Aku, Dia dan Gereja Tua

Vianney Leyn

 

(Pada ceruk kathedral tua, kutabur cerita ini,

Cerita tentang namamu

Dan seperti gereja tua ini yang menyimpan ribuan cerita di balik decak kagum, bangga dan rasa cinta para pengunjung atas keanggunan, kemegahannya dan estetika gotik-nya, biarlah nama ini juga menjadi cerita untukku.)

domm

Engkau yang kujumpa di beranda musim yang membakar

Lembut menyapa di keagungan Kathedral berabad usia

Vin, begitu pahatan namamu terukir di bibir

Ingatanku, yang entah berapa kali aku mengeja- mengenang di antara

Nafas dan rasa bertabur cinta

 

Sesaat kita bersua, berkali kita terjatuh sepi

Enggan berkaca pada bola mata

Pancaran jiwa hati sebening embun

Tiada yang mampu mengetuk sunyi

Itu pandangan pertama di pelataran Gereja tua

Apa yang bisa kau kenang, kenanglah….aku pun demikian

Nanti kelak kita membikinnya abadi

Ini awal cerita tentang kita, kutulis di ceruk Kathedral

 

Senja kian merapat di menara Gereja tua

Aku memandang salib cinta-Nya yang paling sakral

“Genggam asa dan rasa cintaku di tangan kasih-Mu”

Aku bermunajat pada Dia yang tergantung dan larik doaku melengking di bias

Limousin senja paling anggun menudung

Aku, dia dan Gereja tua…

 

13 Comments to "Aku, Dia dan Gereja Tua"

  1. Dj. 813  29 January, 2013 at 00:44

    Vianney…
    Terimakasih…
    Sudah sampai di Köln ya…???
    Ini Gereja, memang sungguh sangat indah..
    Salam,

  2. Handoko Widagdo  28 January, 2013 at 21:56

    Inisial kok jadi puisi?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.