Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Kabupaten dan Walikota tentang Lingkungan

Mastok

 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

A. TUGAS DAN FUNGSI KEPALA BADAN

Kepala Badan mempunyai tugas membantu Walikota dalam memimpin, mengendalikan dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah lingkup Pengelolaan Lingkungan Hidup yang melingkupi bidang bidang analisis mengenai dampak lingkungan, bina sadar lingkungan, pengelolaan dan konservasi sumber daya alam dan energi serta pengendalian dampak lingkungan.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Kepala Badan mempunyai fungsi :

  1. Perumusan dan penetapan rencana strategis dan rencana kerja badan sesuai dengan visi dan misi Daerah;
  2. Penetapan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan urusan lingkup bidang lingkungan hidup;
  3. Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas sekretariat, bidang-bidang, UPTB dan kelompok jabatan fungsional;
  4. Pembinaan administrasi perkantoran;
  5. Pemberian pelayanan dan pembinaan kepada unsur terkait dibidang lingkungan hidup serta pelaksanaan hubungan kerja sama dengan SKPD, lembaga/ instansi terkait dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Badan;
  6. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai Badan;
  7. Pelaksanaan tugas selaku pengguna anggaran / pengguna barang;
  8. Penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Badan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  9. Pemberian laporan pertanggungjawaban tugas Badan kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan laporan kinerja Badan sesuai ketentuan yang berlaku;
  10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh Walikota.

 

B. TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT

Sekretariat mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam memimpin dan mengkoordinasikan penyelenggaraan pelayanan teknis administratif kegiatan dan ketatausahaan yang meliputi urusan Perencanaan, Umum dan Kepegawaian Serta Keuangan.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Sekretariat mempunyai fungsi :

  1. Pengkoordinasian penyusunan dan perumusan bersama kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis badan;
  2. Penyusunan bersama program kerja dan rencana kegiatan Badan berdasarkan pada visi dan misi Badan;
  3. Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Sekretariat;
  4. Pengelolaan ketatausahaan perkantoran serta penelaahan dan pengkajian konsep naskah dinas dan produk hukum lingkup Badan;
  5. Pembinaan pengendalian administrasi keuangan dan kepegawaian badan;
  6. Perumusan bahan rencana kebutuhan belanja langsung dan belanja tidak langsung serta bahan rencana kebutuhan, pemanfaatan dan pemeliharaan barang inventaris Badan;
  7. Penyelenggaraan pelayanan kehumasan;
  8. Pengkoordinasian, pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas bawahan;
  9. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan;
  10. penyusunan bahan laporan pelaksanaan kegiatan sekretariat dan kegiatan Badan secara berkala.

 

awareness-for-environment-protection

C. TUGAS DAN FUNGSI BIDANG-BIDANG

Bidang – bidang mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan melaksanakan fungsi dan  tugas sebagai berikut :

 

I. BIDANG ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN / AMDAL

  1. Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang;
  2. perumusan kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya;
  3. pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
  4. perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi penilaian analisa dampak lingkungan dan pemantauan analisa dampak lingkungan;a. fasilitasi pelaksanaann penilaian dokumen lingkungan, penilaian lapangan dan penyiapan bahan pemberian rekomendasi;b. fasilitasi pelaksanaan pemantauan penerapan dokumen lingkungan dan pemantauan lingkungan hidup bagi seluruh jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib menyusun dokumen lingkungan;
  5. pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait;
  6. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam tugas lingkupnya;
  7. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan;
  8. penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

 

II. BIDANG BINA SADAR LINGKUNGAN / BSL

  1. Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang;
  2. perumusan kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya;
  3. pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
  4. perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi pengendalian pencemaran air dan udara serta pengendalian pencemaran limbah padat dan bahan berbahaya beracun;a. fasilitasi akses layanan informasi, penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan yang berwawasan lingkungan;b. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pemberdayaan lingkungan;
  5. pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait;
  6. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam tugas lingkupnya;
  7. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan;
  8. penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

 

III. BIDANG PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN / PDL

  1. Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang;
  2. perumusan kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya;
  3. pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
  4. Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi pengendalian pencemaran air dan udara serta pengendalian pencemaran limbah padat dan bahan berbahaya beracun;a. fasilitasi pelaksanaan penanggulangan dan pemulihan dampak pencemaran air dan udara;b. fasilitasi pelaksanaan penanggulangan dan pemulihan lingkungan akibat pencemaran limbah padat domestik dan limbah B3;
  5. pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait;
  6. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam tugas lingkupnya;
  7. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan;
  8. penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

