Air Sebagai Sumber Kehidupan

Mastok

 

Air adalah material yang paling berlimpah di bumi ini, menutupi sekitar 71 persen dari muka bumi ini.  Kehidupan hampir seluruhnya air, 50 sampai 97 persen dari seluruh berat tanaman dan hewan hidup dan sekitar 70 persen dari berat tubuh kita. Kita bisa hidup sebulan tanpa makanan, tapi hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa air. Air, seperti halnya energi, adalah hal yang esensial bagi pertanian, industri, dan hampir semua kehidupan.Dengan bertambahnya kebutuhan air untuk kegiatan manusia dan juga peningkatan jumlah penduduk 512.000 orang per hari, kelangkaan air merupakan hal yang ada di hadapan kita.

Jumlah air di permukaan bumi ini secara keseluruhan relatif tetap. Air akan selalu ada karena air bersirkulasi tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir mengikuti siklus hidrologi. Tetapi apakah air akan hadir pada tempat, waktu, dan kualitas yang dibutuhkan?

Siklus Hidrologi: adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, Ada beberapa sumber air minum: air hujan, air sungai, air danau. mata air, air sumur dangkal, dan air sumur dalam. Akan tetapi, sumber-sumber air tersebut kurang memenuhi persyaratan kesehatan, untuk itu perlu pengolahan terlebih dahulu. Adapun pengolahan air minum antara lain sebagai berikut (Sukidjo, 2007: 176-177):

 

water___source_of_life

Pengolahan secara alami

Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan (storage) dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber air. Dalam penyimpanan ini, air dibiarkan beberapa jam di tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat di dalam air, dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang terdapat di dalam air akan ikut mengendap.

 

Pengolahan air dengan menyaring

Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan denga kerikil, ijuk, dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

 

Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia

Zat kimia yang digunakan ada dua jenis: zat kimia untuk mempercepat pengendapan atau koagulasi (misalnya: tawas) dan zat kimia untuk membunuh bibit penyakit pada air (misalnya: chlor).

 

Pengolahan air minum dengan mengalirkan udara

Tujuan utama dari pengaliaran udara adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan, misalnya karbondioksida dan juga menaikan derajar keasaman air.

 

Pengolahan air minum dengan memanaskan sampai mendidih

Tujuannya adalah untuk membunuh kuman-kuman penyakit. Pengolahan semacam ini digunakan dalam pengolahan untuk konsumsi kecil, misalnya konsumsi rumah tangga.

 

 Menjaga kualitas air sumur (sumber air)

Agar air sumur hasil pompa gali tidak tercemar oleh kotoran atau kuman yang ad di sekitarnya, perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, sebagai berikut:

  • Harus ada bibir sumur, agar apabila musim hujan tiba, air tanah dari atas tidak mengotori air sumur.
  • Pada bagian atas, kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah harus dibuatkan tembok, agar air dari atas tidak mengotori sumur.
  • Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan pada air.

 

Persyaratan air bersih secara fisik,kimia,dan mikrobiologi

1.   Syarat fisik, antara lain:

a. Air harus bersih dan tidak keruh

b. Tidak berwarna apapun

c. Tidak berasa apapun

d. Tidak berbau apaun

e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)

f. Tidak meninggalkan endapan

 

2. Syarat kimiawi, antara lain:

a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun

b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan

c. Cukup yodium

d. pH air antara 6,5 – 9,2

 

3. Syarat mikrobiologi, antara lain:

Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga Semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi

Kuantitas dan kualitas, yaitu:

a. Aman dan higienis.

b. Baik dan layak minum.

c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.

d. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat

 

Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan biaya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:

Parameter Air Bersih secara Fisika

1. Kekeruhan

2. Warna

3. Rasa & bau

4. Endapan

5. Temperatur

 

Parameter Air Bersih secara Kimia

  • Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen, dll.
  • Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH, fosfor,belerang, bahan-bahan beracun.
  • Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen.

 

Parameter Air Bersih secara Biologi

  • Bakteri
  • Binatang
  • Tumbuh-tumbuhan
  • Protista
  • Virus

 

Parameter Air Bersih secara Radiologi

1. Konduktivitas atau daya hantar

2. Pesistivitas

3. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik)

 

Air yang akan digunakan untuk kehidupan sehari-hari harus memenuhi syarat, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Secara kualitas, air harus tersedia pada kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Kualitas air dapat ditinjau dari indikator yang dinilai dari segi fisika , kimia dan biologi.

