Menanti Jawabanmu Mayya

Atra Lophe

 

Tidak ada yang lebih sakit selain menunggu hari ini, mengucapkan satu kalimat

                               Sederhana untukmu. Nyatanya sangat sulit “saya sayang kamu”.

 

Sudah lama saya merasa sulit tidur. Seringkali saya terjaga  di tengah malam. Seringkali juga saya merasa telinga  berdenging. Juga sangat sering  hatiku membeku,sakit, diiringi gelisah dan panik yang akhirnya menakutkan.

Hari ini, saya terbangun lebih awal dari biasanya.  Ah, lebih tepatnya saya belum tertidur. Sebab, beberapa jam yang lalu saya masih bersama  beberapa orang teman dan rekan kerja. Menceritakan beberapa hal  mengenai proyek yang sedang kami tangani.  Setelahnya, saya pulang dalam keadaan cukup letih. Di sini, beberapa menit lalu saya bebaring. Dan menit berikutnya adalah saat ini. saat saya terbangun. Gelisah, panik. Memikirkannya.

Sejujurnya, saya lelah untuk menahan perasaan yang kian mengusik ketenangan. Perasaan  yang membuatku merasa menjadi manusia bodoh, gila dan mungkin lebay. Ini aneh, bukan hanya untuknya, lebih untukku.  Saya menjadi begitu peduli  pada setiap hal kecil tentangnya. Apa pun itu.

Mendadak semuanya menjadi  begitu penting.  Caranya  berbalik ketika saya memanggil dari arah belakang  punggungnya. Tangannya memegang beberapa buku, sedangkan tangannya yang lain mengaduk-aduk isi tas  mencari selembar tisue.

Mendadak semuanya menjadi tidak sederhana.  Ia merespon setiap  ucapan ‘selamat’ untuk setiap hal yang akan ia lakukan. Seingatku, ia selalu begitu. Tidak pernah mengabaikan sms yang kukirim. Juga tidak pernah pula ia lupa  menawarkan senyum saat kepalaku begitu penat berurusan dengan organisasi, dan masalah lainnya.

Semua tentagnya terekam dengan jelas. Setiap kali mengingat , dadaku terasa sesak.  Hatiku sakit. Rindu semakin menggebu. Gelisah memuncak.  Dan jantung berdegup lebih cepat. Seperti sekarang ini.

Dia, namanya Mayya. Wanita berparas cantik.  Rambutnya sebahu dan hidungnya mancung. Matanya memancarkan sinar  dan itu menyejukkan. Paling tidak untukku. Karena itulah aku menyebutnya mata bidadari. Walaupun aku tak tahu, bidadari itu seperti apa. Ah, dimata Mayyaku ada mata bidadari.

Dalam suasana yang kacau, hati yang gelisah, tidak tahu harus berbuat apa, saya berusaha untuk mengenal asal muasal kegelisahanku. Mengapa semua hal tentangnya menjadi penting dan menggelisahkan.  Perlahan saya mengingat dan mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lainnya. Saat ia tertawa dan saya hanya mampu tersenyum.  Saat ia jauh, saya menjadi uring-uringan. Saat ia sakit, saya lebih merasa sakit. Saat ia menangis, saya hanya mampu diam. Padahal antara aku dan dia hanya ada jalinan pertemanan biasa. Ya biasa. Setelah semua kejadian itu dikaitkan, maka timbullah sebuah keberanian untuk menemuimu hari  ini. Harus.

Waiting_by_techoveride

Di depannya hari ini, aku hanya mencoba untuk menjadi diriku apa adanya. Mengatakan ini dengan jujur jauh lebih sulit  dari yang kukira. Dua jam waktu  dibuang percuma untuk basa-basi sembari menyiapkan hati. Setelah senja hampir saja terenggut malam, keberanian itu pun akhirnya datang.

“Mayya, aku sayang kamu.”

“Beneran?” jawabnya dengan raut yang kaget.

“Iya, aku butuh jawabanmu. Apapun jawabanmu, aku sangat menghargai itu”.

“Tidak sekarang ya”, senyumnya merekah melihat kebodohanku.

Lega.

Semua kegelisahan itu lenyap dalam waktu yag begitu singkat. Saya merasa berterbang sangat tinggi dan jauh. Mengepakan sayap dengan bebas.

Bagiku, jawabannya adalah sebuah kepastian. Tetapi  yang paling berharga adalah ketika aku berani untuk mengatakann padanya.

“Mayya, sungguh. Aku sayang  kamu”.

 

Note Redaksi:

Atra Lophe, selamat datang dan selamat bergabung di Baltyra! Make yourself at home dan ditunggu artikel-artikel lainnya ya… Terima kasih kepada Dewi Aichi dan Alfred Tuname yang memperkenalkan Baltyra kepada Atra Lophe…

 

About Atra Lophe

Berasal dari Indonesia Timur dan penulis lepas dengan fokus masalah sosial seputar kehidupan.

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Menanti Jawabanmu Mayya"

  1. atra lophe  17 January, 2013 at 08:56

    @mas iwan: salam barik dari mayya. salam buat anaknya ya mas… hidung pesek bukan masalah kok. yang penting ngga pesek-pesek amat..hahhahaha

    @mas anoew: hahahhaha…. alamatnya ini susah sekali ya mas. ditambah lagi pokoknya, kok maksa gitu ya? heheh
    terimakasih sudah meralat sapaan pakdhe DJ atas kata BUNG. hahahahhahah

  2. anoew  16 January, 2013 at 20:40

    hahaha, warung kopinya ya di simpang lima. pokoknya simpang lima, entah di kota mana pokoknya simpang lima. pokoknya.

    oh ya, FYI untuk ID Probo itu ibu-ibu, profilnya sama persih di pisbuk

    @Pakdhe Dj, penulis artikel ini berjenis kelamin perempuan.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 January, 2013 at 17:18

    Selamat bergabung Atra. Salam untuk Mayya. Anakku agak pesek idungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.