Di Gerbong Halte

Vianney Leyn

 

Kau cium aku di gerbong kereta senja
Melaju atas rel waktu berbalut kabut
Antara sepi kita yang bersahut-sahut
Nyanyikan rindu tanpa suara

Kau cium aku di gerbong kereta senja
Dengan peluk yang kian manja
Hingga tak dengar tiktok hujan
Di kaca jendela memanggil ke awan

Katanya ‘tuk memanggul matahari ke bumi
Memungut salju di langit gugur
Aku menjadi tak mengerti tentang rindumu disini
Pada mentari yang hendak tergelincir?
Atau salju yang tak lagi gugur?

Kita duduk lagi dalam percakapan bisu
hingga lupa halte dituju
sementara kereta terus melaju

Mari kawinkan rindu
Cuma untuk mengandung kata
Hanya untuk lahirkan puisi

Di luar hujan pun terus memanggil
Dan kau cium aku sekali lagi
Dengan rindu yang kian menggigil

SAMSUNG

 

5 Comments to "Di Gerbong Halte"

  1. HennieTriana Oberst  30 December, 2012 at 04:27

    Romatis sekali.

  2. anoew  29 December, 2012 at 20:53

    Waah pacaran di gerbong kereta alangkah indahnya!

  3. juwandi ahmad  29 December, 2012 at 20:17

    wah, puisi yang indah, romantik, dan manusiawi.Saya suka bagian ini:

    Kau cium aku di gerbong kereta senja
    Dengan peluk yang kian manja
    Hingga tak dengar tiktok hujan
    Di kaca jendela memanggil ke awan

    Dapat saya bayangkan. Dan tentu sangat meyenangakan.

  4. Dj. 813  29 December, 2012 at 17:16

    Waaaaw…. Senengnya yang dicium oleh hujan rintik-rintik.
    Salam,

  5. James  29 December, 2012 at 10:21

    SATOE. gerbong

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.