Bercintalah Denganku (3)

Anoew

 

Artikel sebelumnya:

Bercintalah Denganku (1)

Bercintalah Denganku (2)

 

 

Laki-laki itu mengedarkan pandangan ke sekelilingnya sesaat setelah mereka sampai di tepi hutan di mana batas kendaraan bisa masuk, depan pondok tempat crew drilling bermalam.

1

Dan sambil menunggu Windy selesai memarkir mobilnya ia berpikir bagaimana bisa gadis seperti itu punya keberanian menemaninya ke sini, padahal yang ia tahu selama ini gadis itu sungguh penakut. Entahlah, apakah gadis itu benar-benar takut tapi sok berani atau apa, tak hendak ia berpikir panjang karena toh faktanya gadis itulah yang dirasanya bisa membantu.

Yuk, Pak… kita ke dalam!” Windy berseru sambil melambaikan tangannya lantas berjalan mendahului masuk ke hutan.

Si lelaki mengangguk lantas menyusul di belakang Windy, memasuki lebatnya hutan yang lalu disambut dengan lengkingan monyet bersahut-sahutan di kejauhan sana. Dia merinding, tapi diabaikannya rasa itu dengan menatap sosok si Windy dan menikmati gerakan pinggul gadis itu. Pinggang ramping meliuk indah di kedua sisinya dan ditopang kedua batang paha yang padat berisi itu sungguh pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Sepintas hal itu membuatnya  teringat akan belalang, hewan kecil yang berkaki panjang. Ramping namun kuat, kecil tapi padat.

Masih jauh?” Windy bertanya sambil menoleh ke arahnya, lantas tertawa begitu ia memergoki laki-laki itu tengah memperhatikannya.

“… eeee dikit lagi.” Laki-laki itu tergagap, lalu bergegas mempercepat langkahnya hingga mereka kini berjalan bersisian.

Ngomong-omong, sejak kapan Bapak diganggu hantu itu?” Masih menahan senyum gadis itu bertanya dengan mengerlingkan matanya.

Entahlah, Wind.. Yang jelas sejak aku memutuskan untuk masuk ke sini.”  Jawab si lelaki sambil menyulut rokoknya.

Sebelumnya?

Hantu itu selalu menampakkan diri di depan ruang makan saat makan malam, si samping pohon pepaya. Sudah tiga hari berturut-turut juga datang ke mimpi-mimpiku.”

Hmmm..,” gumam Windy sambil mengangguk-angguk.

2

 

Keduanya terus berjalan dengan pikiran masing-masing sambil sesekali tangan lelaki itu memegangi lengan si gadis supaya tidak tergelincir saat melintasi sebuah titian bambu, hingga akhirnya sampailah mereka di tepi lubang kemarin tempat laki-laki itu terperosok. Keduanya berhenti, mengamati. Si gadis berdiri tak jauh darinya dengan sikap diam dengan berdiri tegak dan mata menyorot tajam ke arah lubang seolah hendak menembus permukaannya, sedangkan si lelaki tenggelam dalam pikirannya sendiri tentang bagaimana ia bisa tersangkut kejadian ini yang membuatnya kembali ke sini. Dan hal itu mengingatkannya akan keledai, hewan yang selalu jatuh kedua kalinya di lubang yang sama..

Sial..! Akan kubunuh hantu gadis itu..! Pikir laki-laki itu geram sambil berjalan mengitari sekeliling lubang. Sungguh gemas rasanya bila mengingat kejadian itu, di mana ia selalu tak bisa tidur dengan tenang setiap malamnya. Tapi sebentar kemudian ia menyadari, dengan apa atau bagaimana caranya membunuh hantu? Laki-laki itu menggaruk kepalanya.

Berhentilah, Paaak…” keluh gadis itu karena si lelaki terus mondar-mandir sambil menghembus-hembuskan asap rokoknya.

Laki-laki itu terdiam, menatap Windy.

Berhentilah, kalian sangat mengganggu konsentrasiku.” Sekali lagi gadis itu berkata.

Lelaki itu tertegun dengan kata-kata yang dari kemarin selalu membuatnya penasaran, yaitu ‘kalian’. Sejenak ia membuka mulut hendak bertanya tapi urung begitu dilihatnya Windy berkata demikian sambil memejamkan mata dan tangannya bersidekap. Di matanya kini, gadis itu jadi semakin misterius sekaligus membuatnya terpesona dengan bakat dan sosoknya yang menarik. Apalagi ditambah dengan tarikan nafasnya yang teratur itu membuat dadanya membusung bergerak-gerak menawan, mengingatkannya akan kue bolu.

Ia menelan ludah, lantas mengalihkan pandangannya kembali ke lubang di depannya.

