Kupi Gayo

Handoko Widagdo – Solo

 

organic_sumatra_gayoKita semua tahu bahwa Kopi Gayo (orang Gayo dan Aceh menyebutnya kupi/kuphi) adalah salah satu kopi yang berkualitas premium. Kopi Gayo mempunyai nilai 86-90 untuk cupping (penilaian dengan cupping dinyatakan kopi spesial jika nilainya berada di atas 80). Kopi Gayo sudah terkenal di dunia internasional, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda. Kopi arabika yang tumbuh baik di dataran tinggi Gayo (1200 mdpl) memang mempunyai rasa yang nikmat. “Rasanya ada yang soft chocolate, fruit, atau tanah”, kata salah satu penggemar kopi. Itulah sebabnya di café-café elite kita bisa temukan menu kopi Gayo. Tak ketinggalan Starbuck juga menyajikan kopi Gayo.

Di Aceh, budaya minum kopi adalah budaya para lelaki. Mereka selalu punya waktu untuk duduk berlama-lama menikmati kopi. Maka tak aneh jika kopi berkembang dengan luas di provinsi ujung Sumatra ini. Lebih lagi di dataran tinggi Gayo yang berhawa sejuk.  Kopi menjadi bagian budaya orang Gayo.

Pertanyaan yang menggelitik adalah, kapan sebenarnya orang Gayo mengenal kopi?

“Kupi adalah tanaman asli Gayo. Kami menyebutnya KAWA. Memang saat itu kami belum memanfaatkan kupi untuk diambil bijinya seperti sekarang. Orang Gayo dulu memanfaatkan kopi dengan cara mengambil daunnya untuk diseduh menjadi teh sebelum Belanda datang ke Tanah Gayo. Baru saat Belanda datang ke Gayo, kami belajar bahwa kupi dimanfaatkan bijinya. Mula-mula Belanda pun tidak mengajari kami. Mereka hanya menyuruh kami untuk menanam lebih banyak pohon kawa, memanen bijinya yang sudah merah dan menyerahkan kepada mereka. Salah satu tukang masak di keluarga Belanda menyaksikan bagaimana keluarga tersebut menyangrai biji kupi yang sudah kering, menumbuknya dan membuat minuman dari bubuk terbakar tersebut. Dari situ kami ikut memanfaatkan kupi untuk minuman seperti sekarang. Jadi tidak benar kalau dibilang Orang Belanda yang membawa kupi ke tanah Gayo” Itulah penggalan cerita dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tengah dalam perjalanan 7 jam dari Bener Meriah ke Banda Aceh.

arabika-gayo-coffee

Benarkah kopi tanaman asli Gayo, atau setidaknya sudah ada tanaman kopi sebelum Belanda, pada tahun 1908 memperkenalkan tanaman ini? Bisa jadi. Jika mengingat bahwa bagian utara Pulau Sumatra ini telah berdagang kapur barus dan kemenyan dengan timur tengah (Mesir), maka adalah sangat mungkin tanaman kopi yang berasal dari Ethiopia ini sampai ke Dataran Tinggi Gayo melalui pelabuhan Barus, jauh sebelum Belanda membawa kopi ke Nusantara.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

74 Comments to "Kupi Gayo"

  1. Handoko Widagdo  6 July, 2013 at 19:43

    Betul sekali EA Inakawa. Mari kita berdoa dan berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita di tanah Gayo, Aceh yang sedang menerima musibah.

  2. EA.Inakawa  6 July, 2013 at 19:42

    Yth Para Senior & rekan Baltyra semua : Mengingat Kupi Gayo, kita perlu MEMANJAT kan Doa kepada semua saudara kita di Takengon yang sedang mengalami musibah bencana gempa, semoga mereka semua senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,aamiin……….salam sejuk

  3. Handoko Widagdo  6 January, 2013 at 08:05

    Sugeng sare Mbakyu Nu2K. Tubuh kita memerlukan istirahat yang cukup. Besok bangun pagi nyruput kopi lagi.

  4. nu2k  6 January, 2013 at 08:02

    Dimas Handoko, selamat pagi dan semoga. Saya baru mau menuju ke pulau kapuk mungkin karena tadi siang minum hasil racikan kopi cappuccino kiriman dimas atau karena mata saya keculek cabénya dimas ISK.. Waaahhhh, effectnya sama. Nggak bisa merem mripatnya..Ha, ha, haaa.

    Tot weer schrijven en gr. Nu2k

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *