Penghuni Hutan Terlarang

EA. Inakawa – Africa

 

Bagaikan merdunya lantunan sebuah Puisi dari hutan belantara yang sepi

Aku terhanyut dalam sebuah alkisah tentang mistery alam.

Di sebuah Hutan Terlarang …….di antara ilalang liar dan hutan kayu yang masih perawan. Di sebuah negeri yang hanya punya malam sangat virgin.

Di sana ada seorang penjaga hutan yang kuat dan gagah perkasa

Ia hidup dalam komunitas alam ghaib, di tengah pengembaraannya

Ia berceritera tentang semua dedemit penghuni hutan belantara dari berbagai golongan dan kasta:

Katanya……bahkan ia telah kawin dan punya anak dari “Ratu Kuntilanak” di sana

Ia hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan di sebuah Harem yang tak lebih adalah sebuah rumah Tua peninggalan seorang Amtenar pada zaman Belanda. Sebuah rumah yang berlumut dan penuh akar kayu yang mereka santap sebagai obat kuat.

Ia dilayani bagaikan Raja dan semua tercukupi tanpa pusing memikirkan biaya hidup dan kebutuhan duniawi lainnya.

Ia tak perlu mencari nafkah materi, ia hanya perlu mempersiapkan keperkasaannya saja di setiap waktu melayani Sang Ratu di sebuah hamparan permadani lembut yang tak lain merupakan rimbunan rumput.

Katanya……di sana ada juga Partai Politik dan LSM yang selalu ingar bingar dengan panji-panji dan atribut partai dari masing-masing kelompok dedemit dan mereka tidak saling bermusuhan, satu sama lain tetap menjaga Ranah Kekuasaannya yang sama sekali tidak membutuhkan sertifikat dari Badan Pertanahan, semua mereka tempati sebagai layaknya milik para penguasa alam semesta, di sana tidak ada kutu loncat anggota partai politik yang haus kekuasaan.

Katanya……dunia mereka aman dari korupsi, tidak ada diskusi tentang APBN dan alokasi proyek atau sogok menyogok antar institusi dedemit. Tidak ada korupsi yang dilakukan secara berjamaah.

Katanya……di lingkungan dedemit, sex bebas merupakan hal yang biasa dan harus, tetapi yang menarik setiap Ratu dari berbagai Kasta adalah penguasa atas lelaki yang kalah dan takluk dikakinya, lelaki yang tersesat di hutan terlarang sana.

Katanya……setiap malam mereka berpesta diiringi lantunan musik kecapi dan kicauan satwa malam, rintihan persetubuhan batang bambu yang orgasme sebuah kidung di antara gerimis hutan terlarang yang malu-malu, paras-paras yang basah sebelum waktunya di antara sepucuk angin yang ia tiupkan dari lubang hidungnya…..kehidupan malam yang merenda selepas senja…..tanpa narkoba bertemankan kunang-kunang malam.

Baginya daripada rindu menjadi abu, di tengah ketersesatan yang dinikmatinya si penjaga hutan tak pernah menyesali kehidupan alam ghaibnya, hanya beda dimensi, ia merasa lelah dengan kehidupan kaum munafik di atas sana.

Dulu…..puluhan tahun ia mengabdi sebagai Penjaga Hutan tanpa SK pengangkatan dari Dinas Kehutanan tempatnya mengabdi, betapa ia kecewa dengan fasilitas dan subsidi makanan serta gaji yang tak pernah sampai ke tangannya.

Bahkan ia sangat kecewa dengan pembiaran ketika suatu malam anak dan istrinya terbunuh oleh sekelompok penebang liar, tak satupun ada aparat yang berkunjung takzia ke pondoknya.

Kini ia sungguh mencintai keluarga barunya dengan caranya…..baginya sang Ratu Kuntilanak sudah tercipta lebih cantik dari mantan istrinya yang mati, Di hutan ini baginya hanya ada 2 kriteria perempuan : cantik dan sexy sekali, kuntilanak selalu memakai gaun putih tipis tanpa bercelana dalam dengan bukit-bukit telanjang bagaikan indahnya bulan purnama menjelang Cap Gomeh.

Impiannya ia hanya ingin hidup dan mati untuk sang “Ratu Kuntilanak” yang hadir membasuh rindunya, yang senang mencengkeram rambutnya, yang suka dengan bibirnya, yang suka dengan wangi kemanusiaannya, yang katanya lebih manusiawi daripada bercinta dengan Gondoruwo atau Buto Ijo.