3

Lubang yang aneh, pikirnya. Lubang seukuran manusia yang sekelilingnya dipenuhi dedaunan lebat dan patahan ranting itu tertutup air di atasnya. Padahal jika diperhatikan, ternyata air itu hanya terdapat di pinggir lubang dan sedikit di tengahnya yang seolah menutupi seluruh permukaan lubang tersebut.

Pak?

Laki-laki itu menoleh dan mendapati Windy telah membuka matanya, kali ini menatapnya tajam.

Di bawah sana kulihat empat eeeh…,” Windy menggelengkan kepala sambil membasahi bibirnya. “Bukan empat tapi lima tubuh perempuan yang berserakkan, tak utuh lagi. Itukah yang mengganggu Bapak?”

Laki-laki itu menghisap rokoknya dalam-dalam, lantas mengangguk mengiyakan.

Kau diamlah!” Tiba-tiba Windy membentak dengan mata melotot ke arahnya.

Laki-laki itu terkejut. “Kenapa? Aku kan memang diam dari tadi?!” Sahutnya, juga dengan melotot.

Bukan Bapak…” jawab gadis itu, kali ini suaranya melembut.Tapi gadis yang di sebelah Bapak.” Sambungnya yang membuat laki-laki itu segera menoleh ke samping, tapi tak terlihat siapa pun olehnya.

Dia…, si hantu gadis itu, ada di sampingku sekarang?”

Windy mengangguk lalu bertanya, “Bapak nggak bisa melihatnya?

Si lelaki menggeleng.

“Mulai dari base camp, trus di jalan dan sampai sekarang ini dia selalu ada dan mengganggu.  Keluh Windy sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Sungguh menyebalkan!

Kamu bisa mendengar hantu itu bicara, Wind?”

Gadis itu mengangguk.

Dia bisa mendengarmu juga?” Laki-laki itu mendesak sambil mendekatkan mukanya ke Windy.

Sekali lagi gadis itu mengangguk.

Coba tanya, apa yang ia inginkan dariku. Lalu mengapa di bawah sana” si lelaki mengarahkan telunjuknya ke arah lubang di depan mereka, “hantu-hantu yang lain itu juga menginginkanku?”

Windy menghela nafas lantas menjawab, “akan lebih baik lagi kalau kita berdua turun ke sana, Pak.”

“Kamu serius?” Meskipun tak heran lagi akan si Windy, tak urung itu membuatnya bertanya.

“Iya.”

“Ciyus? Miapa?” Menahan senyum laki-laki itu menegaskan pertanyaannya lagi.

“Miayam!” Sahut Windy sambil mengangkat tangannya dengan kedua jari membentuk huruf V, juga dengan menahan senyum.

“Baiklah. Aku akan turun duluan lalu sesampai di bawah, tunggu aba-abaku baru kamu turun.”

Lalu laki-laki itu mengeluarkan tali tambang dari dalam ranselnya dan mengikatkan ujungnya ke salah satu batang pohon dekat lubang itu. Lantas setelah menoleh sekilas ke arah Windy, perlahan ia turun dengan tali yang telah ia julurkan ke bawah, menghilang ke dalam lubang seukuran manusia itu.

Tanpa sepengetahuannya ada sesosok gadis mengikutinya ke bawah. Dengan melayang.

***

Sesampai di goa bawah tanah kalimat erotis yang telah dikenalnya itu kembali terdengar, sayup-sayup dari arah belakang. Tapi anehnya suara itu seperti keluar dari bibir si Windy.

Jangan tinggalkan aku…

Si lelaki menoleh ke arah gadis yang bergerak di belakangnya itu, hendak bertanya tapi urung ketika disadarinya bahwa itu bukanlah suara si Windy yang ternyata juga sedang menatapnya.

“…bercintalah denganku.” Kali ini dari depan, suara itu kembali terdengar.

Laki-laki itu kembali menoleh ke depan, tapi tak dilihatnya siapa pun.

Lalu terdengar suara mengikik dari sisi kanan, disambung lagi dengan suara yang sama dari sebelah kirinya. Menggema ke seluruh goa, seolah mengepungnya.

Hentikan! Hentikan! Mengapa kau terus mengangguku?!” Seru laki-laki itu sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling goa.

Tapi suara itu terus menggema.

Jangan tinggalkan aku.. bercintalah denganku..

Awalnya satu, lalu dua, terus tiga, dan kemudian empat. Suara itu bersahut-sahutan, riuh di sekeliling goa dan terakhir, ditingkahi suara tawa mengikik yang menyakitkan telinga.

Hiiii hihihi… Hiiiii hihihi… Hiiiii hihihi…Hiiii..

Ia merasakan hawa dingin menyebar menyelimuti seisi goa. Dingin menusuk kulit.

