“Tunjukkan lemari bukumu, aku tahu siapa kamu”

BALTYRA.com

 

TAHUN 2013 untuk pertama kali Baltyra menerbitkan sejumlah artikel yang pernah dimuat dalam situs jurnalisme warga Baltyra akan diterbitkan kedalam sebuah buku. Judulnya “Indonesia Amnesia”. Penulisnya sudah tentu penulis dan sekaligus penghuni Baltyra. Seperti apa isi bukunya? Tentu sebagian besar sudah pernah membacanya.

Langkah menerbitkan sendiri buku ini akan menjadi trend di masa datang untuk Baltyra menerbitkan artikel terbaik yang pernah dimuat. Sekarang saatnya setiap penulis dan mungkin pembaca diam Baltyra bisa menjadi penulis buku yang baik.

Buku Baltyra 1 Buku Baltyra 2

Cover Indonesia Amnesia

 

Alexa:

Di balik peristiwa besar selalu tersembunyi peristiwa-peristiwa kecil yang acapkali terpinggirkan, luput perhatian. Begitupun dalam kehidupan. Hanya hal-hal besar yang terliput dan tercatat di media. Padahal hal-hal seperti itulah yang menyokong  hadirnya peristiwa  besar. Kita bisa belajar dan berefleksi dari  yang kecil-kecil itulah, karena dari situlah kita menemukan kearifan, kebajikan, permenungan dari nilai-nilai kemanusiaan. Yang menyentuh nurani. Buku ini seperti kaca pembesar yang meneropong detil dari peristiwa-peristiwa kecil, tempat di mana kita berkaca dan menemukan kembali hakekat kemanusiaan kita….

Demikian  endorsement yang saya terima via surel hari itu dan membuat saya jejingkrakan kesenangan secara endorsement ini diberikan oleh seorang tokoh budaya nasional. Apalagi pengajuannyapun gak sekali jadi sebab harus menjawab serangkaian pertanyaan dari tim beliau….

Eeh ngomong apa sih saya ini? Buku apa lagi nih?

Sebagai seorang penulis online yang sudah mulai mencecap indahnya rasa saat karya onlen dibukukan  oleh penerbit Gramedia dalam buku personal literature Dare To Be Urbanista (2010) dan kumpulan cerpen Celoteh Perempuan (2011), saya ingin menularkan virus mari bukukan karyamu. BALTYRA menjadi tempat istimewa sebab di sinilah karya saya mulai dilirik editor Gramedia….gak percaya kan? Saya aja juga taunya belakangan pas memastikan ke mbak editor….makanya kalau pingin dilirik editor…mari nulis di BALTYRA bin Baljitot.

Selain itu BALTYRA sudah menunjukkan warna sebagai komunitas penulis serta pembaca yang memiliki rasa cinta tanah air yang kental bak lagunya mendiang Gombloh “Indonesia – Merah Darahku, Putih Tulangku.” Yap…kali ini saya ingin membukukan karya yang bisa mencerahkan wawasan dan rasa nasionalisme anak bangsa. Maka saya menghubungi JC dan menyampaikan usulan ini. Cukup sulit kami membahas ide ini karena banyak tulisan menarik di Baltyra. Kami harus menarik benang merah  yang jelas mengenai isi buku….maka akhirnya berkumpulah JC, Handoko Widagdo, Iwan Satyanegara Kamah dan saya sendiri. Kami memilah milih karya masing-masing yang akan dibukukan.

Usai memilih, tiba gilirannya mengkategorikan dalam bab dan sub bab…ini makan waktu berbulan-bulan. Akhirnya setelah hal mengkategorikan selesai…kami harus memperhitungkan jumlah halaman dalam buku. Mulailah kegiatan sunat menyunat….yang paling cerewet tuh ya kang Josh….biasa deh, dia merasa semua karya (milik kami berempat) bagus dan gak bisa disunat…lah piye, bisa-bisa jadi buku setebal bantal nantinya.

Akhirnya jadi deh buku itu….mulai masuk ke tahap pembuatan cover. …dead lock lagi soalnya kami ngerasa kurang sreg dengan desain dari penerbit. Usrag-usreg….jadi juga tuh cover setelah berbulan-bulan. Rasanya kok kurang lengkap tanpa endorsement….mulailah kegiatan mencari endorsee….ada Butet Kartaredjasa yang memberikan endorsement di atas, ada Anies Baswedan,  Baskara T.Wardaja (yang seorang Romo dan Sejarawan), Sukardi Rinakit – tokoh politik.  Berat juga yah nama-nama pemberi endorsementnya…believe me bukan hal mudah mendapatkan endorsement dari  beliau-beliau ini…meaning??  Kesediaan beliau memberikan endorsement tentunya setelah menilai isi buku kami…so check it out folks….

Oke sekarang saya ingin bicara mengenai idealisme kami  perihal penerbitan buku. Kami bercita-cita bahwa ini adalah awal dari buku mengenai ke Indonesiaan dan menggelorakan kembali cinta tanah air… begitu banyak karya-karya Baltyran yang inspiratif, semoga kami kelak bisa memfasilitasi penerbitan karya-karya Baltyran lain. Merdeka dalam berkarya!!!

