Mimpi dan Irisan Roti

Taufik Daryanto Jokolelono

 

Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan; mereka bergembira dan berduka bersama, mengumpulkan kekuatan dan tenaga bersama.

Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air di kendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan dan meminum bekal tersebut. Karena tidak berhasil mencapai persesuaian pendapat, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga. Namun, tetap saja mereka tidak sepakat.

Malampun turun; salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan.

potonganroti

Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit. “Inilah mimpiku,” kata yang pertama. “Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, ‘Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian.”

“Aneh sekali,” kata musafir kedua. “Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata, ‘Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia.”

Musafir ketiga berkata, “Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam.”

 

8 Comments to "Mimpi dan Irisan Roti"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 January, 2013 at 17:13

    Aku yang jual Fermipan. Tanpa ragi, tak ada roti. Yang ada cireng.

  2. anoew  15 January, 2013 at 12:57

    baca komen nomer 4 aku jadi ingat perjalanan kemarin sewaktu Gus Wan melihat toko roti “VIRGIN BAKERY”. lhaaaaa kok bisa-bisanya dia berasumsi bahwa, virgin bakery itu adalah roti tawar?? ckckckc memang kemampuan imajinasinya melampaui segala akal dan juga, bocor alus dari sananya.

  3. J C  14 January, 2013 at 17:08

    Hahahaha…komentar Gus Wan mantap…

  4. Dewi Aichi  14 January, 2013 at 15:07

    Sepakat dengan Kornelya, artinya juga, hmm…banyak contohlah ..ya ngga?

  5. juwandi ahmad  14 January, 2013 at 14:50

    Musafir ketiga berkata, “Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam.”

    Dan tiga hari kemudian, Musafir pertama kedua, dan ketiga berkumpul. Apa yang mereka bicarakan? Mereka berniat membuat pabrik roti dan air kemasan……

  6. Dj. 813  13 January, 2013 at 21:26

    Mas TDJ….
    Just do it…!!!
    Kebanyakan menghayal ( berpikir ), ketinggalan kereta api…!!!
    Salam,

  7. Kornelya  13 January, 2013 at 21:12

    Artinya yang berilmu tak selalu lebih bijak dan realistis.salam.

  8. James  13 January, 2013 at 11:42

    SATOE, Mimpi Irisan Roti

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.