Wind, bantu aku..” laki-laki itu mengerang lalu menoleh ke gadis di belakangnya yang ketika dilihatnya, sedang menutup matanya dengan kedua tangan bersidekap di dada.

Lantas laki-laki itu sekarang melihat.., melihat dengan jelas kelima sosok hantu itu di depannya yang begitu kompak membuka mulutnya. Tapi saat diperhatikan, sepertinya hantu-hantu itu hendak saling mengatakan sesuatu namun justru suara tawa itu yang terdengar dari mulut mereka. Hanya dua dari mereka yang bisa berbicara dengan jelas, yaitu sosok yang sepertinya jadi pemimpin mereka dan sosok kelima, yang berupa perempuan setengah baya itu.

Apa maumu?” Tanya laki-laki itu ke sosok hantu gadis yang berdiri paling depan, yang dikenalinya sebagai sosok gadis yang menuntunnya ke sini dan sepertinya, terganas dalam bercinta. Brutal.

Hening, tidak terdengar sahutan sama sekali. Hantu gadis di depannya itu sekarang malah menutup mulutnya, begitu juga keempat hantu yang lain. Tapi salah satu dari mereka menatap tajam dengan satu-satunya mata yang tersisa ke arah Windy yang masih terus bersidekap sambil memejamkan mata, sedangkan sosok yang lain menatap si lelaki. Mereka seperti mengawasi.

Bantu aku, Wind...” Bisik laki-laki itu tanpa menoleh ke gadis di sebelahnya yang lantas disambut dengan gengaman tangan lembutnya, seolah mengalirkan energi hangat. Kini laki-laki itu merasa bisa berkomunikasi dengan si hantu, dengan cara batin.

Dari hasil percakapan itu, si lelaki menyimpulkan bahwa hantu gadis itu meminta pertolongan agar menemukan tubuh kasarnya untuk kemudian dikuburkan secara layak. Ia bersama teman-temannya. Menurut hantu itu, ia dibunuh secara keji oleh si pemerkosa setelah aksi permerkosaan massal yang dilakukan sekelompok orang lantas mayatnya dilemparkan begitu saja ke sebuah lubang.

          Apa yang bisa kubantu?

          Keluarkan aku dari sini dan kau akan bebas, aku tak akan mengganggumu lagi.

          Termasuk ajakan bercinta?

          Jika kau menginginkanku…

          Terima kasih banyak. Aku masih berselera dengan manusia.

          Terserah. kalau kau tak mau bantu aku akan terus mengajakmu bercinta. Suka tidaksuka, aku akan mengajak teman-temanku itu. 

Beberapa kali laki-laki itu terlihat menggaruk kepalanya, sesekali mengangguk, mendesah dan kadang-kadang menengadah ke atas sambil menarik nafasnya dengan gundah. Bercinta dengan hantu, apa enaknya? Tapi tunggu dulu, mungkin itu bisa jadi pengalaman mengasyikan, pikirnya geli. Meskipun di awal percintaan kemarin itu ia seperti diperkosa, laki-laki itu merasakan kenikmatan aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dasyat.

Paaak…,” desah lembut dan remasan tangan hangat Windy menyadarkan si lelaki dari fantasi liarnya.

Aku bingung, Wind..” keluh laki-laki itu sambil menoleh. “Ternyata mereka menginginkanku untuk menguburkan mayatnya secara layak.

Lakukanlah kalau begitu, Pak.” Windy menjawab pelan.

Apakah aku harus menguburkan mereka di sini??” Laki-laki itu mengangkat alisnya.

Tak perlu seperti itu tapi, kita bisa saja memberi tahu pihak HSE agar mengurus semuanya.”

Menurutmu begitu?

Si gadis mengangguk.

Desiran angin dingin tiba-tiba menerpa wajah laki-laki itu seolah menegur, agar ia kembali memperhatikan hantu gadis di depannya. Dan saat ia menoleh, didapatinya sosok itu makin mendekatinya, dengan melayang.

Bisa menunggu, paling tidak sampai besok?

Jangan lama-lama. Jika tidak, aku akan selalu mengajakmu bercinta.  

Laki-laki itu melotot gemas, sepertinya ia jengkel dengan hantu gadis yang egois itu. Dalam penglihatannya dan juga penglihatan Windy yang selalu menggengam tangannya, hantu itu terbilang jahil kalau tidak bisa dibilang iseng. Dan itu membuat keduanya gemas. Si lelaki gemas karena merasa dipermainkan, sedang si Windy gemas dengan kecentilan si hantu. Dasar bandit asmara! Gerutunya dalam hati.

Yuk Pak, kita keluar saja dari sini,” tiba-tiba Windy berujar sambil mengusap-usap bahu laki-laki itu.

