gerbong-gerbong sejarah, engkau dapat ikuit tapi tidak larut dalam perjalanan

  2. Dj. 813  28 December, 2012 at 23:45

    Terimakasih mas Bambang….
    Bangga juga, jadi orang Semarang yang bisa membuat rumah adat Aceh…
    Hahahahahaha….!!!
    Salam,

  3. anoew  28 December, 2012 at 15:19

    Kosik Kang, aku mau cari kipas angin bentar. Komenmu bikin aku sumuk

  4. J C  28 December, 2012 at 15:11

    Kang Anoew, kamsudnya? Sudah sangat jamak kalau negeri kita ini super latah dan melu-melu tak berdasar, lebih bule daripada bule asli contohnya. Di sebagian masyarakat Tionghoa pun ada yang merasa lebih Cina daripada Tiongkok sana…piye jal?

  5. anoew  28 December, 2012 at 15:06

    Dan semoga bangsa ini, tidak (semakin) lupa akan sejarahnya sendiri lantas lebih suka mempelajarisejarah dan budaya negeri lain.

  6. Handoko Widagdo  28 December, 2012 at 11:26

    Terima kasih BP, ayo gali dan munculkan riwajat kota Semarang nan jelita.

  7. James  28 December, 2012 at 11:10

    SATOE, Museum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.