Like a Rolling Stone

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

TIDAK ada mungkin kelompok musik bertahan selama setengah abad seperti The Rolling Stones. Mereka tetap tegar selama 50 tahun di atas panggung musik pop dunia. Sementara yang lain datang, pergi, datang, pergi… mereka tetap bergelindingan bagi bebatuan yang berisik dan menghibur. Serta melupakan siapa saja yang menyukai musik mereka bahwa waktu semakin berjalan. Mereka tetap menggelinding…

Rolling Stones 1 Rolling Stones 2 Rolling Stones 3 Rolling Stones 4 Rolling Stones 5 Rolling Stones 6

40 Comments to "Like a Rolling Stone"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 January, 2013 at 09:12

    Yuk, memang mereka tidak bisa ditiru oleh anak muda sekarang di Imdonesia secara 100%. Tidak akan mampu dan berbenturan dengan budaya.

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 January, 2013 at 09:11

    Selamat Tahun Baru Alvina dan Keluarga. Dibanding Rhoma Irama, kamu suka mana?

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 January, 2013 at 09:11

    Wah, Om JC memang ada yang tidak suka juga dengan musik mereka, apalagi pola tingkah laku personilnya yang beberapa oranb sangat “menakjubkan”.

    Bila diambil perumpamaannya, The Rolling Stones itu anak IPS dan The Beatles anak IPA. Mereka berasal dari keluarga baik-baik sehingga menjadi pemberontak. Sedangkan The Beatles dari keluarga yang relatif lebih tidak baik dibanding mereka.

    Musik mereka sangat sederhana dan mudah dipahami. Banyak lagu-lagunya menjadi ikon masa generasi bunga, terutama anti Peranh Vietnam.

  4. Edy  2 January, 2013 at 08:29

    Musik Stones sangat sederhana. tidak njlimet ala Yes atau Genesis apalagi Pink Floyd, tetapi asyik untuk didengarkan dan dinikmati . tidak perlu mengerutkan dahi sangat mendengarkan dan langsung mak nyutt walau baru pertama kali dengar.
    Malam tahun baru kemaren , saya rencana mau menghabiskan di Rolling Stones cafe dengan Acid Speed Band nya, tetapi kalah suara dengan anak dan istri, jadilah nonton kembang api di Sumarecon.

  5. Lani  1 January, 2013 at 23:48

    26 MAS DJ : masa muda mas pasti super ndugal…………ugal2-an yo?????? untung saiki wis mertobat………hahaha

  6. Lani  1 January, 2013 at 23:47

    AL : aku se77777……….mmg tingkah laku, sepak terjang anggota batu2 bergelindingan iki ora nggenah kabeh………spt kamu bilang GEMBLUNG akuttttttttttt………..

  7. Alvina VB  1 January, 2013 at 23:06

    Bung Iwan, wuihhhhh….stl si Roma sekarang si dower eh Jagger (duluuu pernah dpt karcis consertnya dan gak minat buat pergi…saya kasihin org aza) …sami mawon ini kel. pria2 gemblung yg tak layak digandrungi, he..he….. Selamat Tahun baru buat Iwan dan kel., semoga berkatnya melimpah di thn 2013!!!

  8. J C  1 January, 2013 at 22:48

    Mas Iwan, hanya kelompok satu ini aku tidak doyan sama sekali lagu-lagunya, entah kenapa…hehehe… hanya kenal nama Jagger dengan segala sepak terjangnya…

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  1 January, 2013 at 07:06

    Lieber Hennie, terima kasih. Selamat Tahun Baru 2013.

    Lambang bibir itu kamu kenal juga ya?

    Salam 4-3

  10. IWAN SATYANEGARA KAMAH  1 January, 2013 at 07:04

    Mas Juwandi, saya memanh tak begitu menyukai bercerita serius tentang sesuatu dan sesorang tanpa sentuhan kemanusiaannya. Setiap oranb adalah manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. Memuja berlebihan tidak pernah saya lakukan. Apalagi mencerca semua kekurangannya, haram buat saya.

    Yang penting harus seimbang.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.