Si lelaki mengangguk tanpa menoleh, tatapan matanya masih tertuju ke hantu gadis di depannya.

Tunggu di sini, kamu dan teman-temanmu itu. Aku akan cari bantuan.

Aku menunggu sampai besok   

Baik.

Jika tidak aku akan...

Pak!

Laki-laki itu terkejut ketika Windy menepuk pundaknya memutus ucapan hantu gadis itu, yang sepertinya juga terkejut.

Ya?

Gadis itu mendekatkan bibirnya ke kuping si lelaki lantas berbisik, “aku pengen pipis…

Sana ke pojok goa.

“Iiiiiiih… memangnya Bapak?!”  Rengut Windy sambil mencubit perutnya.

Laki-laki itu menggaruk kepalanya lalu menoleh bergantian ke arah Windy dan barisan hantu gadis di depannya.

Ayolah kalau begitu” sahut laki-laki itu kemudian, kita pergi dari sini sekarang dan jangan perdulikan mereka.” Sambungnya lantas menarik tangan gadis itu ke tali yang terjulur tak jauh dari tempat mereka tadi turun, meninggalkan si hantu gadis yang belum sempat menyelesaikan ucapannya tadi.

Dan sosok-sosok hantu itu, menatap kepergian mereka dengan pandangan yang susah dimengerti.

 

*)Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
   Sendiri memikirkan kamu
   Kaugenggam hatiku
   Dan kau tuliskan namamu
  Tubuhku ada di sini

*) Kosong – Dewa – 19

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

20 Comments to "Bercintalah Denganku (3)"

  1. anoew  22 January, 2013 at 00:59

    Iya Hen, hantu juga ada yang genit. Mendingan sih daripada serem. Nanti di keempat dia insyaf kok.

    Hennie, dua kata itu adalah bahasa gaul yang belakangan populer di soni dan, salah satu kekayaan bahasa Indonesia yang ditumbuhkembangkan oleh ABG di sini dan entah kenapa jadi populer. Bahkan Joko Widodo Gubernur DKI pas meninjau banjir pun terlontar kata itu saat ngobrol sama wartawan.

    Ciyus = Serius
    Miapa = Demi apa
    SonnyKepple = partner bisnisnya Kang Josh

  2. Hennie Triana Oberst  21 January, 2013 at 23:48

    Anoew, hantu ternyata nakal dan genit juga ya

    Aku bingung nih dengan istilah ““Ciyus? Miapa?” juga “SonnyKepple”. Apa artinya ya?

  3. anoew  18 January, 2013 at 19:02

    Aku nopolopolo

  4. J C  18 January, 2013 at 18:54

    Voting atau polling bahwa tokoh dalam cerita ini akhirnya bercinta dengan Sang Pawang Hantu…

  5. anoew  18 January, 2013 at 18:49

    Voting SonnyKepple-JC, Ltd? Haiyo jelas kowe pemenangnya Kang, lhawong itu kan teman akrabmu

  6. J C  18 January, 2013 at 18:21

    Lho kok mboten-mboten bagaimana tho, Kang? Wong memang demikian adanya, coba di’voting atau polling…

  7. anoew  18 January, 2013 at 15:24

    Memang Kang Josh seperti itu, mbak Kornelya, apa pun selalu diplesetkan ke hal yang mboten-mboten. Saya juga heran.

    Haha itu terserah pandangan pembaca saja, Pakdhe Dj. itu sayakah atau adik sayakah ya silahkan pengamatannya, bebas saja. Pokoknya sosok laki-laki itu dalam cerita, ya dialah yang sedang berpose di dekat mobil. Salam hangat.

  8. anoew  18 January, 2013 at 15:22

    Nyi EQ, itu pakai jopa japu mantra dari Gunung Barat, bocoran dari Sam Poo Kong

    Hai Linda, memang dia seperti itu, si hantu itu adalah bandit. Bandit Asmara

    Satu lagi, Yu Lani.

  9. anoew  18 January, 2013 at 15:14

    Wik, kalau penasaran ini fiksi atau bukan ayo pegang pohon kates di depanmu sambil sebut nama JC, nanti dia akan datang.

    Kang Josh, hidup kurang enak kalau tidak ada gesekan. Friksi menimbulkan panas, panas menyebabkan benda (apa pun) berreaksi. Pancen kurang mantab kalau nggak ada friksi. Fiksi sekaligus realita. Masalah setelah hantunya lari dan si lelaki bercinta dengan si Pawang Hantu, itu rahasia.

  10. Dj. 813  18 January, 2013 at 04:39

    Mas Anoew…
    Dj. bacanya sampai penasaran…
    Si laki-laki itu adiknya mas anoew ya….???
    Karena dilihat photo ppertama, kok strutur tubuhnya, mirip mas Anoew….
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.