 

Indikator Air Bersih

Persyaratan fisik

a)      jernih atau tidak keruh

b)      tidak berwarna

c)      tidak berbau

d)     tidak mengandung padatan

e)      temperatur normal (29°C)

 

Persyaratan kimia

a)      pH netral (6,8-9,0)

b)      tidak mengandung kimia beracun

c)      tidak mengandung garam atau ion-ion logam berbahaya

d)     kesadahan rendah

e)      tidak mengandung bahan organik

Persyaratan mikrobiologis

f)      Tidak mengandung bakteri pathogen

 

 

Indikator Air Kotor

Ciri Fisik

a)      Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari partikel dan suspensi

b)      Berwarna suram

c)      Sedikit berbau

 

Ciri Kimia

a)     Mengandung campuran zat kimia organik dari penguraian tinja, urin, dan sampah lain dan anorganik yang berasal dari air bersih

b)      Bersifat basa sewaktu masih baru dan lama-kelamaan akan berubah menjadi berbau asam saat mulai membusuk

 

Ciri Bakteriologis

Terdapat mikroorganisme patogen dan mikroorganisme golongan coli

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Air Sebagai Sumber Kehidupan"

  1. Mastok  12 January, 2013 at 07:42

    sadar atau tidak kita selalu disibukkan hal-hal yang ternyata dianggap jauh lebih penting

    Kesadaran memelihara dan merawat serta menjaga masih menjadi barang Mahal… karena memulai dianggap susah atau berat …….. LBD Learning by Doing asalah langkah awal belajar dan melakukan dengan kesungguhan !!!!!

    ada arti supaya bermakna ada makna supaya bernanfaat….. menuju Kampung sejahtera dan mandiri masih menjadi Proses ku Bukan hasih atau target destinasi tetapi bagaimana proses itu sinergi.. seperti Air mengalir….

    http://www.facebook.com/media/set/?set=a.4302937365893.168946.1060473590&type=3

    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3891349716459&set=a.3890427453403.157894.1060473590&type=3&theater

    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3928038433654&set=a.3928014033044.158803.1060473590&type=3&theater

  2. Kornelya  12 January, 2013 at 07:01

    Mastok, terima kasih, artikel yang sangat bernas. Salam dari kampung yg airnya sedang membeku.

  3. juwandi ahmad  11 January, 2013 at 21:20

    Dalam pengamatan saya, kesadaran kebanyakan masyarakat Indonesia tentang air masih rendah. Karena berkelimpahan air kita berpikir bahwa air akan selalu ada, dan adanya air menjadi sesuatu yang lalai untuk dipikirkan, direnungkan. Lebih jauh, kita seringkali egois dengan melihat segala apa yang ada di alam sekedar dari segi kemanfaatannya, tanpa menghargai dengan hikmat keberadaannya. Dan suatu hari sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak menyelenggarakan penanaman pohon. Bertanyalah seorang wartawan kepada salah satu murid TK, tentang mengapa menanam pohon. Dan jawabannya sangat baik, orsinil, cerdas, dan bIjak: MEMBANTU POHON UNTUK TUMBUH. Anak-anak itu memandang pohon sebagai bagian dari keberadaan yang sama dengan dirinya: harus di beri tempat, dihargai, “dimanusiakan.”

    Thank you Mastok, pelajarannya. Hidup Mastok! Hidup Air! Wassalam..!

  4. Dewi Aichi  11 January, 2013 at 15:08

    JC says: “memang hanya Manusia Hutan kayak Mastok yang bisa merangkumnya dengan enak…”

    Hah? Mastok dibilang manusia hutan, Manusia itu sama dengan orang, hutan ya hutan, manusia hutan=orang hutan ck ck ck..

    Bapak…bapakkkkk…..hi hi hi….(terngiang ngiang terus suara nyaring buto junior).

    Betul sekali Mas Tok, dan penjelasan yang lengkap he he..

    Keculi kalau air susu, itu khusus sumber penghidupan Anoew

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 January, 2013 at 14:16

    Saya tidak pernah lupa di pertengahan 1980an, air PAM Kodya Surabaya bisa keluar cacing kecil.

    Saya juga tidak mau meminum langsung air dari ledeng seperti di barat negeri maju. Tetap saja air mentah dan mengandung renik penyakit.

    Tetapi saya berani minum air pancuran di lereng Gunung Slamet yang meluap di pinggir jalan, seperti seekor anjing meminum air dan tidak sakit perut.

    Nah, pertanyaaan sekarang setelah membaca artikel tips ini.. Mengapa orang urban (kota) semua meminum air mineral?

    Saya tetap (bila dirumah) minum air rebusan dari rumah. Lebih enak ternyata..

    Salam Peucang.

  6. Nur Mberok  11 January, 2013 at 11:50

    Ini seperti ringkasan pelajaran anakku. Ciri-ciri air bersih! Vento harus baca ini…
    Hahahaha… Makasih Mastok!

  7. [email protected]  11 January, 2013 at 08:43

    AQUA……

  8. Handoko Widagdo  11 January, 2013 at 06:39

    Di obok-obok airnya di obok-obok; banyak ikannya kecil-kecil pada mabok

  9. J C  11 January, 2013 at 06:33

    “Bapak, bapak, di hutan minumnya bagaimana? Dari mana ambil airnya?” (mewakili anakku nanya ke Mastok)

    “Barang” (yang kelihatan) sepele, bisa dibahas dengan cara begini, memang hanya Manusia Hutan kayak Mastok yang bisa merangkumnya dengan enak…

  10. Dj. 813  11 January, 2013 at 06:20

    Terimakasih mas Tok…
    Bbesok bangun langsung baca.
    Maaf sudah jam 12:20
    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.