 

IV. BIDANG PENGENDALIAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM / PKSDA

  1. Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang;
  2. perumusan kebijakan, petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya;
  3. pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
  4. perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi pengendalian pencemaran air dan udara serta pengendalian pencemaran limbah padat dan bahan berbahaya beracun;a. fasilitasi pelaksanaan pengendalian aktivitas dan pemanfaatan sumber daya alam;b. fasilitasi pengembangan, pemantauan dan pengawasan konservasi sumber daya alam;
  5. pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait;
  6. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam tugas lingkupnya;
  7. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan;
  8. penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

 

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Manusia mencari makan dan minum serta memenuhi kebutuhan lainnya dan ketersediaan atau sumber-sumber yang diberikan oleh lingkungan hidup dan kekayaan alam sebagai sumber pertama dan terpenting bagi pemenuhan berbagai kebutuhannya.

Untuk menghindari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh exploitasi sumberdaya pada proses pembangunan berkelanjutan, maka pembangunan dilaksanakan berdasarkan pada sistem analisis mengenai dampak lingkungan yang disingkat AMDAL.

Berikut ini 4 hal yang tercakup dalam studi AMDAL.

1. Penyajian informasi lingkungan (PIL) dan analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk studi bagi kegiatan yang direncanakan

2. Penyajian evaluasi lingkungan (PEL) dan studi evaluasi lingkungan (SEL) bagi studi untuk kegiatan yang telah berjalan

3. Rencana kelola lingkungan (RKL), studi yang merencanakan pengelolaan dampak kegiatan kepada lingkungannya.

4. Rencana pemantauan lingkungan (RPL), studi pemantauan pengelolaan lingkungan.

5. Kerangka Acuan (KA), kerangka acuan yang memberikan dasar arahan pelaksanaan SEL atau AMDAL dengan merinci hal-hal yang perlu dilaksanakan dan bersifat khusus untuk kegiatan yang telah berjalan atau sedang direncanakan.

 

Berdasarkan pasal 16 Undang-undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup yang meneybutkan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan atau disingkat AMDAL yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah. Yang dimaksud dampak penting adalah perubahan yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh adanya suatu kegiatan.

Kegiatan apa saja yang perlu dilengkapi dengan AMDAL, tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 29 tahun 1986 yaitu setiap rencana berupa:

  • Perubahan bentuk lahan dan bentuk alam, seperti: pembuatan jalan, bendungan, jalan kereta api dan pembuakaan hutan;
  • Eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui, seperti; pertambangan dan eksploitasi hutan;
  • Proses dan kegiatan lain yang secara potential dapat menimbulkan pemborosan, perusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam dan energi, seperti, pemanfaatan tanah yang tidak diikuti dnegna konservasi dan penggunaan energi yang tidak diikuti dengan teknologi yang dapat mengefisienkan pemakainya.
  • Proses dan hasilnya yang mengancam kesejahteraan penduduk, pelestarian kawasan konservasi alam dan cagar budaya, seperti kegiatan yang proses dan hasilnya menimbulkan pencemaran, penggunaan energi nuklir dan sebagainya;
  • Introduksi jenis tumbuhan dan jenis hewan, seperti introduksi jenis tumbuhan dan jenis hewan, seperti; introduksi suatu jenis tumbuhan baru yang dapat menimbulkan jenis penyakit baru pada tanaman; introduksi suatu jenis hewan baru yang dapat mempengaruhi kehidupan hewan yang telah ada;
  • Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati;
  • Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar mempengaruhi lingkungan

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Kabupaten dan Walikota tentang Lingkungan"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 January, 2013 at 17:07

    Mastok, masalahnya bila sering terjadi bencana lingkungan hidup terhadap sebuah proyek pemerintah untuk masyarakat, siapa yang akan disalahkan?

  2. J C  14 January, 2013 at 17:10

    Mastok, sampeyan jadi Menteri Lingkungan Hidup saja, dijamin dalam 2x masa jabatan Indonesia akan jadi ijo royo-royo terhutankan semua.

  3. juwandi ahmad  14 January, 2013 at 14:44

    Hidup Mastok….! Hidup manusia ayam…..yang manusiwi….!

  4. Kornelya  14 January, 2013 at 07:53

    Mastok, terima kasih telah membagi ilmu pengetahuan ttg lingkungan hidup dgn gratis. Boleh aku share di wall FBku?. Salam.

  5. James  13 January, 2013 at 11:43

    SATOE, TuPokSi

  6. James  13 January, 2013 at 11:43

    SATOE, TuPokSi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *