Masih Kuingat Dia Bernama Handayani Barangkali

F. Rahardi

 

guy-and-girl-silhouette

I. di bawah lampu-lampu temaram
sebuah pameran lukisan
dia pernah berkata padaku : aduh-aduh
seniman memang gemar menempel-nempelkan
omong-kosong
lalu menguras-nguras kantong – terpaksa
senyumnya tercecer di warung-warung nasi
dan perut kami pun terisi – mengapa
aku balik bertanya
apa sebenarnya yang kau cari-cari di sini
keyakinan-keyakinan konyol atau
omongan-omongan latah
dia marah-marah : maaf-maaf
aku cinta wajahku di atas kanvas
aku ingin gambar-gambar yang waras
kau jangan edan

II. di antara balerina-balerina di sana
telah dipentaskan sebuah kisah tontonlah
cium-ciuman di taman
persetubuhan di atas dipan
lalu apa – aku lupa
dia tersenyum
di bawah lampu-lampu temaram
terbawa musik-musik ringan
ah tidak
aku cinta warna-warnamu
aku tahu masa depanmu yang tak menentu
ambillah
omong kosong penguras kantong
keyakinan-keyakinan konyol itu
dia tersipu : Kau baik sekali Handayani
dia termangu.

4/1-’73

 

3 Comments to "Masih Kuingat Dia Bernama Handayani Barangkali"

  1. Alvina VB  12 January, 2013 at 14:01

    Kl dah keluar puisi macem gini, berarti weekend gitu loh….

  2. Kornelya  12 January, 2013 at 06:45

    pa Rahardi, apakah Handayani dan Seniman sama-sama penguras kantong?. hehehe Selamat berakhir pekan.

  3. Dj. 813  12 January, 2013 at 04:08

    Mas Rahardi…
    Terimakasih,sudah bikin Dj. bengong baca Handayani…
    Salam Sejahtera dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.