Negeri Pala

Handoko Widagdo – Solo

 

negeripala

Judul: Negeri Pala

Penulis: Ary Amhir

Tahun Terbit: 2012

Penerbit: Through The Glass Art Foundation

Tebal: viii + 196

Seperti biasanya Ary Hana bercerita tentang hal yang remeh-temeh. Tentang Banda, tak diceritakannya sejarah besar tentang perebutan kepulauan penghasil pala dengan segala kisah kepahlawanannya. Dia malah asyik bercerita tentang orang-orang yang ramah yang menyapanya dan tentang buah kenari. Tak ada cerita tentang Jenderal Speilman atau Des Alwi. Yang ada adalah cerita tentang Mama Jawa, Guru Ali, dan Pongki. Tak ada pula cerita tentang Hatta dan Sjahrir atau Dr Tjipto Mangoenkoesoemo para buangan politik jaman Belanda. Ary Hana malah asyik menceritakan tentang seorang tukang roti bermarga Lim yang menjadi cikal bakal orang China di Banda.

Namun – seperti biasanya, cerita yang remeh-temeh itu dirangkai sedemikian rupa menjadi cerita tentang kehidupan. Sebuah cerita yang memberi warna beda terhadap pulau penghasil pala ini. Cerita-cerita rakyat jelata dengan segala permasalahannya memenuhi buku ini. Kisah tentang sulitnya menjadi petani penggarap kebun pala, kisah tentang susahnya air, luka akibat pertikaian agama dan keramah-tamahan masyarakat Banda. Ary Hana juga memuat cerita-cerita tentang mitos yang masih dipegang oleh masyarakat Banda.

Berbeda dengan buku-buku Ary Hana sebelumnya yang tidak peduli pada kuliner, dalam buku ini Ary bercerita tentang makanan yang tersaji di pulau-pulau tersebut. Mungkin kesehatan Ary sedang baik, sehingga dia bisa menikmati kuliner Banda (biasanya hanya air putih dan supermi yang dia nikmati).

Jika ada hal yang mengganjal dari buku ini adalah huruf yang terlalu kecil, khususnya untuk judul-judul artikel. Dalam teks, sering ditemui catatan koreksi yang masih ada. Entah karena terburu-buru dalam mencetak, atau memang disengaja oleh penulisnya. Catatan-catatan koreksi ini cukup mengganggu dalam membaca. Tidak ditampilkannya foto-foto tidak terlalu bermasalah, sebab Ary Hana membuat penggambaran yang sangat detail terhadap obyek atau peristiwa yang diceritakannya. Inilah keistimewaan Ary Hana dalam bertutur.

Jika Anda ingin tahu banyak tentang Banda, buku ini adalah salah satu sumur yang tak kering di musim kemarau.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

17 Comments to "Negeri Pala"

  1. AH  18 January, 2013 at 10:10

    kalo di sulawesi, khususnya buton ada yang namanya pa-lapa-lapa, dan parendre

  2. Handoko Widagdo  18 January, 2013 at 10:08

    Sebenarnya palawija itu adalah hasil tanaman yang ditanam di sawah setelah tanam padi, seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang merah. Ada juga palakependhem jenis-jenis hasil pertanian yang kependhem (terpendam), seperti ubi, garut dan mayat. Ada palagumantung, atau hasil pertanian yang menggantung, seperti pepaya, mangga dan jemuran.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 January, 2013 at 09:47

    Pala itu bila dicampur dengan tanaman Wija, malah enak koq … Org Jawa suka menanamnya.

  4. Handoko Widagdo  18 January, 2013 at 09:36

    Karena belum pernah bertemu, makanya belum dapat sabun muka.

  5. AH  18 January, 2013 at 09:34

    Dewi : nah itu.. aku belum pernah ketemu Pak Han atau berbicara langsung dengan beliau. Hubungan paling dengan SMS, yang dijawab 1-2 kata. mahal!

  6. Dewi Aichi  18 January, 2013 at 09:10

    Lani…wah kok lemari bukunya ngga dibuka, baru saja tayang di baltyra….Indonesia Amnesia…ayo Lani…silahkan pesan.

    Ary…aku sih udah pegang pegang bukumu ketika di rumah pak Han…dan membuka isinya, tapi belum sempat membaca. Hanya pemberian sabun mukamu sudah aku pakai setiap hari…

  7. Dewi Aichi  18 January, 2013 at 09:07

    Wah..kayaknya si penulis buku sedang dekat-dekat dengan pak Handoko nih he he…..ingat tanggal 18 Januari. helo Ary….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.