 

Handoko Widagdo:

Menceritakan tentang Indonesia adalah sebuah kenikmatan. Di antara waktu-waktu kerja, selalu saja ada kesempatan untuk mengamati, menyaksikan dan merasakan citra Nusantara. Dari sanalah artikel-artikel saya susun sebagai kenangan pribadi dan sarana sharing kepada kawan-kawan melalui Baltyra. Cerita tentang keindahan, cerita tentang kenikmatan boga, kekaguman tentang manusianya dan tentu saja –kadang- tentang persoalan yang dihadapinya.

Dari semuanya itu, aku tersadar bahwa Indonesia adalah sebuat entitas yang berkemampuan. Sebuah kesatuan yang mempunyai kekuatan. Sebuah bahtera yang mempunyai tujuan. Meski kadang limbung, bingung bahkan terkesan pengung.

Bersama dengan Daveena, Josh Chen dan Iwan Satyanegara Kamah, tulisan-tulisan saya terkumpulkan dalam buku ini. Sebuah sumbangan untuk menjadi bangga sebagai bagian Indonesia. Tak segan kami mengagumi. Tak segan kami mengritisi. Tak segan –kadang- kami memaki. Namun yakinlah, hati kami bangga akan Nusantara.

 

JC:

Untuk pertama kalinya Baltyra.com menerbitkan buku. Proses menerbitkan buku ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan pertama kali. Ide awal kami berempat adalah menerbitkan bunga rampai kumpulan tulisan yang “senada dan sejenis” menjadi satu buku. Pembicaraan awal antara Alexa (yang sudah lebih berpengalaman menerbitkan bukunya) dan saya akhirnya menentukan thema keindonesiaan mengingat kondisi negeri yang memprihatinkan (lepas dari situasi dan ekonomi yang masih positif).

Artikel-artikel Handoko Widagdo, Iwan Satyanegara Kamah, Alexa dan saya sendiri dianggap mewakili thema yang akan diusung. Pemilihan artikel, diskusi, self-editing, pembagian bab, dsb, ternyata memakan waktu cukup panjang. Belum semuanya, sewaktu menawarkan naskah ke beberapa penerbit, semua penerbit menolak karena ada beberapa artikel yang dianggap “bernuansa SARA”. Padahal artikel-artikel yang dimaksud sebenarnya tidak bernuansa SARA, namun berisi topik yang cukup sensitif untuk golongan tertentu dan dikuatirkan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan, karena memang media seperti Baltyra.com dan media cetak yang berbentuk buku akan berbeda respon dan kalangan pembacanya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang dan lama, akhirnya naskah disetujui penerbit. Hal yang kemudian menjadi masalah adalah desain cover’nya. Kami kurang puas dengan desain dari Team Kreatif penerbit. Kami mencari alternatif sendiri dan menemukan seorang teman yang desainnya lebih mengena di hati. Dan tahap akhir adalah Alexa dan Handoko Widagdo berhasil menemukan beberapa public figure yang bersedia memberikan endorsement untuk buku ini.

Untuk memesan buku ini, silakan mengirimkan e-mail ke: [email protected] dengan menyebutkan nama pemesan, jumlah buku yang dipesan dan alamat pengiriman. Harga buku ini jika dipesan melalui Baltyra, harganya Rp. 36.000 dengan diskon 25%, sehingga menjadi Rp. 27.000. Harga tidak termasuk ongkos kirim yang berbeda tergantung alamat pengiriman. Oh ya, buku yang dipesan melalui Baltyra akan disertai dengan autograph. Dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu sejak pemesanan, menunggu buku selesai dicetak, dikirimkan ke kami dan dikirimkan ke para pemesan.

Terima kasih!

 

47 Comments to "“Tunjukkan lemari bukumu, aku tahu siapa kamu”"

  1. tarsi  11 March, 2013 at 00:39

    Lama absen mengunjungi Baltyra sampai saya menemukan Indonesia Amnesia di toko buku dua minggu lalu. Tak harus pikir dua kali untuk membeli buku ini. Terima kasih untuk Indonesia Amnesia. Bagi saya, ada jendela lain untuk melihat sisi lain Indonesia….Salut

  2. Silvia U  20 January, 2013 at 21:26

    Selamat ya.

  3. Osa Kurniawan Ilham  13 January, 2013 at 12:09

    Sudah lama tidak sempat menengok baltyra lagi karena kesibukan kerja. Dan baru saja kembali mengunjungi Baltyra, ternyata Baltyra sudah berhasil menerbitkan tulisan2 bernas kontributornya. Good job dan semoga berguna bagi Indonesia!!

    Salam,
    Osa KI

  4. Juwii  13 January, 2013 at 04:36

    Excellent!

  5. Chandra Sasadara  10 January, 2013 at 14:25

    Mas Han : maksudku bukan judul buku, tapi judul artikel ini. klo judul buku pasti dipilih yang paling OK

  6. HennieTriana Oberst  10 January, 2013 at 05:36

    Selamat ya, sukses untuk para penulis buku pertama ini, juga untuk para penulis yang lainnya. Ikut bahagia.

  7. Anastasia Yuliantari  9 January, 2013 at 23:16

    Selamat, ya. Ide yg sangat cemerlang. Buku ini akan membantu banyak kalangan yg membutuhkan referensi ttg hal2 yg ada di dalamnya. Secara agak repot juga buka2 macam2 artikel di internet bagi org yg tinggal di daerah sinyal nyala-mati ato pembaca tradisional macam saya yg membaca itu hrs sambil dicoreti tulisannya dan dikasih catatan2. Selamat sekali lagi, semoga sukses.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *