Menguatkan Diri Sendiri

Mutaminah

 

Malam, kian hari aku kian menemukan satu demi satu bukti bahwa aku sendiri. Semua orang perlahan meninggalkanku. Berlalu.

Tapi aku mencoba menjadi dewasa. Betapa kerasnya aku belajar menyikapi semua ini dengan syukur dan senyuman. Aku menganggap semuanya like everything never happen. Bahwa semuanya baik-baik saja. Tahukah betapa sibuknya aku mencari alasan untuk tak jatuh karena ditinggalkan? Aku amat sangat memaksa diriku untuk berpikir, bahwa aku masih bisa hidup dengan baik tanpa kepedulian mereka menyapa hari-hariku, tapi semuanya terbentur kenyataan bahwa seringkali aku membutuhkan kehangatan itu bahkan pada terik siang sekalipun.

Malam, aku tahu aku harus menjadi kuat. Aku bukan lagi remaja SMA yang hari-harinya patut diisi segala macam galau dan kelabilan. Kini aku telah 20, telah cukup dewasa untuk belajar berdiri dengan tangguh di atas kedua kakiku. Bukankah angin itu sudah sejak lama ada? Tapi kini saatnya aku belajar untuk menaklukannya, bukan lagi hanyut terbawa arusnya. Maka pada tiap mata mengerjap dan menyadari kesendirianku, lantas aku membayangkan bahwa aku memiliki banyak sekali teman-teman yang teramat baik padaku. Dan tahukah? Itu cukup menghibur, meski hanya bayangan!

Malam, dan alhamdulillah pada keresahanku yang kesekian kali, akhirnya aku menemukan alasan itu. Tentang mengapa Tuhan biarkan aku sendiri, karena Ia ingin aku dekat dengannya, dan Ia akan mewakili ribuan teman yang aku butuhkan, cukup Dia satu. Aku berharap, aku akan selalu tersadar dan mengingat ini, agar aku tak lagi dilemahkan oleh hal yang sama. Bukankah keledai saja hanya jatuh satu kali pada lubang yang sama?

be strong

Semua ini butuh proses, dan setiap proses akan memiliki hasil, seperti juga pembelajaran-pembelajaranku yang lain, yang telah aku tangguhkan meski angin menerpa kencang hingga aku berkali-kali nyaris tumbang. Nyatanya aku bisa.

Aku hanya ingin hidupku dapat aku nikmati, bukan malah menyakiti. Pada setiap luka pun, Tuhan tak pernah lupa menyertakan kenikmatan, tinggal bagaimana kita menyadarinya dan tak terbutakan air mata.

So, move on dan berhentilah menjadi cengeng. Dunia terlalu strength untuk orang-orang yang lemah!

 

4 Comments to "Menguatkan Diri Sendiri"

  1. J C  21 January, 2013 at 21:50

    Menjadi kuat atau tidak tergantung dari diri kita sendiri…

  2. Handoko Widagdo  21 January, 2013 at 18:15

    Jadilah kuat anakku.

  3. [email protected]  21 January, 2013 at 14:08

    you must be strong….
    saya mau semprong…

    *makan dulu ahhh*

  4. James  21 January, 2013 at 12:00

    SATOE, Be Strong

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.