Baginya Tuhan hanyalah sebuah retorika yang melupakan manuskrip nya…..ia benci setengah mati ketika langitpun tak berjawab atas apa yang ia lisankan.

Katanya……ia sadar tak pernah bisa menjadi sempurna sebagai mahluk Tuhan.

Tapi dia bersyukur atas waktu dan proses kehidupan yang terlewati, kadang dia suka menoleh ke belakang…..semampunya hanya bisa tertawa kecil, tak pernah lagi dia menangisi perjalanan nasibnya, semua bukan atas rencana yang ia buat. Dia sudah mengatasi berbagai kesulitannya dengan menikmati hidupnya bersama para dedemit.

Syahdan……atas waktu dia percaya DIA lah sesungguhnya penghuni Syurga hutan terlarang ini, sebuah Bumi yang kehilangan Matahari dan hanya punya Mistery Malam tetapi memberi kedamaian baginya.

Sejatinya ia hanya menunggu…………………………………MATI yang sesungguhnya.

 

Brazzaville : 31 Jan 2013

Salam setepak sirih sejuta pesan : EA Inakawa

 

18 Comments to "Penghuni Hutan Terlarang"

  1. EA.Inakawa  6 February, 2013 at 05:46

    Mbak DA : ……..wah ! jd team leader hantu, ogah ach,cocoknya senior yang satu itu tuh eheheh saya menghilang biar ngangenin Baltyra nya setengah mati eheheheh salam sejuk

  2. EA.Inakawa  6 February, 2013 at 05:31

    Kang Anoew : Lasta Masta kang……hidup jadi lebih hidup yaa bergerilya di hutan belantara yang lembab.
    Andaikan bisa kenapa tidak ….. siapa takuttttttttt dengan hutan terlarang yaaa. peace kang kita observasi dulu hutannya ya, kalau bisa hutan suaka alam saja ehehehe cool !

  3. anoew  5 February, 2013 at 23:26

    dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan, karena didesak Kang EA dengan pertanyaan

    Terima kasih kang dengan apresiasinya,tersesat di hutan mana nich Kang…..peace

    maka……., sungguh sangat terpaksa sekali lagi saya katakan, hutan lembab.

  4. Dewi Aichi  5 February, 2013 at 18:51

    Team leadernya ya yang nulis tulisan ini ha ha ha ha..lha itu buktinya ngilang , tau-tau bawa pasukan hantu..

  5. EA.Inakawa  5 February, 2013 at 03:55

    @ Pak DJ : aamiin Pak………sejatinya persahabatan di dunia maya ini harus seperti itu, saling mendoakan satu sama lain. Tuhan Maha Mendengar.

  6. EA.Inakawa  5 February, 2013 at 03:52

    @ Mbak Da : Kalau menjelang tutup tahun mau nggak mau harus bertapa ehehehe iya deh seharusnya emang tidak boleh absen dirumah KITA yaaa.
    Terus mahluk halus yang jalan nya melayang itu Team Leader nya siapa mbak ?…………. kaburrrrrrrrr deh !

  7. Dj. 813  5 February, 2013 at 03:20

    EA.Inakawa Says:
    February 5th, 2013 at 02:31

    Yth Para Senior : salam kangen buat semua……..

    @ Pak DJ : Terima kasih sudi mampirnya, dalam doa semoga sehat selalu yaa pak
    ——————————————————————–

    Bung Inakawa….

    Terimakasih untuk doanya…..
    TUHAN MEMBERKATI ANDA SEKELUARGA.
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  8. Dewi Aichi  5 February, 2013 at 03:04

    pak EA Inakawa, waduh sebenarnya ngga layak dipanggil pak, jangan-jangan sebaya he he he…syukurlah kalau baik-baik saja, mohon kalau bertapa jangan lama-lama yaaaaaaa…yaaaa…yaaaaa…

    Wah, nah, itu yang komen no 1 sampai 6 itu, kalau jalan ngga nginjek tanah…mereka itu makhluk halus…kadang-kadang mereka berubah atau menjelma menjadi preman, kadang-kadang menjelma menjadi seleb, atau vocalis band…kadang-kadang menjadi anggota DPR.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.