Lima Tahun Indonesia Tanpa Soeharto (2): Presiden RI Sehat Bersama ‘Mak Erot’

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

PADA 27 JANUARI 2008, ketika mantan Presiden Soeharto wafat setelah kalah berjuang melawan ketidakberfungsian organ-organ tubuhnya. Selama 32 tahun berkuasa, Soeharto dikenal presiden paling sehat, tidak suka berobat ke luar negeri (mempercayai kehandalan dokter Indonesia), paling menjaga kesehatan melalui pola makan, paling taat dan berani dengan dokter dan perokok kretek aktif.

Apakah kebugaran itu ada kaitannya dengan hal-hal lain? Misalnya dengan klinik vitalitas kaum manula milik dr. Ana Aslan yang paling ternama di dunia?

LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 1 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 2 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 3 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 4 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 5 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 6 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 7 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 8 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 9 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 10 LIMA TAHUN INDONESIA TANPA SOEHARTO(2) 11

 

22 Comments to "Lima Tahun Indonesia Tanpa Soeharto (2): Presiden RI Sehat Bersama ‘Mak Erot’"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  7 May, 2013 at 00:49

    Test.

  2. Dewi Aichi  31 January, 2013 at 21:30

    Pak Handoko, ada mitos begini di Sleman: ibu yang selalu memasak jantung pisang, katanya anak anaknya ngga ada yang bisa gemuk. Dan sungguh ini nyata he he…nenek saya sering sekali masak jantung pisang, terbukti anak anaknya ngga ada yang gemuk, paling gemuk tante saya beratnya 52, tinggi badan 160. Sedangkan ibuku sendiri beratnya ngga ada 43 kg, tanteku yang di Cibuburpun juga demikian, satu lagi tanteku yang di Jogja, beratnya cuma 38( sudah meninggal), kedua omku beratnya 55 kg.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.