Don’t stop laughing because you grow old

Anwari Doel Arnowo

 

Saya bukan memberi tips atau petunjuk di bawah ini karena ingin menyombong sebagai orang berpengalaman. Saya tuliskan karena ini saya dapatkan dari pengamatan pribadi selama puluhan tahun saya menempuh kehidupan saya bermasyarakat di manapun saya sedang berada. Dari masyarakat orang “kecil” sampai orang “besar”, yang toh mereka itu sesungguhnya adalah manusia juga.

“Apalagi?” tanya si X

“Apanya yang lagi” Saya balas bertanya

“Selain tertawa?” Jawab di X

Saya: “Oh. Iya:

1.  Jangan jatuh karena tulang sudah rapuh, mudah patah, karena umur sudah lanjut. Kalau mau tulang patah tumbuh lagi dan menyambung lagi, syaratnya hanya satu: tubuhnya masih sehat walafiat. Ini pengalaman pribadi yang terjatuh waktu umur sudah 72 tahun dan ditangani oleh para ahli dalam bidang tulang retak dan patah di Toronto, Kanada. Sembuh seperti sediakala dan normal kembali.

2.   Usahakan gigi sebanyak mungkin yang bisa dipakai. Yang ompong, ganti baru dengan gigi palsu, jangan dibiarkan ompong terus. Gigi kuat dan banyak, membuat semua makanan lebih baik hasil kunyahannya dan itu meringankan pekerjaan usus dan organ-organ tubuh yang berkenaan dengan pencernaan makanan.

3.     Ingin makan kuliner tertentu? Kepingin sekali sampai keluar air liur? Jangan ditahan, turuti selera dan makanlah biar hanya sangat terbatas volumenya. Yang seperti ini menghindarkan diri menjadi stress, karena yang satu ini, stress, adalah sumber dan penyebab utama dari penyakit yang macam-macam serta termasuk kejiwaan.

4.    Tambahlah keakraban dengan keluarga, baik anak maupun cucu. Juga dengan kenalan dan tetangga. Bicaralah apa saja dan jangan membatasi pembicaraan dengan menguasai atau mendominasi sebagian besar dari percakapan. Seorang yang dewasa adalah mereka yang juga bisa mendengarkan orang lain. Jangan membiarkan mindset anda selalu berpegangan kepada pengalaman pribadi yang telah lalu sebagai yang terbaik dan tak terbantahkan kebenarannya. Zaman itu pasti selalu berubah. Yang tetap adalah perubahan itu sendiri.             Yang anda percayai sebagai benar pada hari ini bisa menjadi salah pada keesokan harinya.

5.  Bagi para orang tua yang merasa banyak teman-temannya sudah meninggalkan dunia ini, jangan berkecil hati dan menjadi murung. Anda, seperti saya, tidak tau kapan kita akan mati. Saya anjurkan sebelum mati menjadi aktif itu adalah suatu keharusan, karena sebesar atau sekecil apapun anda bisa berguna bagi sekeliling anda. Aktif itu bukan hanya fisik tetapi utamakan yang non fisik, yakni kerja otak. Otak sehat maka tubuh akan sehat. Jangan terlalu banyak beristirahat, itu sama dengan membunuh tubuh sendiri.

6.  Bagi yang masih muda, upayakan sejak sekarang, sekarang juga, untuk tetap menjaga kesehatan yang normal dan biasa. Jangan memasukkan racun, dalam bentuk yang bagaimanapun, ke dalam tubuh sendiri. Di dalam mewaspadai bentuk racun itu antara lain adalah: kebiasaan bermalas-malas berkepanjangan, menutup diri dari pergaulan dengan manusia lain, memangsa makanan, minuman, obat dan madat yang anda tau tidak sehat, mengelola pikiran dan ideologi serta kepercayaan yang berlebih-lebihan dengan akibat negatif menjadi membenci manusia lain yang tidak sama dengan diri sendiri. Biarkanlah orang lain itu menjadi orang lain, tidak harus menjadi seperti diri kita sendiri. Bila mereka yang masih muda mau berbuat seperti itu mereka bisa saja berkesempatan untuk menjadi sehat di hari tua dan mempunyai cukup sarana serta biaya untuk hidup seperti layaknya seorang yang tua, dan tidak merupakan beban bagi mereka anak dan cucu yang keturunannya.

Mati tertawa adalah keinginan saya, tidak membuat yang ditinggalkan menjadi sedih.

7. Sejak muda sampai tua jangan cepat mempercayai sesuatu yang pada awalnya terlihat WAH wah wah….  Janganlah mudah terbius. Apalagi mengenai pengobatan yang alternatif maupn yang medis melalui dokter sekalipun. Para pelaku dari setingkat dukun juga dokter dan Professor Dokter selain memang berusaha untuk menyembuhkan pasiennya, mereka juga punya kepentingan tertentu yakni untuk menghidupi diri mereka sendiri, dan itu memerlukan biaya juga bagi diri mereka. Jadi mereka ini juga manusia biasa yang memerlukan biaya hidup. Masalah keserakahan, itu amat individual, saya tidak menuduh, hanya membuka fakta yang ada. Pengobatan penyakit tertentu yang setengah ajaib ataupun ajaib banyak beredar dari waktu ke waktu, kapan saja. Kita dibuat percaya kepada hal-hal yang magis, yang hebat dankemudian tergiring berpendapat: money is of no object (uang bukan masalah). Itu sama sekali tidak benar. Uang itu selalu menjadi masalah, karena memang sengaja diciptakan untuk mengurangi masalah. Marilah kita gunakan akal sehat menggunakan uang, yang amat bisa untuk membeli kesehatan, bukan membeli jasa dan obat saja!”

laugh_love

 

Anwari Doel Arnowo – 2013/01/25

 

11 Comments to "Don’t stop laughing because you grow old"

  1. uchix  4 February, 2013 at 17:57

    Setuju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.