Siang Ini Bersama Doha

F. Rahardi

 

IBR-1113189

matahari jelita tersembul dari kerah bajumu
seperti pernah dijanjikannya mula-mula
maka dengan jenaka dipulasnyalah wajah kita
menjadi cokelat tua

doha,
kau bersepatu, betapa tegap langkahmu
sedang sandalku yang tua
tersipu-sipu di atas debu
wah, panasnya siang ini
gerombolan bambu menjerit-jerit resah sekali
sedang daun nangka yang kuning
terberai di tanah

doha,
kita tak sehebat tokoh-tokoh mahabarata
kepala kita terlalu tipis di bawah surya
dan matamu memijar
bukan main pedasnya
kita memang badut-badut tua yang konyol
tersipu-sipu di atas panggung
dan matahari jelita
bagai lampu pentas yang tajam
menggores kening kita
dengan kerutan-kerutan yang dalam
ah, doha
mari kita berteduh
di gardu itu.

Limbangan, 21 Mei ’74

 

4 Comments to "Siang Ini Bersama Doha"

  1. Dewi Aichi  28 January, 2013 at 20:46

    Aduh kirain Doha-Qatar, baru saja aku nginep di sana he he…ngga taunya Doha temannya pak Rahardi.

    Pak Rahardi, kisahnya selalu menarik, apalagi itu sudah masa lalu..kesan cerita temannya sepertinya damai sekali, tentram.

  2. F. Rahardi  28 January, 2013 at 17:29

    Sdr. Edy,
    Doha adalah nama teman saya di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tahun 1969 (saya umur 19 tahun), kami kursus persamaan SPG di Boja, dan sangat sering pulangnya jalan kaki sekitar 6 km bersama dia. Saya sendiri masih harus jalan kaki sekitar 6 km. untuk sampai ke rumah. Bagi saya Doha sangat hebat justru karena kesederhanaannya.
    Terimakasih atas responnya.
    F. Rahardi

  3. Edy  28 January, 2013 at 15:23

    doha disini apakah doha qatar ya?
    sepertinya buakan karena disana tdk ada pohon bambu ataupun daun nangka

  4. James  26 January, 2013 at 11:17

    SATOE, Doha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.