Makan Kaki

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa…Minggu lalu makan “Maronen”, hari ini makan kaki….??? Mungkin anda seedikit bingung atau sedikit heran membaca judul di atas….

MAKAN KAKI . . . ? ? ? Why not…??? Warum nicht…??? Mengapa tidak…??? Perché no..??? Anda tidak salah baca, tapi kaki yang Dj. maksud adalah buah kaki, yang mana… di Indonesia terkenal dengan buah yang paling genit, orang Jawa, menyebutnya “woh sing kemayu” karena selalu pakai pupur (bedak atau kapur), kami di Semarang, sejak Dj. kecil menyebutnya buah “KESEMEK“.

Hanya herannya, di Jerman, buah kesemek ini kok tidak pernah pakai pupur, malah kelihatan bersih dan kempling (mengkilat). Dj. pernah melihat ada dua macam, yang sedikit lebih kecil, disebut buah “Sharon” dan yang besar disebut buah “kaki”. Jadi jangan heran kalau orang Jerman, senang makan kaki. Hahahahaha…!!!

Terutama kami sekeluarga, sangat senang makan buah kaki ini, karena rasanya yang sangat manis dan segar (mendekati rasa buah sawo. Hampir sepanjang tahun, buah kaki bisa di dapatkan di Super Market dan harganyapun tidak mahal, sekitar € 1,- (-+ Rp. 12.000,-) / buah. Kalau Sommer, sedikit lebih mahal.

Kita tau bahwa buah kaki ini, banyak didapatkan di Asia, Dj. rasa tidak hanya di Indonesia saja. Saat di K.L. kami juga pernah melihatnya, hanya tidak sempat beli, karena di Mainz kami juga sangat sering makan buah ini…Jujur, saat di K.L. Dj. malah beli buah durian, dimakan di pinggir jalan di bawah satu pohon besar, agar tidak ada yang lihat.

Susi sering mengupas 2 kadang 3 buah kaki yang cukup besar, maksud Dj., buah kaki di Jerman sedikit lebih besar daripada yang pernah Dj. lihat di Indonesia….

Malam sekitar jam 20:00 – 21:00 kalau mulai terasa sedikit lapar, maka sangat pas, untuk makan buah kaki ini. Coba anda lihat, buah kaki di bawah ini, kulitnya mengkilat dan Susi senang makan yang dagingnya sudah lembut.

kaki01

kaki02

kaki03

kaki04

kaki05

kaki06

kaki07

Nah itu tadi sedikit oret-oretan tentang buah kaki yang sering kami makan. Mudah-mudahan anda juga senang makan buah kaki (kesemek). Entahlah…. apa ini buah sangat sehat, Dj. juga kurang tau. Tapi yang Dj. tau, rasanya sangat enak. (bagi yang doyan tentu).

Okay, terimakasih untuk waktu yang telah anda luangkan untuk membaca oret-oretan Dj. Maaf bila ada kata-kata dalam oret-oretan ini yang tidak berkenan di hati anda. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu setia manayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

56 Comments to "Makan Kaki"

  1. Dj. 813  2 March, 2013 at 17:32

    Bung Inakawa…
    Selamat Siang dari Mainz…
    Terimakasih sudah mampir dan juga untuk sarannya….
    Yang jelas, yang Dj. tau, buah memang sehat itu kita semua, bukan hanya uuntuk wanita saja.
    Coba tanya mams Anoew yang juga suka buah-buahan…. hahahahahaha….!!!
    Salam Sjahtera dari Mainz.

  2. EA.Inakawa  2 March, 2013 at 16:31

    Pak DJ : Buah kesemek ini banyak manfaatnya : bisa mengobati Kolesterol,hypertensi,diare,asma dan buat cewek nich……bisa mempertahankan tubuh tetap langsing,salam H

  3. Dj. 813  5 February, 2013 at 03:22

    Mbak DA….
    Terimakasih mbak….
    Hahahahahahaha…..!!!
    Orang sudah molai rakus, semua dimakan ya…???
    Tapi mending makan daripada ngemut tho…???
    Hahahahahahaha…!!!
    Masih berlibur di Jogya kah…???
    Selamat berlibur….!!!
    Salam manis dari Mainz….

  4. Dewi Aichi  5 February, 2013 at 03:00

    halahhhh pak DJ, sekarang kok makanannya aneh-aneh ya….makan kaki, makan beton, ntar makaon rondo, rondo royal he he he….

  5. Dj. 813  5 February, 2013 at 00:27

    Ibu Matahari….
    Terimakasih….
    Saat Dj. pertamakali lihat Susi ngupas kentang atau buah,
    Malah Dj. yang berkata, kamu ngupas, seperti ayah Dj. kalau ngupas buah…
    Karena ayah Djj. dulu kalau ngupas buah selalu demikian…
    Hanya tidak ada dari anak-anaknya yang niru….

  6. matahari  5 February, 2013 at 00:08

    Istri pak Djoko mengupas buah kaki sama seperti cara bule mengupas kentang…kulitnya tidak akan putus putus sampai kulit terakhir….beda dengan kita orang Indonesia kalau mengupas kentang atau kaki….ngupasnya lepas lepas….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *