Heisse Maronen

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BUDIMAN . . .

Ini hari Selasa… Dj. mau cerita apa lagi…. ??? Saat berbalasan tulis komentar dengan ibu Matahari, maka ibu Matahari bercerita, kalau ke Pasar Natal di Jerman, sering beli Maronen. Dan pertanyaan ibu Matahari, apakah Maronen ini hanya ada di saat menjelang Natal dan di pasar Natal saja..???

Dj. ingin sedikit berbagi cerita tentang makanan ini yang mana “mungkin” di Indonesia tidak ada, tapi mungkin juga ada. Tapi di Eropa banyak dijumpai, namanya Maronen, orang Jerman juga menyebutnya Esskastanie. Yang artinya, Kastanie yang bisa dimakan. Lho memang ada yang tidak bisa dimakan…??? Benar sekali, ada Kastanien, yang bisa dimakan dan ada yang tidak bisa dimakan.

Jujur saja, Dj. tidak akan cerita dari mana ini kastanie (Catanea Savita) asalnya dan juga tidak akan mengajari anda tentang biology… Soal tanaman, mungkin mas Handoko lebih tau dari pada Dj. Dj. hanya ingin ceritakan, bahwa Esskastanie ini sangat enak untuk dimakan. Rasanya sangat gurih. Saat dibakar (digongso) atau bisa juga direbus, rasanya sangat enak dan mendekati biji nangka yang direbus.

Memang saat menjelang Natal, selalu ada dijual di Pasar Natal, bahkan ada 3-5 kedai yang menjualnya di pasar Natal di Mainz.

Tapi di Super Marketpun, pernah Dj. lihat juga yang mentahnya.

maronen01

maronen02

Yang sudah direbus biasanya sudah dibungkus plastik, jadi tinggal dipanaskan (dikukus) lagi di rumah dan bisa langsung dimakan. Ada juga yang memakai Esskatanie ini untuk masak, juga sangat enak. Bikin Cap Chay dibubuhi Esskatanie, rasanya jauh lebih enak….

maronen03

Kalau sedang musim dingin, memang Esskatanie, ada dijual di luar, tapi di musim panas, Dj. tidak pernah melihat penjual esskatanien di dalam kota. Di Mainz, kalau sedang musim dingin seperti saat ini, maka kami suka makan Esskastanie. Selain enak dimakan saat panas, juga corongnya, membantu tangan kita menjadi hangat, karena Esskastanien yang masih panas ada di corong kertas. (Heiße Maronen = Maronen yang masih panas).

maronen04

Esskastanie ini, sebelum dimakan, harus digongso atau dibakar, agar benar-benar mateng dan baunya juga sangat harum. Dari kejauhan, kadang kami sudah bisa mencium harum bakaran Esskkastanien ini, sehingga mengundang selera untuk membeli dan makan. Masa iya tega, setelah beli lalu dibuang, ya tidak lah…. hahahaha…!!!

Di bawah ini, saat Dj. beli di pasar Natal 2012 lalu, saat tempatnya dibuka, kelihatan masih kemebul asapnya.

maronen05

maronen06

maronen07

maronen08

Sampai rumahpun, masih hangat dan inilah biji dalamnya, kalau sudah dikupas kulitnya.

maronen09

Jika daging di dalamnya sedikit terbakar, maka rasanyapun semakin enak…

maronen10

Nah itu tadi tentang Maronen (Eeskastanien), satu corong dengan harga € 3,- berisi 15 biji. Jelas untuk anda yang tinggal di Eropa, pasti pernah makan Maronen dan Dj. yakin pasti menyukainya. Ibu Matahari sudah cerita, kalau ke Jerman, saat kunjungi Pasar Natal, selain minum glühwein, juga beli Esskastanien.

Maronen bila direbus, rasanya mirip dengan BETON (biji nangka) yang direbus, mempur. Mengapa Dj. tulis kata “BETON” dengan huruf besar…??? Maaf, karena ini ada cerita kecil yang cukup lucu…

Saat ada teman Capt. Pilot main ke Mainz, dia membawa oleh-oleh buah nangka dan dia cerita, bijinya jangan dibuang. Bisa direbus, bahkan enak rasanya, namanya beton, dalam bahasa Jawa. Dj. jawab, jelas tau, karena saat kecil suka dan sering makan beton (biji nangka rebus). Susi dengar percakapan kami dan ikutan nimbrung…

Pantas kamu kuat, karena sering makan beton…. (secara guyonan, karena yang dia/ Susi maksud, beton bangunan)

Teman Dj. langsung jawab… Dj. kuat ya Sus….??? Dari dapur, Susi angkat dua jempol..!!!

Tuh…. senengnya, kalau istri bilang, kamu kuat… hahahahahahaha….!!!

Benar mas Anoew…??? Paling senang kalau istri bilang… G O O D  J O B  B U D D Y . . . ! ! !

Mas Anoew juga tau dan senang kalau istri bilang demikian kan…???

Siapa tau, makan Maronen, juga bisa bikin kuat. Entah suami ibu Matahari, apa doyang beton….??? Terimakasih Baltyra, sudah menayangkan dan anda semua yang sudah membaca oret-oretan Dj.

Mohon maaf bila banyak kata-kta yang tidak berkenan, jangan diambil dalam hati. Semoga TUHAN selalu memberkati dan menaungi kita dengan KasihNya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

maronen11

Secangkir susu coklat panas, dibubuhi Baileys, hhhhmmmm…!!!

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

85 Comments to "Heisse Maronen"

  1. Dj. 813  5 February, 2013 at 00:24

    Waaaaaw….
    Ibu Matahari mencungul juga….!!!
    Terimakasih….!!!
    Dj. kira sedang liburan ke Kona…
    Hahahahahahaha….!!!

    Benar, ini kan Dj. tulis oret-oretan, karena ibu Matahari…
    Hahahahahahaha…. ( gombal )

    Salam manis dari Mainz.

  2. matahari  5 February, 2013 at 00:08

    Akhirnya cerita tentang ini muncul juga…Danke

  3. Lani  22 January, 2013 at 04:49

    MAS DJ : japri sdh aku baca………bener sing kuwi mas, untung akhirnya le ngubeg2 ketemu……….
    jiaaaaan klu makan ketemu sing enak njur ora kelingan stop njur kemlakaren……….mana enak buat tidur klu perut mbedudug??????? aku masak lodeh sayuran campur udang……….dimakan sm krupuk gendar amyuuuuuuuun enak banget……..tp ora ngiwuuuuuut

  4. Dj. 813  22 January, 2013 at 02:56

    Hahahahahaha….!!!
    Ya syukur kalau benar…

    Barusan makan malam dengan sambal goreng udang dan tempe kripik.
    sampai kebanyakan makannya… hahahahaha….!!!

  5. Lani  22 January, 2013 at 02:47

    80 MAS DJ : kemungkinan yg ini benar………..coba dibaca dl……….pasti berbeda krn aku sdh balas email mas plg akhir………..klu yg 79 itu mah forward foto2 mas

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *