Bercintalah Denganku (4)

Anoew

 

Artikel sebelumnya:

Bercintalah Denganku (1)

Bercintalah Denganku (2)

Bercintalah Denganku (3)

 

 

Keesokan harinya.

Aku ikut ya, Pak..?” Windy bertanya sambil mengacungkan telunjuknya sesaat sebelum laki-laki itu berangkat.

Lelaki itu menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa kali ini, cukuplah ia bersama team HSE yang akan ke sana.

Aaaaaaaah…..” Gadis itu merengut kesal sambil menghentakkan kakinya.

Kamu di kantor saja, Wind…,” sahut si lelaki sambil memegang kedua pundak gadis itu. “Toh aku berangkat rame-rame dengan dua mobil sama team HSE.”

Windy makin meruncingkan bibirnya sambil memainkan tali kamera yang tergantung di leher, tanpa berucap sepatah katapun.

Sini deh aku jepret dulu.” Kata laki-laki itu lalu meraih kamera yang tergantung di dada Windy.

Gadis yang merajuk itu segera terbit senyumnya begitu mendengar akan difoto. Rengut di bibirnya sirna.

1

 

Jepret jepret jepret…! Tiga kali diambilnya pose gadis itu di depan mobil yang sedianya hendak dipakai berangkat dengan pose berbeda-beda, khas gayanya. Dan segera setelah itu dengan tak sabar si gadis merebut kamera dari tangannya untuk melihat hasil yang terpampang di display mode., lalu ia tersenyum. “Bagus ya?!” Ujarnya.

Kamu memang selalu indah,” sahut si lelaki.

Senyum si gadis semakin lebar menampakkan barisan gigi geligi yang tertata rapi, lupa akan kekesalan hatinya.

Paaak...”

Ya?

Hati-hati.”

Laki-laki itu mengangguk sambil tersenyum lantas segera berangkat bersama rombongan HSE yang sedikit kesal karena menunggunya.

***

Dalam perjalanan, kembali laki-laki itu menceritakan dari awal tentang penemuan lima mayat yang ditemukannya dengan kondisi mengenaskan di goa misterius itu. Hal itu mengherankan team HSE, karena sebelum dilakukan kegiatan pemboran di sana terlebih dahulu telah dilakukan pemeriksaan oleh departemen topografi saat membuat lintasan survey yang tentu saja, juga disertai seorang staf HSE berikut kru Rintis-Bridging. Laki-laki itu meyakinkan ceritanya dengan memberikan keterangan secara rinci letak lokasi lubang tersebut lengkap dengan koordinat lintasan dan tak lupa, ditunjukkannya pula bekas luka lebam di lengan dan kaki akibat dirinya terjatuh. Tapi tentang percintaannya dengan hantu-hantu itu tak diceritakan kepada mereka, cukup disimpannya saja dalam hati. Perjalanan yang lumayan jauh itu membuat si lelaki bosan, ia lantas membuka jendela mobil dan merokok sambil sesekali menjawab pertanyaan pengemudi arah mana yang harus dilalui.

Setelah sampai di sana, dengan pengarahannya team HSE menurunkan beberapa peralatan yang dianggap perlu untuk membongkar lubang itu agar mudah dilalui saat mengeluarkan mayat-mayat tersebut.

2

Dan di sana mereka menemukan lima mayat perempuan itu dengan kondisi mengenaskan. Muka dari mayat-mayat itu tak utuh lagi seperti terkena hantaman benda keras, juga tangan dan kakinya tak utuh lagi karena patah. Mayat kelima merupakan mayat terparah saat ditemukan, lehernya terpelintir ke belakang dengan salah satu kakinya terlepas. Maka tanpa buang waktu lagi mereka segera bekerja, mengeluarkan mayat itu dengan hati-hati. Satu demi satu. Semuanya bekerja dalam diam.

3

Lantas setelah satu mayat berhasil diangkat ke atas laki-laki itu memisahkan diri dan berdiri tak jauh dari sana. Ia menyulut rokok, menghisapnya dengan gundah sambil sesekali bibirnya membulat membentuk lingkaran-lingkaran asap yang lantas buyar diterpa angin. Sambil menyender ke pohon ia berpikir dengan apa dan bagaimana mayat-mayat itu dibunuh hingga menyebabkan kematian keempat gadis itu dan juga, perempuan setengah baya itu. Diperkosa secara brutal, memang seperti itu pengakuan salah satu hantu tersebut. Tapi dengan apa dan bagaimana mereka dibunuh sesudah diperkosa, sungguh laki-laki itu tak menemukan jawaban. Perut berlubang, muka hancur, tangan yang terkulai, kaki patah dan leher yang terpelintir dari mayat-mayat itu pastilah akibat perbuatan biadab. Semua itu di luar akal sehatnya.

Sama dengan ketidaktahuannya tentang mayat-mayat itu berasal, ia pun tak tahu dan tak pernah tahu apa yang sebenarnya telah terjadi di goa itu. Yang jelas apa yang telah menimpa mereka, mayat-mayat itu, sungguh di luar batas.

Hhhhhh….., laki-laki itu membuang rokoknya setelah hisapan terakhir dirasanya semakin pahit. Lantas dengan menundukkan kepala dan mengatupkan tangan, laki-laki itu mendoakan agar arwah mereka mendapat ketenangan dan segera berada di ‘tempat yang seharusnya’. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh. Namun beberapa saat sebelum laki-laki itu mengakhiri doanya, tiba-tiba ia merasakan hembusan angin sejuk dari belakang membelai tengkuknya, membuatnya merinding. Ia membuka mata lalu mendengar bisikan, “terima kasih telah menolongku… aku danteman-temanku.

Laki-kali itu membalikkan badan dan seketika ternganga. Takjub. Di depannya kini berdiri empat gadis jelita dengan rambutnya panjang terurai, semuanya tersenyum. Di belakang mereka, sesosok lain berupa perempuan setengah baya bersanggul yang juga berparas tak kalah elok memandanginya dengan rasa terima kasih. Juga dengan tersenyum.

Dari kelima sosok yang berdiri di depan laki-laki itu salah satu dari mereka itu memiliki paras paling menawan dibandingkan dengan yang lain. Bibir melekuk indah dan basah, alis lebat yang melengkung menaungi sepasang bola mata jernih dengan ujung hidung yang mungil lancip, membuatnya sungguh cantik. Agak ke bawah dilihatnya buah dada yang padat membusung terselimuti gaun, atau tepatnya kain yang menyerupai gaun namun transparan sehingga dua titik coklat di balik kain itu samar-samar membayang. Gaun transparan itu tidak terlalu utuh menutupi tubuhnya, memperlihatkan sedikit buah dada dan pahanya yang putih mulus.

Pretty_ghost_by_dwinbotp

Lelaki itu menelan ludah. Dua kali.

Dalam penglihatannya kali ini penampakkan mereka jauh dari sosok mengerikan seperti yang sudah-sudah, melainkan tampak bercahaya dan anggun dengan gaun yang mereka kenakan. Semuanya menatap laki-laki itu dengan pandangan berterima kasih. Lalu gadis tercantik, yang dari awal kejadian menuntunnya ke arah lubang ini, melayang ke arah laki-laki itu lantas memeluknya erat sambil mendesahkan terima kasih berulang kali. Laki-laki itu terkesiap, tak tahu harus berbuat apa selain balas memeluk gadis itu dengan kikuk. Lain halnya jika ia tak tahu keadaan mereka sebelumnya, tentu akan berbeda cerita.

4

Gadis yang kini entah berupa arwah atau apa itu tersenyum melihat kecanggungan laki-laki itu, lalu dengan masih melekatkan tubuhnya ia membisikkan kata-kata yang selalu membuat si lelaki terbangkit birahinya secara misterius, “bercintalah denganku…

Tubuh laki-laki itu menegang… dan gadis itu menikmatinya. Sayang hal itu tak berlangsung lama karena sosok itu segera melepaskan pelukannya lalu berbalik ke lebatnya hutan, dan menghilang. Menghilang begitu saja dengan diikuti ketiga gadis lainnya, juga si perempuan setengah baya itu.

Huuffft… Laki-laki itu menghembuskan nafas lega ketika mengetahui bahwa semuanya telah berakhir. Sambil kembali mengamati team HSE yang masih bekerja mengeluarkan mayat itu satu per satu, ia mengendusi lengan bajunya. Masih terasa betapa hangat dan lembutnya pelukan gadis itu tadi, yang pergi dengan meninggalkan harum cendana di sekujur tubuhnya.

Hmm… bercinta dengan hantu, kenapa tidak?! Lagi-lagi pikiran itu membuatnya tersenyum geli, lantas membuat tangannya merogoh ke saku celana. Ia mengambil rokok lagi lalu menyulutnya dan berpikir tentang Windy, sedang apa dia di kantor setelah tadi pagi sempat merengek untuk ikut?  Sambil bersandung laki-laki itu meraih ponselnya, lantas memencet nomor telepon si gadis berkumis itu.

Pack it up, pack it in

Let me begin, I came to win

Battle me that’s a sin, I won’t tear the sack up

Punk you’d better back up

Try and play the role and the whole crew will act up

Get up, stand up

Come on, throw your hands up

If you’ve got the feeling jump across the ceiling *)

***

*)  Jump Around – House of Pain –

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

51 Comments to "Bercintalah Denganku (4)"

  1. Hennie Triana Oberst  4 February, 2013 at 23:54

    Iya Anoew, ampunnn…. jelas banget, pake cekikikan segala

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.